Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Leo Menyatakan Perasaan


__ADS_3

“Kamu cemburu?” tanya Leo sambil menatap mata Clarissa.


“Dasar gak peka!” seru Clarissa sambil melangkah pergi dari situ.


“Clar, tunggu aku!” teriak Leo.


“Ryan, awas aja kamu! Nanti aku bakal bikin Dinda cemburu juga!” seru Leo sambil melangkah pergi dari situ. Sementara itu, Ryan hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya.


“Kamu mau aku anter pulang, Sayang?” tanya Ryan sambil menatap wajah Dinda.


“Iya,” jawab Dinda sambil mengangguk. Ryan mengenggam tangan Dinda lalu membukakan pintu mobil untuknya.


“Makasih,” kata Dinda.


“Ri,” panggil Dinda saat Ryan sedang memakai seat belt.


“Hmm?” sahut Ryan.


“Aku mau ke tempat lain dulu sebelum pulang,” kata Dinda.


“Kamu mau ke mana?” tanya Ryan yang langsung menatap wajah Dinda.


“Aku mau ke cafe yang ini sama kamu. Kamu mau, ‘kan?” tanya Dinda sambil menunjukkan foto dan alamat cafe yang ada di ponselnya.


“Ya maulah, Sayang,” jawab Ryan.


“Kalau gitu, kita ke sana sekarang?” tanya Dinda.


“Iya," jawab Ryan.


 

__ADS_1


...****************...


“Clar, tunggu!” seru Leo sambil mengejar Clarissa.


“Kenapa?” tanya Clarissa yang akhirnya mau menghentikan langkahnya.


“Clar, aku-” jawab Leo setelah ia berhasil menyusul langkah Clarissa.


“Leo, aku tau. Ini salah aku sendiri. Aku udah janji sama diri aku sendiri kalau aku gak bakal suka cowok lagi setelah Ryan, tapi aku malah suka sama kamu. Kamu gak perlu bahas ini lagi,” kata Clarissa yang hendak melangkah pergi dari hadapan Leo.


“Tunggu, kamu gak salah, Clar,” sahut Leo sambil memegang lengan Clarissa.


"Kenapa kamu pegang-" tanya Clarissa.


”Jangan pergi lagi,” sela Leo sambil memeluk gadis yang ada di hadapannya saat ini.


“Apa maksud kamu?” tanya Clarissa bingung.


“Apa?” tanya Clarissa kaget. Leo segera melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata Clarissa.


“Aku suka kamu, Clarissa. Aku mau kamu jadi pacar aku,” kata Leo sambil memegang pundak Clarissa.


“Leo, aku… kamu…” sahut Clarissa gugup.


”Aku serius, Clar. Aku gak bakal perhatian lagi sama cewek lain selain kamu,” kata Leo yang berusaha untuk meyakinkan Clarissa.


“Kamu beneran mau aku jadi pacar kamu?” tanya Clarissa.


“Ayo ikut aku!” ajak Leo sambil mengenggam tangan Clarissa dan menuntun gadis itu ke rumahnya.


“Kenapa kamu ajak aku ke rumah kamu lagi?” tanya Clarissa bingung.

__ADS_1


"Kamu tunggu bentar di sini,” sahut Leo saat mereka sampai di ruang tamu. Ia juga mendudukkan Clarissa di sofa ruang tamu.


Kemudian, Leo segera naik ke lantai atas untuk menuju ke kamarnya. Lalu, ia membuka lemarinya dan mengambil sebuah kotak kecil yang terdapat pita merah di atasnya. Setelah mendapatkan benda itu, Leo tersenyum lalu segera turun menuju ke ruang tamu untuk menemui Clarissa.


"Sekarang tutup mata kamu,” kata Leo. Setelah Clarissa menutup matanya, Leo segera membuka kotak itu dan mengambil perhiasan yang ada di dalamnya, yaitu sebuah kalung emas yang liontinnya terdapat motif hati. Kemudian, ia memasangkan kalung itu pada leher Clarissa.


“Hah, Tuan muda sedang…” kata salah satu pelayan di rumah itu.


“Bener, kita jangan ngintip lagi,” sahut kepala pelayan di rumah itu. Ia tersenyum lalu segera naik ke lantai atas supaya tidak perlu mengetahui apa yang akan dilakukan Leo selanjutnya.


”Kamu udah boleh buka mata sekarang,” kata Leo sambil tersenyum. Clarissa segera membuka matanya dan mendapati bahwa di lehernya yang sudah terdapat satu kalung bertambah satu kalung lagi.


"Leo, ini… kalung ini bukannya mahal banget?” tanya Clarissa sambil memegang kalung itu.


“Iya, ini mahal banget. Makanya cuma kamu yang boleh pake ini,” jawab Leo.


“Clar, kalung ini dikasih langsung sama Mama aku. Dia suruh aku pakein kalung ini ke cewek yang bakal aku nikahin,” imbuh Leo. Clarissa langsung kaget saat mendengar penjelasan Leo.


“Tapi aku ‘kan belum bilang mau nikah sama kamu! Kenapa kamu pakein kalung ini ke aku?” tanya Clarissa panik.


“Aku pakein kalung ini supaya kamu harus nikah sama aku nanti,” jawab Leo.


”Leo, ini namanya pemaksaan!” bentak Clarissa.


“Oke, aku gak bercanda lagi. Mama aku cuma suruh aku pakein ke cewek yang aku suka,” kata Leo sambil tersenyum.


"Gimana? Kamu mau jadi pacar aku?” tanya Leo sambil menatap lekat kedua mata Clarissa.


“Iya, aku mau,” jawab Clarissa sambil mengangguk.


”Makasih,” kata Leo sambil memegang kedua tangan Clarissa.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2