Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Masalah Di Perusahaan


__ADS_3

"Bro! Lu gapapa?" tanya Revan, sahabat Jonathan sekaligus ayah dari Clarissa.


"Iya, gua gapapa. Tadi cuma kecelakaan mobil." jawab Jonathan sambil menghela napas.


"Om, apa om baik-baik saja?" tanya Clarissa.


"Iya, om baik." jawab Jonathan.


"Terima kasih sudah berkunjung." kata Jonathan.


"Ah, tidak masalah. Gua yang harusnya minta maaf karena gak bisa langsung datang kesini tadi sore." sahut Revan.


"Gak kok. Gua seneng banget kalian berdua masih nyempetin waktu buat dateng." kata Jonathan sambil tersenyum melihat ke arah Revan dan Clarissa bergantian. Revan tiba-tiba memikirkan suatu ide gila.


"Oh, ya. Bro, bagaimana jika.." sahut Revan.


Saat Revan akan mengatakan idenya, Ryan masuk ke dalam kamar membuat Revan mengurungkan mengatakan niatnya.


"Om Revan? Clarissa?" tanya Ryan.


"Halo, Ryan." sapa Revan sambil tersenyum. Begitupun dengan Clarissa.


"Iya, halo om. Halo, Clarissa." kata Ryan. Namun, tiba-tiba Revan mendapat panggilan telepon.


"Tunggu sebentar, aku akan ke perusahaan sekarang." kata Revan. Setelah itu, ia langsung menutup teleponnya.


"Bro, maaf. Ada masalah di perusahaan. Gua harus pergi. Sampai nanti." kata Revan lagi.


"Oh, iya. Pergilah. Sampai nanti." sahut Jonathan.


"Sampai nanti, om." kata Clarissa.

__ADS_1


"Sampai nanti, Ryan." kata Clarissa lagi.


"Iya, sampai nanti." sahut Jonathan. Ryan hanya menganggukan kepalanya sebagai sahutan.


...****************...


"Ada apa? Kenapa hal ini bisa terjadi?" tanya Revan kepada Devon.


"Maaf, bos. Kami juga tidak tahu kenapa sistem keamanan data bisa diretas. Hal seperti ini tidak pernah terjadi selama 10 tahun perusahaan ini berdiri." jawab Devon panik.


"Justru itu! Kenapa kalian lengah? Hah?" tanya Revan semakin kesal.


"Maaf, bos." jawab Devon.


"Siapa bagian IT? Selesaikan ini!" seru Revan dengan raut wajah masam.


"Maaf, bos. Data seperti ini hanya bisa dikembalikan dalam 24 jam. Tapi, si hacker sudah mengancam kami jika dalam 12 jam data ini tidak bisa kembali, maka dia meminta kami untuk membayar 150 juta baru ia mau mengembalikannya." sahut salah satu karyawan di bagian IT.


"Apa kalian gila? 150 juta? Kalian pikir murah? Untuk apa aku memperkejakan kalian!" seru Revan kesal.


"Ah. Bagaimana ini?" gerutu Revan yang sudah putus asa.


...****************...


"Pa, ada apa?" tanya Clarissa yang melihat papanya saat ini melempar jasnya dengan kasar ke sembarang arah. Clarissa tahu papanya saat ini pasti sedang merasa frustasi.


"Ada masalah besar di perusahaan." jawab Revan.


"Masalah apa?" tanya Clarissa.


"Clar, kamu tidak perlu tahu. Belajarlah. Papa akan mengatasi ini." jawab Revan. Clarissa baru saja beranjak pergi ke meja belajarnya tapi Revan memanggilnya lagi.

__ADS_1


"Oh, clar." panggil Revan.


"Iya, pa." sahut Clarissa.


"Kamu.. Apa kamu menyukai cowo yang tampan?" tanya Revan.


"Um.. Kenapa papa tiba-tiba menanyakan ini?" tanya Clarissa bingung.


"Jawab papa." sahut Revan.


"Iya.. tapi.." kata Clarissa bingung. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa papanya tiba-tiba menanyakan ini.


"Apa kamu menyukai Ryan? Bagaimana jika kamu menjadi tunangannya?" tanya Revan yang langsung menyela Clarissa.


"Apa?" tanya Clarissa kaget. Jantungnya benar-benar dibuat hampir copot karena mendapat pertanyaan yang tidak bisa ia jawab.


Tunangan? Ada apa dengan papa sampai mau tunangin aku dengan Ryan? Pacaran saja belum, bagaimana mau tunangan? batin Clarissa panik.


"Kamu mau?" tanya Revan penuh harap.


"Tapi, pa.." jawab Clarissa.


"Kenapa?" tanya Revan.


"Aku menyukai orang lain." jawab Clarissa jujur.


"Siapa?" tanya Revan sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Rangga." jawab Clarissa sambil tertunduk.


"Huh.. Begini.. Baiklah. Tunggu saja kabar dari papa." kata Revan pasrah.

__ADS_1


Bersambung......


Halo semua, maaf author up nya lama. Author gak mau kasih banyak alasan, tapi author akan up sebisa mungkin. Terima kasih bagi para readers yang selalu membaca dan mendukung karya author. ~Bella


__ADS_2