Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Ryan Yang Inisiatif


__ADS_3

Pagi hari di sekolah


"Inisiatif?" gumam Ryan. Ia teringat pada perkataan Leo kemarin malam. Ryan melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan Dinda karena ia tahu Dinda selalu datang ke sekolah saat sekolah masih sepi.


Untung hari ini aku berangkat pagian, batin Ryan ketika ia menemukan keberadaan Dinda. Ia segera berjalan mendekat dan mendapati bahwa Dinda membawa banyak barang karena hari ini ada praktek fisika sehingga mengharuskan para murid untuk membawa perlengkapannya masing-masing.


"Hai, Din!" panggil Ryan.


"Ah? Hai," sahut Dinda kaget. Ia ingin segera pergi dari sana tapi langkahnya dicegat oleh Ryan.


"Aku bantu bawakan, ya?" tanya Ryan sambil menyodorkan tangan kanannya ke arah tas Dinda.


"Ti-tidak usah. A-aku bisa sendiri," jawab Dinda gugup. Ia baru melangkahkan kakinya dua langkah namun Ryan mencegatnya lagi dengan kaki kanan.


"Gapapa, ini pasti berat. Biar aku yang bawa," kata Ryan sambil mengambil tas itu dari tangan Dinda.


"Tapi, kamu 'kan juga bawa banyak barang. Gapapa, aku bisa sendiri," sahut Dinda. Ia hendak mengambil tas itu kembali dari tangan Ryan karena ia melihat bahwa Ryan juga membawa banyak barang seperti dirinya.


"Udah gapapa, biar aku aja yang bawa," kata Ryan sambil memegang erat-erat tas itu. Melihat Ryan tidak mau memberikan tas miliknya kembali membuat Dinda akhirnya pasrah dan membiarkan Ryan membawanya.


Kalau dia lagi begini, beneran keliatan gentle banget, kata Dinda dalam hati. Tanpa ia sadari, senyuman mulai mengembang di bibirnya yang tentunya membuat Ryan juga ikut tersenyum melihat betapa manisnya Dinda.


Dinda pun tidak bisa lagi menolak dan pada akhirnya ia terpaksa jalan berdua Ryan sampai ke kelas. Kejadian ini sukses membuat seisi sekolah heboh dengan rumor.


"Eh, eh, itu Ryan kenapa malah jalan sama Dinda? Si anak baru kemana?" tanya Ica.


"Palingan dia diputusin. Lagian, memang lebih cocok Ryan sama Dinda daripada sama anak baru itu," jawab Karen.


"Iya juga, ya. Orang pintar memang lebih serasi dengan orang pintar. Anak baru itu lebih serasi untukku," timpal Ronald yang entah sejak kapan muncul di tengah-tengah gengnya Angel.


"Cih, kamu menyukainya?" tanya Angel sambil menatap Ronald sinis.


"Memang kenapa kalau aku menyukainya?" sahut Ronald sambil tertawa yang menandakan dirinya tidak serius dengan perkataannya.


"Apa? Apa karena dia lebih cantik dariku? Tapi, itu tidak mungkin!" seru Angel.


"Aku mau masuk ke kelas dulu," kata Ronald sambil memundurkan langkahnya perlahan-lahan.


"Ronald!!!" teriak Angel sambil mengejar Ronald.


"Kabur!!!" teriak Ronald sambil terus berlari.


"Hei, apa kalian merasakannya?" tanya Mellisa.


"Apa?" tanya Ica.


"Angel kayaknya suka sama Ronald deh," jawab Mellisa.

__ADS_1


"Bukannya dia masih suka sama Ryan?" sahut Karen.


"Gak tau," jawab Belinda.


"Ah, si Angel gimana sih! Masa dia mau ganti gebetan lagi!" keluh Mellisa.


"Udah sabar aja, palingan dia cuma nyuruh kita ngerusuh ke Ronald bareng dia," sahut Belinda sambil menepuk bahu sahabatnya.


"Bel! Kamu itu ga sadar, ya. Ngerusuh terus memangnya enak? Kita bentar lagi naik kelas loh," kata Mellisa sambil memukul bahu Belinda.


"Sakit! Halah, kamu juga lebih barbar daripada aku," sahut Belinda kesal karena bahunya masih sakit akibat tadi dipukul oleh Mellisa.


"Hehe... ya aku 'kan dari dulu memang orangnya gak selow, beb! Jangan samain, dong!" seru Mellisa. Bel pertama pertanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai pun berbunyi.


"Kuy kita masuk ke kelas!" ajak Karen kepada ketiga sahabatnya.


"Ayo!" sahut yang lainnya.


...****************...


Istirahat di sekolah


Ronald ingin meminta penjelasan dari Ryan sehingga ia menuju ke lapangan basket karena tahu Ryan pasti akan kesana untuk bermain basket sebentar.


"Bro," panggil Ronald sambil menghampiri Ryan yang sedang duduk sambil meminum air putih.


"Gila lu ya langsung gebet si Dinda sama si Clarissa sekaligus?" tanya Ronald.


"Apaan sih?" sahut Ryan yang bingung dengan pertanyaan yang menurutnya tidak jelas.


"Lah, memang bener 'kan?" tanya Ronald.


"Gua udah ga gebet Clarissa, ya. Dulu itu dia jadi tunangan gua karena kami berdua harus ikutin aturan," jelas Ryan. Ronald hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Oh, berarti sekarang lagi gebet Dinda aja?" tanya Ronald.


"Kenapa gak jawab?" lanjutnya saat mendapati Ryan tak menjawab pertanyaannya.


"Gak usah kepo sama urusan orang lain, lu mending latihan baseball dulu sana," kata Ryan sambil menunjuk ke lapangan baseball yang letaknya di ujung sekolah di dekat taman.


"Yaudah deh, gua pergi dulu, ya," sahut Ronald.


...****************...


Pulang sekolah


"Din!" panggil Ryan.

__ADS_1


"Iya?" tanya Dinda terkejut. Ia langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Mau aku anter pulang?" tanya Ryan sambil tersenyum.


"Ah, gak usah. Cici aku harusnya bentar lagi jemput kok," jawab Dinda sambil tersenyum juga untuk membalas senyuman Ryan. Namun, tiba-tiba smartphone milik Dinda berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.


(Halo, Din. Maaf ya cici baru bilang sekarang. Cici hari ini harus ikut rapat mendadak jadi kayaknya bakal jemput sorean. Kamu bisa nebeng temen kamu aja? Atau mau Bang Aldi jemput?)


Melihat pesan itu Dinda hanya bisa menarik napasnya.


"Gimana? Mau aku anter?" tanya Ryan menawarkan tumpangan sekali lagi.


"Um... gak usah. Aku bisa naik taksi," jawab Dinda ragu.


"Taksi gak aman buat perempuan. Ayo, ikut aku!" ajak Ryan.


"Makasih, ya," sahut Dinda. Mereka pun berjalan ke arah parkiran mobil dan menaiki mobil mewah berwarna putih milik Ryan.


...****************...


Depan gerbang sekolah


Clarissa sedang berdiri dan hendak menelepon supirnya untuk menjemputnya. Namun, sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di hadapannya.


"Hei, kamu!" panggil Alexa setelah kaca mobilnya terbuka. Panggilannya yang tidak dihiraukan oleh Clarissa membuat Alexa langsung kesal.


"Clarissa Adrian Wijaya!" teriak Alexa.


"Aku?" tanya Clarissa sambil membalikkan badannya untuk mencari sumber suara yang memanggil namanya.


"Iya, kamu! Memangnya ada siapa lagi di sekitar sini?" sahut Alexa kesal.


"Ikut aku!" perintah Alexa.


"Apa?" tanya Clarissa sambil mengernyitkan dahinya. Ia merasa familiar dengan suara dan wanita yang duduk di dalam mobil.


"Kamu lupa siapa aku? Aku Alexa. Tenang saja, aku hanya akan berbicara sebentar denganmu," kata Alexa. Namun, Clarissa masih berdiam di tempatnya semula.


"Kenapa? Tidak percaya padaku? Kalau begitu panggil saja kedua bodyguardmu itu ke sini dan ikut aku!" seru Alexa.


Darimana dia bisa tau kalau aku punya dua bodyguard? Ah, sudahlah. Kalau dia bilang cuma akan berbicara denganku maka dia pasti tidak akan berani menyakitiku, batin Clarissa yang langsung menaiki mobil Alexa.


Bersambung......


Halo semuanya, bab ini mungkin adalah update terakhir author sampai minggu depan. Author ada ujian mulai besok sampai minggu depan. Oleh karena itu, author minta pengertian kalian untuk menanti bab barunya minggu depan, ya. Sekali lagi, maaf kalau author tidak bisa update setiap hari dan terima kasih untuk kalian yang selalu setia membaca karya author.


Btw, ada yang bisa nebak kenapa Alexa mau ngomong sama Clarissa? Tulis di komen yaa tentang pendapat dan jawaban kalian 😊.

__ADS_1


__ADS_2