Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Jonathan Menentang Hubungan Ryan & Dinda


__ADS_3

Malam hari di ruang tamu


“Tuan, ini foto-foto yang Anda


minta,” kata Herman sambil menyerahkan beberapa lembar foto-foto Ryan dan Dinda


yang sedang berkencan.


“Herman, apa maksudnya ini?” tanya Jonathan datar.


“Benar seperti perkiraan Tuan, Tuan


muda memang sudah berpacaran dengan Nona Dinda,” jawab Herman sambil menatap


wajah Jonathan.


“Anak itu benar-benar…” gumam


Jonathan.


“Herman, aku tidak mau melihat mereka


berdua masih berpacaran seperti ini,” kata Jonathan tegas.


“Tuan, Tuan muda merasa sangat


bahagia saat berada di dekat Nona Dinda. Kenapa Tuan begitu menentang hubungan


mereka?” tanya Herman penasaran.


“Aku tidak akan mempermasalahkan


kalau wanita yang Ryan pacari itu bukan Dinda,” sahut Jonathan.


“Apa Dinda pernah menyinggung Tuan?”


tanya Herman.


“Dia tidak pernah berbuat apa pun


kepadaku. Tapi lebih baik mengatasi masalahnya saat ini sebelum masalah itu


menjadi lebih besar dan lebih sulit untuk diselesaikan,” jawab Jonathan sambil


menghela napas.


“Herman, aku mau kamu lakuin


sesuatu,” kata Jonathan sambil memberi isyarat kepada Herman untuk mendekat.


Setelah Herman mencondongkan tubuhnya, Jonathan mulai membisikkan sesuatu.


“Tapi Tuan…” kata Herman ragu.


“Semua yang aku lakukan saat ini


adalah demi kebaikannya. Dia adalah satu-satunya penerus The Big Heart Company. Dia tidak boleh berkencan dengan


Dinda, atau Satrio akan memanfaatkan kesempatan ini untuk merebut perusahaan


yang sudah aku jalani selama puluhan tahun terakhir,” balas Jonathan.


“Baik, Tuan. Saya pasti akan


melakukannya,” kata Herman sambil membungkuk lalu pergi.


...****************...

__ADS_1


Sore hari di sekolah


“Tuan muda,” panggil Herman.


“Kenapa, Pak?” tanya Ryan bingung.


Ia membawa mobil hari ini, kenapa Herman harus datang ke sekolah untuk


menjemputnya?


"Tuan sedang dirawat di rumah sakit


saat ini,” jawab Herman pelan.


“Apa? Papa sakit apa?” tanya Ryan yang


langsung panik.


“Tadi pagi di perusahaan, Tuan


tiba-tiba pingsan. Saya langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter bilang Tuan terkena serangan jantung. Saya rasa lebih baik saya memberi tahu Tuan muda


tentang ini,” kata Herman.


“Kalau gitu, kita langsung ke rumah


sakit aja,” sahut Ryan.


"Baik,” kata Herman.


...****************...


Sore hari di rumah sakit


“Ryan?” tanya Jonathan saat melihat Ryan datang mengunjunginya bersama dengan Herman.


“Pa, Papa kenapa tiba-tiba kena


kasur rumah sakit itu. Ryan merasa ada yang aneh. Papanya adalah orang yang


rajin berolahraga dan selalu memakan makanan yang sehat. Kenapa sekarang


Papanya malah harus berada di rumah sakit karena terkena serangan jantung?


“Mungkin Papa cuma kurang istirahat


aja karena Papa lagi banyak pikiran belakangan ini,” jawab Jonathan.


“Kalau gitu, Papa harus istirahat,


jangan pikirin apa-apa lagi,” sahut Ryan sambil memakaikan selimut ke tubuh


Jonathan untuk membuatnya tertidur lagi.


“Ryan,” panggil Jonathan.


“Iya,” jawab Ryan sambil menatap


wajah Papanya itu.


“Papa khawatir, gimana kalau Papa mati padahal kamu belum cukup dewasa? Kamu


juga belum punya pasangan. Gimana kalau Papa cariin pasangan buat kamu?” tanya Jonathan lirih.


“Pa, Papa jangan ngomong


sembarangan. Papa gak bakal mati. Jadi, Papa gak perlu cariin pasangan buat

__ADS_1


aku,” jawab Ryan.


“Kenapa? Kamu udah punya pasangan?”


sahut Jonathan.


“Udah,” jawab Ryan sambil


mengangguk.


“Siapa perempuan yang beruntung itu?”


tanya Jonathan.


“Dinda,” balas Ryan.


“Ryan, bukannya Papa udah pernah


bilang ke kamu? Papa gak akan permasalahin hubungan kamu sama siapapun kecuali


sama Dinda,” kata Jonathan sambil menatap wajah Ryan.


“Pa, aku yang suka duluan sama


Dinda. Aku juga yang ajak dia pacaran sama aku. Papa mau ngapain lagi?” tanya Ryan


yang mulai merasa Papanya akan melakukan sesuatu untuk memisahkannya dengan


Dinda.


“Papa udah tua, tapi kamu masih aja


gak dengerin perkataan Papa. Apa spesialnya Dinda? Di dunia ini, ada banyak


wanita yang lebih cantik-“ sahut Jonathan.


“Pa, dulu Papa menikah sama Mama


karena Mama itu cantik. Tapi Papa akhirnya ditinggalin sama Mama. Papa mau aku


cari pasangan yang cantik doang tapi ujungnya aku ditinggalin?” sela Ryan.


“Ryan, kamu masih muda. Perasaan cinta


yang kamu alami saat ini bukan apa-apa. Menurut kamu, berapa lama Dinda bisa


setia sama kamu? Saat ini, kamu memang yang paling tampan di sekolah makanya


Dinda bisa suka sama kamu. Terus kamu juga kaya, jadi, wajar kalau semua wanita


suka sama kamu. Tapi nanti saat kuliah dan bekerja, Dinda akan bertemu dengan


lebih banyak laki-laki yang jauh lebih baik dari kamu. Apa kamu yakin kalau


Dinda gak bakal ninggalin kamu?” tanya Jonathan yang berusaha untuk memancing


Ryan.


“Pa, aku gak tau apa yang bakal


terjadi di masa depan. Dinda memang bisa ninggalin aku, tapi bisa aja aku yang


ninggalin dia, ‘kan? Aku gak bisa nebak masa depan aku bakal jadi kayak apa,


tapi untuk sekarang aku mau Dinda ada di rencana masa depan aku,” jawab Ryan


sambil mengepalkan tangannya lalu berlalu pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


"Ryan, Papa menentang hubungan kamu sama Dinda. Papa gak peduli apa yang bakal terjadi di masa depan kamu, pokoknya kamu gak boleh pacaran sama Dinda," kata Jonathan sebelum Ryan benar-benar pergi dari rumah sakit itu.


Bersambung……


__ADS_2