
Malam hari di ruang tamu
“Tuan, ini foto-foto yang Anda
minta,” kata Herman sambil menyerahkan beberapa lembar foto-foto Ryan dan Dinda
yang sedang berkencan.
“Herman, apa maksudnya ini?” tanya Jonathan datar.
“Benar seperti perkiraan Tuan, Tuan
muda memang sudah berpacaran dengan Nona Dinda,” jawab Herman sambil menatap
wajah Jonathan.
“Anak itu benar-benar…” gumam
Jonathan.
“Herman, aku tidak mau melihat mereka
berdua masih berpacaran seperti ini,” kata Jonathan tegas.
“Tuan, Tuan muda merasa sangat
bahagia saat berada di dekat Nona Dinda. Kenapa Tuan begitu menentang hubungan
mereka?” tanya Herman penasaran.
“Aku tidak akan mempermasalahkan
kalau wanita yang Ryan pacari itu bukan Dinda,” sahut Jonathan.
“Apa Dinda pernah menyinggung Tuan?”
tanya Herman.
“Dia tidak pernah berbuat apa pun
kepadaku. Tapi lebih baik mengatasi masalahnya saat ini sebelum masalah itu
menjadi lebih besar dan lebih sulit untuk diselesaikan,” jawab Jonathan sambil
menghela napas.
“Herman, aku mau kamu lakuin
sesuatu,” kata Jonathan sambil memberi isyarat kepada Herman untuk mendekat.
Setelah Herman mencondongkan tubuhnya, Jonathan mulai membisikkan sesuatu.
“Tapi Tuan…” kata Herman ragu.
“Semua yang aku lakukan saat ini
adalah demi kebaikannya. Dia adalah satu-satunya penerus The Big Heart Company. Dia tidak boleh berkencan dengan
Dinda, atau Satrio akan memanfaatkan kesempatan ini untuk merebut perusahaan
yang sudah aku jalani selama puluhan tahun terakhir,” balas Jonathan.
“Baik, Tuan. Saya pasti akan
melakukannya,” kata Herman sambil membungkuk lalu pergi.
...****************...
__ADS_1
Sore hari di sekolah
“Tuan muda,” panggil Herman.
“Kenapa, Pak?” tanya Ryan bingung.
Ia membawa mobil hari ini, kenapa Herman harus datang ke sekolah untuk
menjemputnya?
"Tuan sedang dirawat di rumah sakit
saat ini,” jawab Herman pelan.
“Apa? Papa sakit apa?” tanya Ryan yang
langsung panik.
“Tadi pagi di perusahaan, Tuan
tiba-tiba pingsan. Saya langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter bilang Tuan terkena serangan jantung. Saya rasa lebih baik saya memberi tahu Tuan muda
tentang ini,” kata Herman.
“Kalau gitu, kita langsung ke rumah
sakit aja,” sahut Ryan.
"Baik,” kata Herman.
...****************...
Sore hari di rumah sakit
“Ryan?” tanya Jonathan saat melihat Ryan datang mengunjunginya bersama dengan Herman.
“Pa, Papa kenapa tiba-tiba kena
kasur rumah sakit itu. Ryan merasa ada yang aneh. Papanya adalah orang yang
rajin berolahraga dan selalu memakan makanan yang sehat. Kenapa sekarang
Papanya malah harus berada di rumah sakit karena terkena serangan jantung?
“Mungkin Papa cuma kurang istirahat
aja karena Papa lagi banyak pikiran belakangan ini,” jawab Jonathan.
“Kalau gitu, Papa harus istirahat,
jangan pikirin apa-apa lagi,” sahut Ryan sambil memakaikan selimut ke tubuh
Jonathan untuk membuatnya tertidur lagi.
“Ryan,” panggil Jonathan.
“Iya,” jawab Ryan sambil menatap
wajah Papanya itu.
“Papa khawatir, gimana kalau Papa mati padahal kamu belum cukup dewasa? Kamu
juga belum punya pasangan. Gimana kalau Papa cariin pasangan buat kamu?” tanya Jonathan lirih.
“Pa, Papa jangan ngomong
sembarangan. Papa gak bakal mati. Jadi, Papa gak perlu cariin pasangan buat
__ADS_1
aku,” jawab Ryan.
“Kenapa? Kamu udah punya pasangan?”
sahut Jonathan.
“Udah,” jawab Ryan sambil
mengangguk.
“Siapa perempuan yang beruntung itu?”
tanya Jonathan.
“Dinda,” balas Ryan.
“Ryan, bukannya Papa udah pernah
bilang ke kamu? Papa gak akan permasalahin hubungan kamu sama siapapun kecuali
sama Dinda,” kata Jonathan sambil menatap wajah Ryan.
“Pa, aku yang suka duluan sama
Dinda. Aku juga yang ajak dia pacaran sama aku. Papa mau ngapain lagi?” tanya Ryan
yang mulai merasa Papanya akan melakukan sesuatu untuk memisahkannya dengan
Dinda.
“Papa udah tua, tapi kamu masih aja
gak dengerin perkataan Papa. Apa spesialnya Dinda? Di dunia ini, ada banyak
wanita yang lebih cantik-“ sahut Jonathan.
“Pa, dulu Papa menikah sama Mama
karena Mama itu cantik. Tapi Papa akhirnya ditinggalin sama Mama. Papa mau aku
cari pasangan yang cantik doang tapi ujungnya aku ditinggalin?” sela Ryan.
“Ryan, kamu masih muda. Perasaan cinta
yang kamu alami saat ini bukan apa-apa. Menurut kamu, berapa lama Dinda bisa
setia sama kamu? Saat ini, kamu memang yang paling tampan di sekolah makanya
Dinda bisa suka sama kamu. Terus kamu juga kaya, jadi, wajar kalau semua wanita
suka sama kamu. Tapi nanti saat kuliah dan bekerja, Dinda akan bertemu dengan
lebih banyak laki-laki yang jauh lebih baik dari kamu. Apa kamu yakin kalau
Dinda gak bakal ninggalin kamu?” tanya Jonathan yang berusaha untuk memancing
Ryan.
“Pa, aku gak tau apa yang bakal
terjadi di masa depan. Dinda memang bisa ninggalin aku, tapi bisa aja aku yang
ninggalin dia, ‘kan? Aku gak bisa nebak masa depan aku bakal jadi kayak apa,
tapi untuk sekarang aku mau Dinda ada di rencana masa depan aku,” jawab Ryan
sambil mengepalkan tangannya lalu berlalu pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
"Ryan, Papa menentang hubungan kamu sama Dinda. Papa gak peduli apa yang bakal terjadi di masa depan kamu, pokoknya kamu gak boleh pacaran sama Dinda," kata Jonathan sebelum Ryan benar-benar pergi dari rumah sakit itu.
Bersambung……