Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Jawaban Dinda Untuk Leo


__ADS_3

1 minggu kemudian


"Kita bertemu jam 7 malam di cafe biasa, ya." tulis Dinda di chat.


"Oke." balas Leo.


...****************...


Malam hari di cafe


"Din." panggil Leo.


"Leo." sahut Dinda.


"Mau pesan sesuatu?" tanya Leo. Namun, Dinda tidak menjawab.


"Din? Kenapa mukamu sedih begitu?" tanya Leo.


"Begini..." jawab Dinda tampak ragu.


"Leo, aku ingin menjawab pertanyaanmu yang sebelumnya." kata Dinda memberanikan diri menatap mata Leo.


"Jadi, apa jawabanmu?" tanya Leo yang berusaha mempertahankan senyumannya seperti biasa.


"Aku..." Dinda ingin menjawab tapi ia tidak ingin jawabannya melukai perasaan Leo. Jadi, ia masih memutar otaknya untuk memikirkan jawaban terbaik yang bisa ia berikan.


"Gapapa, ngomong pelan-pelan aja," sahut Leo. Ia sebenarnya sudah tahu kemungkinan besar dirinya akan ditolak. Dan jantungnya berdetak sangat kencang saat ini. Jika memang Dinda akan menolaknya, Leo juga merasa tidak masalah.


"Leo... aku... aku sangat berterima kasih padamu. Selama ini, kamu banyak menemaniku di cafe supaya aku bisa sedikit lebih santai dari pelajaranku. Kamu memberiku kebahagiaan, tapi aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri. Maaf, ya. Dan terima kasih," kata Dinda.

__ADS_1


"Din, aku memang menyatakan perasaan sukaku padamu. Tapi, aku tidak akan memaksamu untuk merasakan rasa yang sama sepertiku. Aku cuma ngungkapin perasaan aku supaya aku bisa merasa lebih lega," jelas Leo.


"Makasih dan maaf," sahut Dinda.


"By the way, Ryan juga sudah menyatakannya padamu?" tanya Leo penasaran. Dinda hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kapan?" tanya Leo sambil mengangkat kedua alisnya.


"Kemarin," jawab Dinda.


"Cepat juga dia. Apa kamu menerimanya?" tanya Leo sambil tersenyum.


"Apa? Ah, tidak," sahut Dinda sambil menggeleng pelan.


"Tidak atau belum?" tanya Leo memastikan.


"Sudahlah, kamu gak salah, jangan merasa bersalah." kata Leo saat melihat wajah Dinda yang merasa bersalah.


"Kamu... menyukai Ryan, 'kan?" tanya Leo sambil menarik napasnya.


"I-iya." jawab Dinda gugup.


"Oke, semoga berhasil. Ingat, kesempatan tidak akan datang dua kali. Sampai nanti." kata Leo sambil menepuk pundak Dinda lalu pergi dari sana. Dinda juga memutuskan untuk langsung pergi setelah Leo pergi.


...****************...


Malam hari di Kediaman Jonathan


"Tuan muda, Tuan Leo datang dan menunggu Anda di ruang tamu," kata Hendra sambil mengetuk pintu kamar Ryan.

__ADS_1


"Leo? Kenapa dia datang jam segini?" tanya Ryan sambil berjalan ke arah pintu kamarnya untuk membukakan pintu bagi Hendra.


"Saya tidak tau, Tuan muda." jawab Hendra sambil menunduk. Ryan yang malas menyambut tamu di malam hari langsung turun dengan langkah yang berat.


"Hei." panggil Leo saat melihat Ryan yang turun dari lantai atas.


"Apa?" sahut Ryan saat sampai di lantai bawah dimana ruang tamu berada.


"Santai sekali orang yang baru menyatakan perasaannya kemarin." kata Leo.


"Apa? Dinda memberitahumu?" tanya Ryan yang langsung mematung karena terkejut.


"Iya, karena aku spesial untuknya." jawab Leo sambil tersenyum. Ryan hanya menatap sepupunya ini dengan kesal lalu menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.


"Hei, kenapa pergi?!" seru Leo yang merasa kesal karena kehadirannya diabaikan oleh sepupunya. Ryan menghentikan langkahnya sebentar lalu menghadap ke Leo.


"Kenapa datang ke sini tanpa tujuan?" tanya Ryan.


"Aku datang karena aku punya tujuan, dasar!" bentak Leo.


"Oh." sahut Ryan sambil berjalan lagi dengan wajah cueknya.


"Kamu bahkan tidak mau tahu apa tujuanku?" tanya Leo saat Ryan mengabaikannya.


Bersambung......


Halo semua, makasih ya udah ikutin cerita ini sampai episode 66. Semoga novel ini bisa menghibur kalian semua yang membaca. Oh, ya, author mau bilang kalau kalian juga suka novel genre fantasi romance boleh banget ya mampir juga ke novel author dibawah ini. Thank you and have a nice day!


__ADS_1


__ADS_2