Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Terlambat


__ADS_3

Hari ini adalah hari senin yang melelahkan. Para siswa harus berdiri selama satu jam menghadap tiang bendera. Namun, tentu saja berdiri menghadap tiang bendera sama satu jam tidak sebanding dengan perjuangan para pahlawan yang membela bangsa ini sampai bangsa ini bisa merdeka. Setelah selesai upacara, para siswa masih harus mendengarkan pidato dari Kepala Sekolah SMA Tunas Bangsa II, Ibu Ayu Sulistyani.


"Aduh, panas nih gila. Kapan sih tuh kepsek selesai pidatonya? Pidatonya lelet banget kek siput." keluh Louis.


"Sabar, bro. Palingan satu jam lagi selesai." sahut Samuel.


"Ah, bener-bener deh tuh kepsek. Udah berdiri satu jam masih aja harus dengerin pidatonya yang bertele-tele. Gua jadi kepanasan." kata Angel kesal.


"Sabar aja sih." sahut Leo.


"Ih, gua tuh udah sabar ya daritadi." sahut Angel.


"Yaudah, tunggu lagi aja." sahut Samuel. Kepala Sekolah pun selesai membacakan pidato dan peserta upacara dibubarkan. Para murid sudah sangat senang karena akhirnya bisa kembali ke kelas masing-masing tanpa harus kepanasan lagi.


"Akhirnya gak usah panas-panasan lagi." kata Angel.


"Iya. Lega banget rasanya." sahut Ica salah satu teman gengnya.


"Bener lu, Ica. Seneng banget rasanya." sahut Belinda teman satu gengnya.


"Eh, mau suruh anak baru beliin minum buat kita gak di kantin?" tanya Karen yang juga merupakan teman satu geng Angel.


"Wah, ide bagus tuh." sahut Belinda.


"Ayo kita samperin dia!" ajak Angel.


"Ayo!" sahut Mellisa, teman satu geng Angel.


"Hei, anak baru." panggil Karen.


"Beliin minuman dingin buat kita di kantin sekarang!" kata Belinda.


"O-ok." sahut Clarissa ketakutan.


"Kenapa lu masih aja disini? Cepet turun sana ke kantin! Gua udah haus banget nih daritadi!" kata Angel.


"Ok." Clarissa pun langsung turun ke lantai paling bawah untuk menuju ke kantin. Saat ia akan selesai membeli minuman untuk Angel dan gengnya di kantin, ia melihat Dinda yang berada di lapangan. Ia ingin menghampiri Dinda tapi ia masih harus memberikan minuman di tangannya kepada Angel dan gengnya.


"Huh.. Aku harus mengantarkan minuman ini dulu kepada Angel dan gengnya." keluh Clarissa. Ia pun naik ke kelasnya dan memberikan minuman itu kepada Angel.

__ADS_1


...****************...


"Manda, Budi!" panggil Ryan.


"I-iya." sahut Amanda.


"Kenapa kalian terlambat?" tanya Ryan.


"Maaf, bro. Tadi jalanan dari Rumah Amanda macet jadi kami terlambat." sahut Budi.


"Hmm." balas Ryan.


"Manda! Kamu udah kelas 11! Kasih contoh yang baik dong buat kelas 10! Hormat yang bener!" teriak Ryan. Amanda dan semua murid yang dihukum karena terlambat di lapangan langsung gemetar mendengar teriakkan Ryan.


"Denise." panggil Ryan.


"Iya, Kak." sahut Denise.


"Kenapa terlambat?" tanya Ryan.


"Maaf, Kak. Tadi ban mobil aku bocor ditengah perjalanan. Jadi, aku bawa dulu ke bengkel terdekat dan nunggunya 30 menit. Jadi, aku terlambat deh." jelas Denise.


"Rangga." panggil Ryan.


"Iya." sahut Rangga.


"Kenapa terlambat?" tanya Ryan.


"Um.. itu tadi..alarm gua ga bunyi jadi gua kesiangan..maaf, ya." kata Rangga.


"Hmm. Gausah takut gitu gua bukan monster." sahut Ryan.


"Devon!" panggil Ryan.


"Iya, Kak." jawab Devon.


"Kenapa terlambat?" tanya Ryan.


"Maaf, Kak. Tadi pagi aku langsung berangkat ke sekolah tapi pas udah sampai di sekolah baru sadar lupa bawa topi. Jadi, aku balik lagi ke rumah ambil topi dan aku jadinya terlambat." kata Devon.

__ADS_1


"Hmm. Lain kali di cek dulu ya sebelum berangkat." balas Ryan.


"Ok, Kak." sahut Devon.


"Din." panggil Ryan datar. Ia tidak menyangka murid pintar seperti Dinda akan terlambat apalagi saat Hari Senin.


"Iya." sahut Dinda berusaha untuk tidak gemetar.


"Kenapa murid sepertimu bisa terlambat?" tanya Ryan sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Maaf. Tadi pagi aku... Mobil kakakku tadi mesinnya rusak ditengah jalan jadi aku memesan ojek online dan terlambat." jawab Dinda sambil tertunduk.


"Hmm." balas Ryan.


Hmm? Apa maksudmu dengan kata hmm itu Ketos dingin? Sungguh orang menyebalkan sepertinya kenapa bisa banyak yang naksir? batin Dinda.


"Kamu mengumpatku?" tanya Ryan kepada Dinda. Namun, Dinda tidak sadar karena ia masih memikirkan maksud dari kata hmm yang dilontarkan oleh Ryan.


"Dinda!" panggil Ryan.


"Eh, iya kenapa?" tanya Dinda kaget.


"Jangan melamun!" teriak Ryan.


Huh. batin Dinda.


"Baiklah. Kalian sudah boleh mengikuti pelajaran di kelas kalian masing-masing sekarang. Jangan terlambat lagi! Paham?"


"Paham." sahut semuanya kecuali Dinda.


Akhirnya. batin semua yang dihukum di lapangan besar itu.


"Dinda, paham?" tanya Ryan.


"Iya. Aku paham." jawab Dinda.


"Yaudah. Sana ke kelas masing-masing!" kata Ryan. Ia pun meninggalkan lapangan besar itu dan menuju ke kelasnya juga.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2