Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Jadi.. Aku Benar-Benar Menyukainya?


__ADS_3

Saat ini adalah pagi hari dimana matahari terbit dari ufuk timur. Ryan sedang membaca buku pelajaran namun ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Zeva dan Nayra, siswi SMA Tunas Bangsa kelas XI B. Ruang kelas XI A memang berada di ujung sehingga bisa melihat ke arah taman. Tempat duduk Ryan juga berada di dekat jendela. Saat pagi hari, jendela di setiap kelas harus dibuka. Ini membuat Ryan yang tadinya berniat belajar malah jadi fokus ke Zeva dan Nayra. Ia menatap ke bawah dan melihat kedua orang itu duduk di kursi taman.


"Nay. Aku panggil kamu kesini karena mau memberitahu sesuatu." kata Zeva.


"Iya. Apa itu?" tanya Nayra.


"Begini.. sebenarnya.." sahut Zeva sambil menggengam kedua tangan sahabatnya itu.


"Sebenarnya, aku.." kata Zeva ragu.


"Aku sudah lama menyukai Reynaldo." kata Zeva.


"Apa?" tanya Nayra yang tidak bisa percaya dengan apa yang dikatakan Zeva.


"Playboy ber*ngsek itu?" tanya Nayra sambil menatap tajam ke arah Zeva.


"Nay, aku tahu dia menyukaimu. Tapi, kamu bilang kamu tidak mau bersamanya. Jadi, bisakah kamu membantuku mengejarnya?" tanya Zeva.


"Hmm.. Zeva.." sahut Nayra sambil menghela napas panjang.


"Iya." sahut Zeva.


"Sudah berapa lama kamu menyukainya? Bagaimana kamu bisa suka padanya? Apa kamu benar-benar menyukainya?" tanya Nayra sambil menatap tajam ke arah sahabatnya itu.


"Aku sudah menyukainya selama 5 bulan. Maaf, aku tidak langsung memberitahumu karena saat itu kamu dekat dengannya. Aku.. dia banyak membantuku dan memberiku perhatian walaupun aku tahu kalau dia tidak hanya memberikan perhatian seperti itu kepadaku saja. Tapi, aku benar-benar menyukainya." jawab Zeva sambil memberikan tatapan penuh keyakinan.


"Huh.. Oke. Aku akan membantumu." kata Nayra.


"Benarkah?" tanya Zeva senang.


"Benar." jawab Nayra.


"Tapi, Nay." sahut Zeva.


"Hmm?" tanya Nayra.


"Bagaimana aku bisa menyatakan perasaanku padanya?" tanya Zeva.


"Zev, jawab dulu pertanyaanku yang terakhir ini." kata Nayra.


"Apa itu?" tanya Zeva.


"Sebenarnya, cinta itu apa?" tanya Nayra sambil menatap ke arah Zeva.


"Cinta adalah.. ketika kamu rela mengorbankan segalanya hanya untuknya. Ketika kamu terus menerus memikirkannya dan selalu mendoakannya." jawab Zeva yakin.


"Begitukah?" tanya Nayra sambil menatap ke depan.


"Hmm." sahut Zeva.

__ADS_1


"By the way, aku sempat cemburu padamu, Nay." kata Zeva.


"Cemburu? Cemburu apa?" tanya Nayra.


"Cemburu itu bisa banyak hal. Tapi, yang kualami adalah ketika aku marah dan tidak suka melihat orang lain bersama dengan orang yang aku cintai, termasuk kamu, orang terdekatku, Nay. Aku tahu ini tidak masuk akal, tapi, begitulah kenyataannya." jawab Zeva jujur.


"Zev." kata Nayra.


"Iya." sahut Zeva.


"Kalau kamu menyukai seseorang, kamu harus menyatakan perasaanmu kepadanya. Tidak masalah, jika dia menolakmu saat itu, tapi, jika kamu tetap menyukainya, maka kejarlah dia terus. Tidak peduli hatinya terbuat dari baja atau apapun, dia akan luluh pada akhirnya." kata Nayra.


"Jadi, kamu harus menyatakan perasaanmu kepadanya, oke?" tanya Nayra.


"Oke, Nay." jawab Zeva sambil mengangguk.


Kring.. Kring.. Kring..


Bel berbunyi pertanda pelajaran akan segera dimulai.


"Nanti saja kita bicara lagi kalau sudah jam istirahat. Ayo masuk ke kelas!" ajak Nayra.


"Ayo!" sahut Zeva.


"Jadi, aku benar-benar menyukainya?" gumam Ryan setelah menyimak dengan baik percakapan antara Zeva dan Nayra.


"Jadi, aku cemburu pada Leo?" gumam Ryan sambil mengerutkan dahinya.


"Anak-anak, kita akan mulai pelajaran hari ini." kata Bu Rosa.


"Baik, bu." sahut murid-murid kelas XI A.


...****************...


Malam Hari Di Kediaman Jonathan


Kalau kamu menyukai seseorang, kamu harus menyatakan perasaanmu kepadanya. Tidak masalah, jika dia menolakmu saat itu, tapi, jika kamu tetap menyukainya, maka kejarlah dia terus. Tidak peduli hatinya terbuat dari baja atau apapun, dia akan luluh pada akhirnya. Kalimat itu terus menghantui pikiran Ryan. Namun, sesaat ia mengingat kenangannya dengan Alexa. Sebenarnya, kalimat yang diucapkan Nayra itu ada benarnya.


...****************...


"Ryan." panggil Alexa.


"Hmm?" tanya Ryan.


"Aku ingin bicara denganmu sebentar. Ini penting, apa kamu bisa meluangkan waktu sebentar saja?" tanya Alexa.


"Ada apa?" tanya Ryan.


"Ryan, aku menyukaimu!" jawab Alexa.

__ADS_1


"Apa?" tanya Ryan terkejut. Namun, ia tidak mengubah ekspresi wajahnya. Wajahnya tetap terlihat dingin saat itu.


"Aku benar-benar menyukaimu!" seru Alexa.


"Maaf, tapi, aku tidak.." sahut Ryan.


"Ryan! Aku tau kamu tidak menyukaiku, tapi, tidak peduli apa, aku akan tetap mengejarmu! Lihat saja nanti, kamu akan luluh suatu saat nanti!" seru Alexa. Alexa lalu berlari pergi sambil menangis.


...****************...


"Lupakan tentang Alexa. Jadi, aku benar-benar harus menyatakan perasaanku pada Dinda?" tanya Ryan pada dirinya sendiri.


"Bagaimana aku bisa menyatakan perasaanku padanya?" tanya Ryan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan berdiri di depan kaca.


"Din, maukah kamu berkencan denganku?" tanya Ryan dengan nada datar.


"Tidak, tidak. Itu sangat canggung." kata Ryan.


"Din, Aku menyukaimu. Maukah kamu menjadi pacarku?" tanya Ryan sambil tersenyum.


"Tidak, tidak mungkin." kata Ryan.


"Apa aku harus membawa hadiah dulu?" tanya Ryan.


"Hadiah.. Hadiah apa yang disukai wanita?" tanya Ryan bingung.


"Bunga? Cokelat?" tanya Ryan sambil menebak-nebak.


"Ah, tidak. Itu akan sangat aneh." kata Ryan.


"Apa yang dulu aku berikan kepada Alexa saat pertama kali aku menyukainya?" tanya Ryan.


"Tidak ada. Dia yang selalu memberikan banyak hadiah kepadaku sekalipun aku tidak memintanya." sahut Ryan kepada dirinya sendiri.


"Ah, bagaimana ini.." kata Ryan sambil mengacak-acak rambutnya. Ia merasa frustasi karena tidak tahu harus bagaimana.


Bonus bocoran untuk episode minggu depan:


"Din." kata Ryan.


"Iya?" tanya Dinda sambil mengepalkan kedua tangannya. Sejujurnya, ia gugup setiap berada di dekat Ryan.


"Aku.." kata Ryan.


"Ehem, aku.." kata Ryan mencoba mengumpulkan niat untuk memberanikan diri.


"Kenapa?" tanya Dinda sambil menatap mata Ryan.


"Sebenarnya, aku menyukaimu." jawab Ryan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

__ADS_1


"Apa?" tanya Dinda terkejut.


Hai readers, sorry author baru sempet up sekarang. Author akan ada ujian tengah semester selama satu minggu ke depan. Jadi, selama satu minggu author tidak menjamin bisa up bab baru. Terima kasih buat readers yang selalu mendukung karya ini. ~Bella


__ADS_2