Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Hanya Aku Yang Tidak Tahu?


__ADS_3

"Sudahlah, Gel. Lupakan saja." kata Matthew.


"Lupakan saja? Apa kamu pikir semudah itu untuk melupakan sesuatu?!" bentak Angel tidak terima.


"Angel! Ryan melihat kita!" seru Matthew sambil jari telunjuknya menunjuk ke lantai dua.


"Apa?" tanya Angel kaget. Ia ikut melihat ke lantai dua dan ternyata benar bahwa Ryan memperhatikan apa yang sedang terjadi.


"Alexa, hari ini aku tidak akan memermasalahkan kejadian kali ini. Pergilah kalau kamu memang mau pergi." kata Angel lembut. Alexa hanya tersenyum lalu pergi. Angel juga langsung pergi menaiki tangga untuk menemui Ryan di lantai dua.


"Benar-benar membuat kepalaku terasa sakit dan pusing aja." desah Matthew sambil memijat keningnya.


...****************...


Malam hari di Kediaman Jonathan


"Ryan." panggil Jonathan, sang ayah.


"Pa? Papa pulang?" tanya Ryan.


"Iya, Nak. Papa ingin membicarakan sesuatu." jawab Jonathan yang wajahnya terlihat lesu.


"Ada apa?" tanya Ryan.


"Ini.. Minggu depan.. Papa dan Om Revan akan dinner di hotel. Kamu dan Clarissa juga akan ikut." kata Jonathan.


"Oke." sahut Ryan. Ia tidak menanyakan apapun karena merasa tidak ada yang salah dengan dinner bareng seperti itu.


"Ryan.. Papa dan Om Revan akan mengajak kamu dan Clarissa karena kami berdua akan melaksanakan acara pertunangan kalian." kata Jonathan dengan wajah yang terlihat cemas.


"Apa? Acara pertunangan? Pa, apa maksudnya semua ini?" tanya Ryan.


"Ryan, Om Revan mengalami masalah di perusahaannya. Beliau meminta bantuan papa. Papa tadinya mau membantunya secara cuma-cuma, tapi, ia mendesak papa untuk menjodohkan kamu dengan Clarissa. Papa lihat Clarissa juga adalah gadis yang baik. Jadi, papa setuju dengan Om Revan." Jonathan berusaha menjelaskan.

__ADS_1


"Kenapa mendadak sekali? Kenapa baru memberitahuku sekarang? Apa Clarissa sudah tahu?" tanya Ryan.


"Papa tidak tahu apa Om Revan sudah memberitahunya atau belum." jawab Jonathan.


"Aku pergi ke kamarku dulu." kata Ryan sambil berlalu pergi dari ruang tamu. Ia menaiki anak tangga dengan putus asa. Ia bahkan tidak tahu harus bicara apa pada Clarissa dan Dinda nantinya. Saat ini air matanya hampir jatuh dari kelopak matanya. Ryan melangkah menuju lantai tiga dimana kamarnya berada dan mengusap air matanya.


[Ryan] "Halo."


[Clarissa] "Halo, Ryan. Ada apa?"


[Ryan] "Clarissa, apa kamu sudah tahu tentang acara pertunangan kita?"


[Clarissa] "Sudah."


[Ryan] "Apa ada orang lain yang tahu?"


[Clarissa] "Seharusnya tidak. Ah, aku pernah menceritakannya ke Dinda dan Ayu. Sebenarnya, aku tidak berniat mengatakannya. Aku keceplosan saat itu."


[Clarissa] "Satu minggu yang lalu."


[Ryan] "Ah, oke.. Makasih. Bye."


[Clarissa] "Bye."


[Ryan] "Leo. Aku ingin bertemu denganmu sekarang. Datang ke taman di rumahku sekarang!"


...****************...


Malam hari di taman


"Hei, ada apa minta bertemu denganku malam-malam?" tanya Leo.


"Aku ingin menceritakan sesuatu." jawab Ryan.

__ADS_1


"Apa sangat mendesak sampai kamu harus menceritakannya sekarang?" tanya Leo yang tampak tidak suka.


"Sangat mendesak." jawab Ryan.


"Baiklah. Apa itu?" tanya Leo.


"Aku akan bertunangan dengan Clarissa satu minggu lagi. Aku yakin kamu tidak tau hal ini tapi akan tetap aku ceritakan." kata Ryan.


"Siapa bilang aku tidak tau?" tanya Leo yang tidak terima.


"Kamu sudah tau?" sahut Ryan sambil menatap mata Leo dengan kebingungan.


"Sudah." jawab Leo.


"Jadi, hanya aku yang tidak tau?" tanya Ryan sambil mengerutkan dahinya.


"Mungkin iya." jawab Leo sambil mengedikkan bahunya.


"Bagaimana bisa?" gumam Ryan.


"Ryan, apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Leo sambil menatap wajah Ryan.


"Kesal." jawab Ryan sambil mengepalkan kedua tangannya. Ia merasa bersalah terhadap Dinda dan Clarissa. Namun, di pikirannya saat ini hanya ada Dinda.


"Maksudku, apa yang kamu rasakan saat tau akan bertunangan dengan Clarissa satu minggu lagi? Apa yang kamu pikirkan tentang Clarissa?" tanya Leo.


"Itu tidak penting. Aku hanya ingin menemui Dinda dan menjelaskan semua ini padanya." sahut Ryan sambil pergi ke garasi di rumahnya.


"Hei, kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya Leo terkejut.


"Ryan!" teriak Leo.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2