Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Aku Tidak Bisa Melupakannya


__ADS_3

"Selamat.. Dengan demikian, Saudara Ryan Jonathan dan Saudari Clarissa Adrian Wijaya resmi menjadi sepasang tunangan." kata MC yang memandu acara tunangan malam itu.


Setelah sesi foto selesai dan para tamu terlihat asik menyantap hidangan yang disediakan, Ryan memilih keluar dari aula yang menurutnya menyesakkan.


...****************...


"Ryan, kamu kenapa?" tanya Clarissa.


"Tidak. Aku gapapa kok. Di dalam terlalu padat, aku keluar cuma mau cari udara segar aja." jawab Ryan.


"Oh, oke. Bolehkan aku duduk di sebelahmu?" tanya Clarissa.


"Boleh." jawab Ryan.


Dinda.. Apa aku harus mencoba melupakannya?


"Kalian daritadi disini?" sahut seseorang dari belakang.


"Hai, Leo." sapa Clarissa.


"Sedang apa kalian disini?" tanya Leo.


"Kami melihat bintang bersama." jawab Clarissa sambil tersenyum.


"Oh, begitu ya. Maaf, aku sudah menggangu kalian." kata Leo. Leo hendak pergi namun Ryan menatapnya tajam. Setelah beberapa saat, Leo baru mengerti apa maksud tatapan Ryan.


"Ah, Ryan, kita 'kan ada latihan malam ini. Apa kamu bisa sekarang? Mumpung disini sepi." ajak Leo.


"Oh, bisa." sahut Ryan.


"Clar, kami pergi dulu ya. Sampai nanti." kata Leo.


"Oh, iya. Sampai nanti." sahut Clarissa.


"Hei, kenapa kamu menghindarinya?" tanya Leo setelah ia dan Ryan sudah agak jauh dari Clarissa.


"Tidak. Aku tidak menghindarinya." jawab Ryan sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada apa? Kamu sepertinya serius sekali." sahut Leo.


"Tidak." jawab Ryan.


"Hei, kamu tidak mau melupakan Dinda, 'kan?" tanya Leo.


"Aku akan mencobanya." kata Ryan dengan tatapan matanya yang terlihat serius.


"Mencoba apa? Melupakan Dinda?" tanya Leo.


"Mencoba keluar dari pertunangan ini." kata Ryan.


"Harusnya kamu lari saja tadi saat acara. Sekarang sudah terlambat." sahut Leo sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu gila? Aku bukan orang yang seperti itu." bentak Ryan.


"Sekarang bagaimana? Apa kamu akan bilang ke Clarissa kalau kamu menyukai Dinda? Clarissa pasti akan kecewa." sahut Leo.


"Tidak tau. Aku belum memikirkannya." jawab Ryan.


"Apa?" sahut Ryan kesal.


"Jika kamu sudah memutuskan untuk melupakan Dinda, beritahu aku." jawab Leo.


"Untuk?" sahut Ryan.


"Memangnya Dinda itu milikmu seorang? Tentu saja supaya aku juga bisa mengejarnya." seru Leo.


"Cih." Ryan mencibir tidak suka.


"Kenapa sinis sekali?" tanya Leo.


"Kita lihat saja nanti." kata Leo.


"Apa maksudmu?" hardik Ryan.


"Kamu tau maksudku." sahut Leo sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan memikirkannya nanti." kata Ryan.


"Hei, aku mau pergi ke toilet sebentar." kata Ryan.


...****************...


"Leo, aku tidak bisa melupakan Dinda!" seru Ryan.


"Apa?" tanya Leo. Ia benar-benar terkejut.


Bukannya anak ini baru balik dari toilet? Bagaimana bisa dia membuat keputusan secepat itu? kata Leo dalam hati.


"Aku tidak bisa melupakan Dinda!" teriak Ryan.


"Coba ulangi sekali lagi." kata Leo.


"Aku tidak bisa melupakan Dinda!" kali ini Ryan benar-benar teriak dengan lantang.


"Haha.. Ternyata kamu benar-benar serius. Baiklah kalau begitu. Semoga beruntung." kata Leo sambil menepuk bahu Ryan.


"Karena aku juga akan mengejarnya." kata Leo sambil tersenyum.


"Leo.." kata Ryan sambil menarik napas dalam-dalam.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh menyukainya? Memangnya cuma kamu yang boleh menyukainya?" seru Leo sambil tersenyum.


"Terserah." sahut Ryan. Leo yang awalnya tersenyum seketika menjadi khawatir akan sesuatu.


"Tapi, bagaimana dengan Clarissa?" tanya Leo cemas.


"Leo, menurutmu berapa lama aku bisa berpura-pura terus padanya? Aku akan berkata yang sebenarnya padanya nanti." kata Ryan.


"Baiklah." sahut Leo.


Semoga apa yang tidak diharapkan tidak pernah terjadi batin Leo.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2