Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Alexa Sakit


__ADS_3

"Apa kamu mau terus menutup mulutmu?" tanya Leo karena merasa terus diabaikan.


“Aku pikir kamu selalu lebih tau semuanya daripada siapapun. Jadi,untuk apa aku masih harus menjelaskannya lagi?” balas Ryan. Perkataan Ryan barusan berhasil membuat Leo menutup mulutnya.


“Ryan,” panggil Leo lagi setelah tercipta keheningan yang cukup lama di antara mereka berdua.


“Apa?” sahut Ryan.


“Saat itu...” kata Leo mencoba menjelaskan.


“Kamu tidak perlu menjelaskannya lagi, dia yang memang tidak mau bersamaku lagi sejak hari itu,” sela Ryan.


“Tidak. Bukan seperti itu...” sahut Leo.


“Aku tau. Aku sudah mendengarnya,” kata Ryan pada akhirnya.


“Darimana kamu mendengarnya?” tanya Leo dengan intonasi yang sedikit naik.


“Itu tidak penting,” jawab Ryan tidak acuh.


“Dia masih sangat agresif seperti dulu,” kata Leo menceritakan yang sebenarnya.


“Kamu bahkan tidak mau tau apa yang dia lakukan?” tanya Leo.


“Tidak, aku tidak perlu tau. Kamu harus ingat kalau dulu aku percaya padamu dan sekarang pun masih sama,” jawab Ryan sambil menepuk pundak sepupunya itu.

__ADS_1


“Kenapa kamu percaya padaku?” tanya Leo sambil menatap mata Ryan untuk mencari jawaban yang sebenarnya.


”Karena kamu yang selalu bersamaku disaat senang atau susah. Aku percaya kamu tidak akan melukaiku,” kata Ryan tanpa menatap ke arah Leo.


“Hanya karena itu?” tanya Leo. Ryan mengangguk dan kembali berjalan lagi.


“Aku mau pulang, Bu Dian akan datang sore ini. Jadi, aku harus bersiap-siap,” kata Ryan.


“Oke, bye,” sahut Leo.


*****


Sore hari di ruang tamu Jonathan


“Kamu udah paham?” tanya Bu Dian setelah menjelaskan materi Barisan dan Deret.


“Oke, kalau gitu kita lanjut ke materi berikutnya ya. Limit Fungsi Aljabar,” sahut Bu Dian.


"Tolong tetap fokus selama ibu menjelaskan dan bertanya jika ada yang tidak kamu mengerti," kata Bu Dian sambil tersenyum.


"Iya, Bu," sahut Ryan.


*****


Malam hari di kamar Ryan

__ADS_1


“Siapa ini?” tanya Ryan saat melihat ada panggilan masuk dari nomor yang tidak ia kenali.


“Halo,” Ryan mengangkat panggilan itu dengan tangan kanannya.


“Ryan, tolong bantu aku!” seru seorang wanita di telepon.


“Kamu siapa?” tanya Ryan bingung.


“Aku sepupunya Alexa! Saat ini, dia terbaring sangat lemah di ranjang rumah sakit,” jawab wanita itu. Ryan benar-benar bingung karena setaunya sepupu Alexa yang perempuan masih kecil. Tapi, suara wanita yang meneleponnya saat ini terdengar seperti seusia Alexa. Ia lebih bingung lagi karena sepupu Alexa bisa mendapat nomornya. Namun, meski ia kebingungan, ia tetap ingin segera mematikan panggilan telepon ini.


“Tunggu!” sentak wanita itu. Ia tahu Ryan akan mematikan panggilan teleponnya saat ini.


“Apalagi?” tanya Ryan setengah berteriak.


“Dia mau kamu mengunjunginya,” jawab wanita itu sedikit gemetar.


“Katakan padanya, aku tidak ada urusan lagi dengannya,” kata Ryan dengan nada dingin.


“Dia bahkan tidak mau makan dan tidak mau melakukan apa pun! Aku tau kamu tidak mencintainya lagi, tapi setidaknya biarkan dia melihatmu! Dia hanya mau melihatmu!” teriak wanita itu. Ryan terdiam sebentar. Sebelum ia sempat mematikan panggilan itu, ia mendengar suara yang sangat ia kenali.


“Ryan, kali ini saja,” kata Alexa dengan lirih.


“Aku mau melhatmu sebelum aku mati,” lanjutnya. Ryan mengerutkan dahinya dan mengepalkan tangan kirinya mendengar kalimat itu. Mati? Apa wanita ini mau bunuh diri? Ryan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.


“Kamu di mana?” tanya Ryan akhirnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2