Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Resmi Menjadi Tunangan


__ADS_3

Acara tunangan Ryan dan Dinda dilaksanakan di salah satu ballroom hotel yang mewah di Jakarta. Acara itu dihadiri oleh ratusan tamu undangan, baik dari keluarga Ryan maupun keluarga Dinda.


“Selamat siang, semuanya,” sapa seorang MC laki-laki yang sudah berdiri di atas panggung.


“Siang,” balas para tamu undangan yang hadir pada siang ini.


“Hari ini kita semua mau ngapain ya di tempat ini?” tanya MC itu.


“Nonton acara tunangan Ryan sama Dinda,” sahut para tamu undangan dengan antusias.


“Kalau gitu, kita langsung panggil aja ya mereka. Kepada Kak Ryan dan Dinda silakan naik ke atas panggung,” kata MC sambil menepuk kedua tangannya.


Para tamu pun ikut bertepuk tangan. Ryan dan Dinda segera naik ke atas panggung dan menghadap para penonton sambil tersenyum.


“Wooo!” sorak Rangga yang selalu menjadi orang paling heboh setiap kali ada acara seperti ini.


“Oke, sekarang pasangan kita udah naik ke atas panggung nih. Aku mau nanya ke Kak Ryan dulu nih, boleh gak?” tanya MC sambil menatap ke arah Ryan dan menyodorkan sebuah microphone kepadanya.


“Boleh.” Ryan mengangguk sambil tersenyum.


“Waktu pertama kali Kak Ryan ketemu sama Kak Dinda rasanya tuh kayak gimana sih?” sahut MC itu.


“Jujur aku penasaran sama Dinda karena dia ramah ke semua orang tapi gak ramah ke aku,” jawab Ryan sambil tertawa saat ia kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Dinda.


“Kalau dari Kak Dinda nih, apa yang Kak Dinda rasain waktu pertama kali bertemu dengan Kak Ryan?” sahut sang MC sambil memberikan microphone kepada Dinda.


“Sebenarnya, waktu pertama kali aku ketemu sama Ryan, aku merasa Ryan itu orangnya nyebelin karena dia cuek tapi kepo.” Dinda tersenyum sembari menatap wajah Ryan yang masih tertawa dengan gaya cool-nya.


“Ternyata begitu, ya. Gimana nih ceritanya sampe kalian bisa saling suka?” tanya sang MC.

__ADS_1


“Aku ditolak dua kali sama Dinda sebelum aku bisa pacaran sama dia, tapi aku akhirnya bisa bikin dia suka sama aku,” jawab Ryan.


”Wah, Kak Ryan hebat banget, ya. Kalau aku yang jadi Kak Ryan sih aku pasti bakal pilih cewe lain buat jadi pacar aku. Hahaha, bercanda doang, ya.” sang MC pun tertawa lepas.


“Aku yakin Kak Ryan mau ngejar Kak Dinda berkali-kali karena Kak Dinda itu orang yang luar biasa spesial buat Kak Ryan, betul atau bener?” tanya sang MC.


“Bener,” jawab Ryan sambil menoleh ke arah Dinda.


“Oke, sekarang waktunya kita masuk ke sesi tukar cincin,” kata MC itu dengan antusias.


Setelah MC memberikan aba-aba berupa hitungan mundur dari angka 3 sampai 1, Ryan memegang tangan kiri Dinda dan memasangkan cincin di jari manisnya. Semua tamu undangan bertepuk tangan saat Ryan memasangkan cincin ke jari manis di tangan kiri Dinda.


“You’re my fiancée now, baby,” bisik Ryan sambil tersenyum.


“Love you, dear, fiancé,” sahut Dinda. Ryan langsung memegang tengkuk Dinda dengan tangan kanannya dan mencium bibir pasangannya itu dengan lembut.


“Wah, selamat, ya. Kalian udah resmi jadi sepasang tunangan. Kasih tepuk tangan lagi dong buat pasangan kita hari ini!” seru sang MC dengan antusias. Para tamu undangan kembali bertepuk tangan untuk Ryan dan Dinda. 


Berdoa pun selesai dan sesi salaman dimulai. Para tamu undangan naik ke atas panggung untuk menyalami Dinda dan Ryan beserta keluarga mereka.


“Selamat, ya. Aku seneng banget akhirnya kalian jadi sepasang tunangan,” kata Ayu.


“Selamat, Ryan, Dinda. Aku yakin kalian berdua itu pasangan yang cocok," kata Clarissa.


“Langgeng terus, ya," kata Rangga.


“Selamat, Ryan, Dinda, semoga kalian langgeng terus sampe nikah." Leo menjabat tangan Ryan dan Dinda sambil tersenyum.


“Amin. Makasih semuanya," sahut Dinda sambil tersenyum.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Dinda karena akhirnya ia bisa berkomitmen bersama Ryan untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.


“Kamu pasti cape abis nyalamin tamu sebanyak ini, mau aku pijitin pundaknya gak?” tanya Ryan setelah mereka selesai menyalami seluruh tamu undangan.


“Mau, Sayang.” Dinda mengangguk.


Ryan pun mulai memijitkan pundak Dinda. Sementara itu, Leo dan Clarissa yang sedang antre untuk mengambil makanan mereka melihat Ryan yang memijit pundak Dinda.


"Mereka so sweet banget deh," kata Clarissa sambil tersenyum.


"Dasar bucin," kata Leo sambil menggelengkan kepalanya.


“Udah cukup kok,” kata Dinda.


“Kamu yakin udah gak pegel lagi? Baru 2 menit loh,” balas Ryan.


“Aku udah gak pegel lagi, Sayang. Kamu juga pasti cape, ‘kan? Mau aku gantiin pijitin pundak kamu?” tanya Dinda khawatir. Ryan langsung menggeleng, kemudian ia tersenyum.


“Kamu cantik banget hari ini, Sayang. Aku suka,” kata Ryan.


“Kamu suka makeup-nya?” tanya Dinda sambil menatap ke arah Ryan.


Ryan mengamati tubuh Dinda dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Rambut Dinda yang dicatok menjadi curly. Makeup yang tipis, tapi tetap manis untuk Dinda. Gaun warna merah muda yang tidak berlengan serta sepatunya yang berwarna merah tua.


“Aku suka kamu, makeup kamu, senyum kamu, parfum kamu, baju kamu, dan semua yang kamu pake hari ini buat acara tunangan kita. Aku suka semua tentang kamu, Sayang," jawab Ryan sambil tersenyum.


“Aku juga suka kamu, Sayang.”


Ryan tersenyum mendengarnya, ia langsung memeluk Dinda di depan semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


 


Bersambung……


__ADS_2