Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Alexa Membuat Keributan


__ADS_3

"Jangan mimpi!" seru Ryan. Namun, ia tidak sadar bahwa Leo memerhatikan dirinya dan Alexa dari jauh.


Maafkan aku. Semoga kamu tidak mengecewakanku, Ryan. kata Leo dalam hati. Setelah mengatakannya, Leo pun pergi ke ruang kelas XI D.


"Dinda, aku tidak akan membiarkanmu terluka." gumam Leo.


"Hai, Leo." sapa Clarissa sambil menepuk pundaknya.


"Clarissa! Hai juga." sahut Leo.


Kenapa dia tiba-tiba muncul sih? Semoga dia ga denger yang tadi. batin Leo.


"Ngapain kamu barusan?" tanya Clarissa curiga.


"Ga ngapa-ngapain." jawab Leo.


"Ah, masa?" sahut Clarissa sambil menyipitkan matanya.


"Beneran ga ngapa-ngapain kok." jawab Leo sambil tertawa. Leo memang pandai mengatur ekspresi.


"Hmm, yaudah. Terus, kenapa kamu malah berdiri di depan kelas? Masuk dong." kata Clarissa.


"Oh, iya." jawab Leo yang langsung masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya. Clarissa hanya menggelengkan kepalanya.


Tadi Leo bilang tidak akan membiarkanmu terluka, apa maksudnya itu? batin Clarissa sambil menatap Leo yang duduk di kursi sebrang depannya.


...****************...

__ADS_1


Ruang Kelas XI D


"Siapa disini yang namanya Clarissa?" tanya Alexa.


"Alexa!" teriak Angel.


"Hai, Angel. Kita bertemu lagi." kata Alexa.


"Mau ngapain kamu ke sini?!" seru Angel.


"Aku ga mau urusan sama kamu. Minggir!" sahut Alexa.


"Mau cari anak baru itu? Buat apa?" tanya Angel kepo.


"Aku ga ada kewajiban buat kasih tau kamu tujuan aku cari dia. Jangan ikut campur!" hardik Alexa. Ia langsung pergi dari sana.


"Aku tidak semena-mena denganmu. Aku juga tidak mau membuat keributan dengan siapapun. Aku hanya ingin bertemu Clarissa. Lebih baik kamu bercermin dan rawat dulu dirimu sendiri sebelum menasihati orang lain." kata Alexa sambil menunjuk Angel. Setelah itu, ia langsung pergi sambil mengibaskan rambutnya.


"Alexa!" seru Angel geram. Namun, Alexa mengacuhkan Angel seolah tidak ada yang terjadi. Ia menyusuri seluruh ruang kelas XI D dan akhirnya ia menemukan Clarissa karena ada nama di rompi yang dipakai setiap siswa.


"Kamu pasti Clarissa, 'kan?" tanya Alexa.


"Iya. Ada apa?" sahut Clarissa.


"Ikut aku keluar!" seru Alexa. Clarissa pun mengikuti kemauan Alexa supaya ia tidak membuat keributan di dalam kelas.


"Apa yang mau kamu katakan?" tanya Clarissa.

__ADS_1


"Sebenarnya, apa pesonamu?" sahut Alexa.


"Apa?" tanya Clarissa terkejut.


"Bagaimana kamu bisa menjadi tunangan Ryan saat kamu tidak secantik diriku?" tanya Alexa sambil menelusuri Clarissa dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Maaf, aku tidak mengerti maksudmu." kata Clarissa yang mulai tidak suka dengan gadis di hadapannya ini.


"Tidak usah berpura-pura bodoh! Kamu pasti memakai cara licik untuk memaksa Ryan bertunangan denganmu, 'kan?" tanya Alexa.


"Maaf. Aku tidak bisa berbicara lagi denganmu. Kelas hampir dimulai, aku harus masuk." sahut Clarissa.


"Beraninya kamu mengabaikanku!" seru Alexa sambil melayangkan tangannya untuk memukul Clarissa. Hal ini sebenarnya sudah merupakan kebiasaannya jika ada orang yang tidak mendengarkannya.


"Alexa!" teriak Ryan yang dengan cepat langsung menangkis tangan Alexa yang hampir mengenai wajah Clarissa.


"Ryan, kamu akhirnya muncul untuk membela tunanganmu ini?" tanya Alexa mencibir.


"Tunangan?" tanya salah seorang murid yang kebetulan lewat dan mendengar percakapan Alexa.


"Murid baru itu bertunangan dengannya?" tanya murid yang lain.


"Cukup! Kamu sudah keterlaluan!" seru Ryan.


"Ryan, sudahlah. Aku tidak apa-apa." kata Clarissa. Ryan menghela napasnya lalu ia tiba-tiba terpikirkan suatu ide untuk membuat Alexa pergi dengan sendirinya.


Ini sesuatu yang baru bagiku. Aku baru tau dia bisa marah saat membela Clarissa. Aku ingin lihat yang selanjutnya. kata Leo dalam hati.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2