Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Bertemu di Tempat Gym


__ADS_3

Flash Back On


"Kurang ajar! Siapa mereka berlima? Beraninya menggangu putriku!" teriak Revan sambil menggebrak meja kerja di depannya.


"Mereka adalah Angeline Putri.." kata asisten pribadinya yang bernama Devon. Ia baru saja mau menjawab pertanyaan bosnya itu tapi langsung dibentak.


"Cukup! Itu nanti saja! Kenapa kamu tidak bisa bekerja dengan becus? Sekarang suruh Kevin dan Reno jemput Clarissa pulang ke mansion!" bentak Revan.


"Baik, Pak." sahut Devon tegas lalu ia pamit dan menyuruh Kevin dan Reno untuk menuju ke lokasi kejadian dan menjemput Clarissa.


...****************...


"Hei, Ryan!" sapa Leo.


"Leo? Kenapa kamu disini?" tanya Ryan bingung. Ryan sudah tiga tahun berolahraga di gym ini, tapi tidak pernah melihat Leo atau lebih tepatnya mungkin saja ia tidak pernah menyadari Leo ada di dekatnya karena tempat gym itu memiliki 3 lantai. Ryan dan Leo sekarang sedang berlari di atas treadmill di tempat gym yang terkenal di kota itu.


"Berolahraga sama sepertimu tentunya. Memangnya menurutmu kenapa aku disini?" tanya Leo.


"Bisa saja kamu mau mencari pacar." jawab Ryan asal.


"Hei. Lihat dirimu. Kamu juga belum punya pacar. Kenapa tidak kamu duluan saja?" tanya Leo sambil tersenyum.


"Tidak, terima kasih. Kamu lebih tua dariku. Kamu duluan saja." jawab Ryan acuh.


"Aku cuma dua bulan lebih tua darimu. Apa bedanya?" seru Leo.

__ADS_1


"Tentu saja beda!" teriak Ryan.


"Tapi, kamu lebih tinggi dan tampan dariku. Kamu juga kapten basket yang hebat." tutur Leo.


"Leo, tubuhmu lebih atletis dariku. Para gadis akan tergila-gila padamu." sahut Ryan.


"Sembarangan. Kamu juga tahu kalau kamu lebih digemari daripada aku."


"Tidak. Aku tidak tahu." jawab Ryan tanpa menoleh ke arah Leo.


"Jangan berpura-pura bodoh, sobat. Aku mengenalmu dari kecil. Kamu tidak bisa membohongiku." kata Leo kesal.


"Sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu. Sampai nanti." sahut Ryan sambil melambaikan tangannya lalu menuju ke eskalator untuk turun ke lantai bawah.


"Huh.. Terserah. Aku juga lelah berdebat denganmu." kata Leo. Ia melanjutkan larinya di atas treadmill.


"Din." Leo segera menyudahi aktivitasnya dan memanggil gadis yang menurutnya adalah Dinda.


"Leo!" panggil gadis itu.


Dugaanku tidak salah. batin Leo.


"Din, apa kamu biasanya berolahraga disini?" tanya Leo.


"Iya tapi hanya Hari Senin, Kamis, dan Sabtu." jawab Dinda sambil tersenyum. Gadis itu memang ramah.

__ADS_1


"Oh, kamu berolahraga tiga kali seminggu." sahut Leo.


"Tidak. Aku berolahraga setiap hari. Tapi, hanya jogging tiap pagi." sahut Dinda.


"Oh, begitu. Kamu memang orang yang rajin, Din." sahut Leo.


"Ah, tidak kok. Kamu sudah selesai lari?" tanya Dinda.


"Iya. Aku mau ke lantai bawah sekarang." jawab Leo.


"Oh, ya? Aku ikut. Aku mau membeli minuman." sahut Dinda.


"Oke. Ayo!" sahut Leo. Mereka pun turun ke lantai bawah dan mampir ke supermarket disana.


"Din. Kamu sudah selesai memilih minuman yang kamu mau?" tanya Leo.


"Iya.." sahut Dinda. Ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena ada seseorang berlari ke arah mereka berdua.


"Kalian! Kenapa aku juga harus melihat kalian di hari libur?" teriak Ryan menyela kalimat Dinda.


"Kenapa memangnya? Leo, ayo kita bayar ke kasir!" seru Dinda. Tapi, gadis itu masih menunjukkan sebuah senyuman karena memang ia selalu seperti itu jika bertemu siapapun.


"Oke." sahut Leo sambil tersenyum. Ia tahu kemunculan Ryan yang tiba-tiba adalah karena Ryan ingin melihat Dinda.


"Beraninya mereka mengabaikanku." kata Ryan kesal.

__ADS_1


"Dinda, karena kamu tersenyum tadi maka aku tidak akan mempersalahkan kamu walaupun tadi kamu mengabaikanku." lanjutnya.


Bersambung...


__ADS_2