
"Ah, lega rasanya." kata Dinda setelah Ia memainkan hampir semua wahana disana.
"Kita istirahat saja atau lanjut main lagi?" tanya Ayu.
"Hanya ada satu yang belum kita mainkan. Rumah hantu itu." sahut Amanda.
"Tapi, bukannya kamu takut hantu?" sahut Ayu.
"Hehe.. aku kan ada Budi." sahut Amanda.
"Apa kalian semua mau ikut?" sahut Amanda.
"Iya. Tanggung tinggal satu permainan lagi." sahut semua kecuali Amanda.
"Baiklah. Ayo!" sahut Ayu.
Mereka pun masuk kesana. Suasana disana memang sangat menyeramkan. Itu membuat Amanda berteriak keras dan langsung memeluk Budi.
"Gelap sekali. Aku takut." kata Amanda.
"Tolong jangan tinggalkan aku ya." lanjutnya.
"Tidak apa-apa. Percayalah padaku." sahut Budi berusaha menenangkan.
...****************...
"Leo!"
"Hei Leo! Kau benar-benar sudah bosan hidup ya!"
Leo meninggalkan Ryan daritadi karena Ia tahu Ryan sebenarnya takut hantu.
"Bruk."
"Ah! Ada hantu!!!!!!!"
"Leo, apa itu kau?" Ryan mengarahkan senternya ke arah orang yang menabraknya. Seorang wanita yang wajahnya terlihat sangat familier.
"Din?"
"Ryan?"
"Maafkan aku." sahut Dinda.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Dinda kaget.
"Kau bodoh atau bagaimana! Tentu saja aku sedang bermain." sahut Ryan.
"Ah, iya benar."
Kenapa aku harus menabraknya sih!
__ADS_1
"Kau kesini sendirian?"
"Tidak."
"Tapi kenapa kau sendirian sekarang?"
"Aku hanya terpisah dari teman-temanku."
"Siapa? Amanda?"
"Iya. Dan yang lain juga."
"Mau berjalan bersama?" tanya Ryan. Ia tidak punya pilihan lain karena Ia sendiri merasa takut.
"I-Iya." Dinda menjawab ragu.
"Ahhhh!" Ryan berteriak histeris saat tiba-tiba ada laba-laba mainan yang jatuh tepat di depannya. Saking takutnya, Ia refleks memeluk Dinda.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dinda.
"Tentu, memangnya menurutmu aku bisa kenapa?" sahut Ryan. Ia segera melepaskan pelukannya dan berjalan sok berani.
Mereka akhirnya sampai di pintu keluar. Ryan kesulitan bernapas karena syok selama di dalam rumah hantu. Dinda pun menepuk-nepuk pundak Ryan dan mengusapnya perlahan.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Dinda mulai khawatir.
"Uhuk..Iya." sahut Ryan.
"Ah, aku melamun ya?" jawab Dinda.
"Wah, aku penasaran bagaimana orang sepertimu bisa dapat ranking?" sahut Ryan.
"Itu..." Baru saja Dinda akan menjawab, perutnya sudah bunyi.
"Kau lapar? Belum makan sore?" tanya Ryan.
"I-iya belum." sahut Dinda.
"Bodoh! Sekarang sudah pukul 19:30! Kenapa tidak makan daritadi?" gerutu Ryan.
"Tadi aku belajar sampai lupa waktu. Tapi aku udah ngemil kok." sahutnya.
Kenapa malah kau yang marah? Ah, aku benar-benar lapar dan tidak punya tenaga lagi untuk bertengkar dengannya.
"Aku akan..." Dinda memberanikan diri berbicara.
"Sudahlah mari kita makan." Ryan menunjuk ke arah toko makanan di sekitar wahana.
"Kau biasanya makan apa?" lanjutnya.
"A-aku makan nasi uduk aja." jawab Dinda gagap. Ryan melihat ke sekitar dan segera menemukan toko makanan yang menjual nasi uduk.
__ADS_1
"Pakai sambal atau tidak?" tanya Ryan lagi.
"Pakai."
"Duduk disana!"
"Baik."
"Ada apa dengannya? Dia mau membelikan makanan untukku? Ah masa bodo aku benar-benar sangat lapar sekarang." gumam Dinda.
"Ini!" Ryan menyodorkan satu kantong nasi uduk kepada Dinda.
"Terimakasih ya." kata Dinda. Ryan tidak menjawab. Ia masih melihat ke sekitar.
Dia memang dingin seperti biasanya. batin Dinda.
"Bagaimana denganmu? Apa kamu tidak pesan apapun?"
"Entahlah."
"Makan! Kenapa kau hanya bengong saja!" bentak Ryan.
"I-iya maaf." sahut Dinda pelan.
"Aku pergi dulu. Kau segera habiskan itu." menunjuk ke arah nasi uduk.
"Din?"
"Leo?"
"Sedang apa kamu disini? Oh, kamu lagi makan ya. Maaf jika aku menganggu kamu makan."
"Tidak menggangu kok. Tidak apa-apa."
"Kamu tidak beli minum?"
"Ah, iya aku lupa."
"Tunggu sebentar disini ya."
"Oke."
"Ini untukmu." Leo menyodorkan jus stroberi kepada Dinda.
"Terimakasih."
"Siapa itu? Leo? Apa yang mereka bicarakan? Ah, kenapa aku harus peduli!" gumam Ryan yang melihat mereka berdua dari kejauhan.
BERSAMBUNG
Hai readers.. Author baru update lagi nih... Tolong kasih saran dan masukkan kalian di kolom komentar dong, menurut kalian apa yang kurang dari novel ini? Author ucapkan terimakasih banyak buat yang mau kasih masukkan dan dukung novel ini 🙏🏻.
__ADS_1
Btw, kalau kalian suka novel ini tolong like, komen, dan vote ya... hehe. Jangan lupa tambahin ke favorit kalian juga supaya author lebih semangat lagi nulisnya ❤. Author juga usahain update episode baru tiap hari yaa..