Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Kedatangan Nadia


__ADS_3

"Ryan," panggil Eko.


"Ada apa, Pak?" tanya Ryan.


"Kamu mau coba steak buatan Bapak? Ini baru matang," sahut Eko sambil menyerahkan piring yang berisi sepotong steak kepada Ryan.


"Boleh, Pak," jawab Ryan yang langsung menerima piring itu. Kemudian, ia duduk di meja makan dan berdoa. Sementara itu, Eko menyiapkan segelas jus apel untuk Ryan.


"Ini jus kesukaan kamu dari kecil, selamat menikmati," kata Eko sembari meletakkan gelas itu ke atas meja makan.


"Makasih, Pak," sahut Ryan sambil tersenyum. Setelah itu, Ryan mulai memotong steak itu dan memakannya dengan cepat. Kemudian, Ryan juga menghabiskan jus apelnya dengan cepat. Ryan ingin segera menemui Papanya, tapi ia melihat Herman yang sedang melihat ponselnya dengan raut wajah yang sangat gelisah.


"Pak Herman," panggil Ryan.


"Ada apa, Tuan muda?" tanya Herman yang langsung menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.


"Bagaimana keadaan Papa sekarang?" tanya Ryan.


"Tuan baik-baik saja, Tuan muda," jawab Herman.


"Papa masih di rumah sakit?" tanya Ryan.


"Tuan sudah pulang tadi siang, tapi Tuan tidak ingin menemui Tuan muda hari ini," jawab Herman.


"Oke, bilang sama Papa, aku minta maaf karena tidak merawatnya kemarin," sahut Ryan.

__ADS_1


"Baik, saya akan sampaikan kepada Tuan sekarang," balas Herman sambil membungkuk hormat lalu pergi menuju ke kamar Jonathan.


...****************...


Tok... tok... tok...


"Tuan, boleh saya masuk?" tanya Herman dari depan pintu kamar Jonathan.


"Silakan," sahut Jonathan. Setelah diperbolehkan, Herman pun memasuki kamar yang sangat luas itu dan membungkuk saat sudah sampai di depan meja majikannya itu.


"Ada apa, Herman?" tanya Jonathan tanpa menatap wajah asistennya itu.


"Tuan muda meminta saya menyampaikan kepada Tuan bahwa ia minta maaf karena tidak bisa merawat Tuan kemarin," kata Herman.


"Tadi setelah pulang sekolah, kamu tau dia pergi ke mana?" tanya Jonathan sambil mengangkat kedua alisnya.


"Aku sudah pura-pura sakit, tapi dia masih lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Dinda," kata Jonathan sambil menggelengkan kepalanya.


"Tuan, saya lihat Nona Dinda yang mengajak Tuan muda karena nilai Tuan muda menurun. Jadi, Nona Dinda mungkin ingin menghibur Tuan muda," sahut Herman.


"Lupakan soal Ryan. Bagaimana dengan Alvaro dan Cilla? Pernikahan mereka baik-baik saja, 'kan?" tanya Jonathan sambil menghela napasnya.


"Iya, Tuan. Pernikahan mereka baik-baik saja. Tuan Alvaro dan Nona Priscilla sering pergi berbelanja untuk memenuhi isi rumah baru mereka," jawab Herman sambil tersenyum.


"Baguslah," balas Jonathan sambil mengangguk.

__ADS_1


"Tuan, saya ada berita baru," kata Herman.


"Berita apa?" tanya Jonathan sambil menatap wajah Herman sekilas.


"Nyonya Nadia sudah kembali ke Jakarta," jawab Herman pelan.


"Apa? Kamu yakin?" tanya Jonathan yang langsung bangkit berdiri karena terkejut.


"Saya sangat yakin, Tuan. Kedatangan Nyonya Nadia juga sudah diliput oleh beberapa media," jawab Herman.


"Tunjukkan padaku," kata Jonathan.


"Ini, Tuan," sahut Herman sambil memperlihatkan Jonathan sebuah berita di ponselnya.


"Apa tujuannya kembali ke Jakarta kali ini?" gumam Jonathan.


...****************...


"Jadi, Priscilla sudah menikah?" tanya Nadia.


"Sudah, Nyonya," jawab asistennya.


"Beraninya dia tidak mengundangku," gumam Nadia. Ia pun mengambil sebuah pena dan selembar kertas kecil untuk menulis sesuatu.


"Besok pagi antarkan aku ke alamat ini," kata Nadia sambil menyerahkan kertas itu kepada asistennya.

__ADS_1


"Baik, Nyonya," sahut asistennya sambil menerima kertas itu.


Bersambung......


__ADS_2