
"Oke. Mau taruhan apa kamu sama kami anak baru?" tanya Ica sambil tersenyum tipis mengejek.
"Itu terserah kalian mau bertaruh apa.." Clarissa belum sempat melanjutkan kalimatnya dan kedua bola matanya terpaku tepat di depannya saat melihat ada dua orang bertubuh kekar datang kepadanya dan memberi hormat.
"Salam. Nona muda Clarissa." sapa dua orang bertubuh kekar itu.
"Uh? Salam juga, Pak. Kalian berdua siapa?" tanya Clarissa bingung.
"Sesuai perintah Tuan Besar Revan, mulai hari ini sampai seterusnya kami akan selalu berada di samping Nona Muda Clarissa sebagai bodyguard." sahut salah satu orang dari kedua orang bertubuh kekar itu.
"Apa? Nona Muda Clarissa?" tanya Angel tidak percaya.
"Apa? Tuan Besar Revan?" Karen membelalakan matanya.
"Ada apa ini? Apa dia putri tunggalnya Tuan Besar Revan?" tanya Mellisa menyesali perbuatannya terhadap Clarissa selama ini. Begitupun dengan Angel, Ica, Karen dan juga Belinda.
"Um, maaf. Tapi, aku bahkan belum mengenal kalian?" tanya Clarissa.
"Maafkan kami, Nona Muda Clarissa. Namaku Kevin dan dia adalah.." jawab Kevin namun kalimatnya disela oleh kembarannya.
"Saya Reno, nona muda." sahut Reno.
"Baiklah. Kak Kevin dan Kak Reno." kata Clarissa.
"Nona! Tolong jangan memanggil kami dengan sebutan kak!" Kevin dan Reno mengingatkan Clarissa dengan kompak.
__ADS_1
"Jadi, aku harus memanggil kalian apa? Pak? Tapi, aku lebih nyaman memanggil kak." sahut Clarissa. Mimik wajah gadis itu berubah.
"Baiklah. Asalkan nona muda nyaman memanggil kami dengan sebutan kak." sahut Kevin.
"Nona muda Clarissa, apa yang nona muda lakukan disini?" tanya Reno. Kevin hanya menatap tajam kembarannya itu.
"Um.. aku juga tidak tahu Sepertinya aku pingsan tadi. Tadi, saat aku bangun mereka berlima sudah ada di hadapanku." tutur Clarissa sambil berusaha mengingat kejadian sebelum ia bisa sampai disini.
"Nona muda, apa Anda mengingat sesuatu?" tanya Kevin dan Reno bersamaan.
"Tadi.." Clarissa masih menerka-nerka apa yang sebenarnya sudah terjadi kepada dirinya.
Flash Back On
Hari ini pun begitu. Ia sedang berjalan di gang sempit namun tiba-tiba ada seseorang dari belakang yang menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya. Clarissa langsung pingsan setelah dibius oleh orang itu. Orang itu membawa Clarissa ke tempat parkir di dekat gedung tua yang sepi dan meninggalkannya begitu saja disana.
...****************...
"Dimana aku sekarang?" tanya Clarissa kepada dirinya sendiri.
"Aw, kenapa kepalaku rasanya sakit sekali." teriak Clarissa sambil memegang kepalanya.
"Apa yang terjadi padaku? Tempat ini bukan panti asuhan." Clarissa berusaha mengingat apa yang telah terjadi padanya dan melihat sekeliling.
"Kenapa aku masih tidak bisa mengingat apapun? Tunggu, ini.. Aku sekarang berada di tempat parkir?" tanya Clarissa heran.
__ADS_1
"Aku harus segera pergi dari sini." kata Clarissa. Namun, saat ia akan beranjak pergi ia harus berhadapan dengan Angel dan gengnya.
...****************...
"Kamu sudah melakukan perintahku?" tanya Karen kepada seorang lelaki yang memakai topi, hoodie, dan celana serta sepatu berwarna hitam.
"Sudah, nona." jawab lelaki itu.
"Jadi, dia ada di tempat parkir dekat gedung yang sudah lama tidak berpenghuni itu sekarang?" tanya Karen sambil mengulas senyum tipis.
"Benar, nona." jawab orang itu.
"Baiklah. Terimakasih atas kerja kerasmu. Ini uangnya." Karen menyerahkan sebuah amplop berukuran sedang.
"Terima kasih, nona. Saya pamit." kata lelaki itu yang dijawab anggukan oleh Karen.
"Wah, Nona Karen memang royal dalam urusan uang." kata lelaki itu setelah membuka amplop berukuran sedang yang diberikan Karen tadi. Ternyata di dalamnya terdapat lima lembar uang berwarna merah.
"Ah, senangnya. Padahal aku hanya membius seorang gadis seusia nona Karen dan membawa gadis itu ke tempat parkir yang sepi." kata lelaki itu lagi.
"Tunggu. Nona Karen tidak akan melukai gadis itu, 'kan?" raut wajah lelaki itu berubah. Ia panik kalau sampai Karen melukai Clarissa dan Clarissa melapor kepada polisi maka ada kemungkinan ia yang akan dituduh sebagai pelaku penculikan. Walaupun memang sebenarnya tindakan membius dan membawa Clarissa ke tempat parkir yang sepi adalah tindakan penculikan.
"Hah. Kenapa aku harus peduli? Selama ini aku masih mampu bertahan hidup karena ada Nona Karen. Walaupun dia selalu menyuruhku melakukan hal yang aneh-aneh tapi dia selalu membayarku dan memberiku makan. Bahkan jika nanti gadis itu melapor supaya aku dituntut dan harus masuk penjara itu tidak masalah buatku." kata lelaki itu.
Bersambung......
__ADS_1