Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Jadi,dia Raka Sanjaya???


__ADS_3

Keadaan Raka pun sudah stabil,kini Raka dipindahkan ke ruang perawatan.


Tentu ruang VVIP adalah pilihan untuk Raka.


Saat aku masuk ruangan perawatan,aku sungguh takjub.


"Ini kamar rumah sakit apa hotel???"batinku heran,pasalnya selama ini ntah keluargaku atau sanak kelaurgaku yang sakit biasanya kami di taruh di ruang yang satu ruangan beberapa pasien.


"Terima kasih nona karena sudah mendonorkan darah untuk mas Raka.


Eh ngomong kita belum berkenalan walaupun aku sudah tau namamu namun belum afdol kalau belum berkenalan langsung.


Namaku Fajar jadi panggilah namaku atau mas Fajar atau pak Fajar terserah namun jangan memanggilku pak cakep karena telingaku tak nyaman dengan panggilanmu"kata Fajar panjang kali lebar dengan menyodorkan tangannya.


Aku pun menjabat tangan mas Fajar lalu bilang,"aku Melati"


Waktu pun menunjukan pukul dua dini hari,Fajar pun pamit untuk tidur karena besok dia harus bekerja.


Fajar tidur di sofa dan membiarkanku tidur diranjang satunya.


Saat pagi tiba mas Fajar pun pamit dan memintaku untuk menjaga mas cakep.


"Mas....Boleh aku tanya sesuatu???"tanyaku dengan menunduk.


"Apa Mel??"jawab mas Fajar penasaran.


"Sebenarnya mas cakep ini siapa mas???,kok mas Fajar mengenalnya???"tanyaku lagi.

__ADS_1


Fajar pun tertawa lalu menjawab pertanyaanku


"Jadi kamu tidak tau siapa dia???bukankah dari gosipmu kalau dia mengejar ngejarmu dan hendak menjadikanmu istrinya"jawab Fajar dengan tertawa.


Mataku melotot dan kata Raka Sanjaya lolos begitu saja.


"Jadi dia adalah Raka Sanjaya???"tanyaku tak percaya.


"Betul sekali,dia adalah Raka Sanjaya CEO Pramana Bryan Grup,dia lah orang yang kamu gosipkan"jawab Fajar lalu membuka pintu.


Aku pun mematung,jujur aku sangat kecewa sekali,ntah kenapa aku merasa minder sekarang.


"Mel....Are u okay???"tanya Fajar yang masih berdiri diambang pintu.


Aku yang baru sadar pun mengangguk.


Aku pun mendekat ke ranjang tempat Raka tergeletak lemah.


"Jujur mas aku sangat kecewa mengetahui kenyatannya kalau kamu ternyata Raka Sanjaya,jujur aku sangat minder sekarang.


Kenapa kamu tidak jujur dari awal sih mas???aku sudah sangat nyaman dengan kamu sebagai mas cakepku daripada sebagai Raka."gumamku lalu mengambil washlap di meja dan aku pun menyeka mas Raka.


Setelah menyeka mas Raka akupun hendak mencari makan namun tiba tiba ada seorang yang berpakaian hitam hitam masuk dengan memberi makanan dan minuman kepadaku.


"Saya mendapat amanat dari pak Fajar supaya membawakan nona makanan dan minuman."


kata bodyguard tersebut lalu keluar.

__ADS_1


Setelah sarapan,aku pun menghampiri mas Raka,dia masih belum bangun juga.


"Sampai kapan kamu bertahan dengan tidurmu mas,"aku pun memegang tangan mas Raka lalu meletakan kepalaku di atasnya.


Karena kenyang habis makan aku pun tertidur dengan tangan yang memegang tangan mas Raka.


Sesaat kemudian mas Raka siuman,dia memandang sekelilingnya dan menemukanku yang tertidur dengan memegang tangannya.


Terukir senyuman di bibir Raka,


"Mel....aku yang sakit kenapa kamu yang tidur"kata Raka dengan menggoyang goyang tubuhku.


Aku yang merasakan sebuah pergerakan pun akhirnya terbangun.


"Maaf pak Raka,saya tidak sengaja ketiduran disini"kataku dengan menunduk.


Mendengar aku memanggilnya pak Raka membuat Raka merasa bersalah.


"Jangan panggil pak Mel,panggil saja mas cakep.


Maafkan aku Mel...."kata Raka dengan memandangku nanar.


"Sudah pak jangan banyak bicara dulu,saya sudah memencet bel panggilan,sebentar lagi akan ada dokter yang memeriksa bapak."kataku dengan nanar.


Tersirat raut wajah pucat dan bersalah di wajah Raka.


"Maaf mas,aku hanya ingin menghormatimu saja."batinku lalu duduk karena dokter datang dna hendak memeriksa Raka.

__ADS_1


__ADS_2