
Karena keasikan bercanda akhirnya tak sadar kalau penghulu sudah sampai. Pak penghulu pun memanggil tuan rumah untuk menyelenggarakan acara Ijab Qabulnya.
Fajar dan Citra pun duduk bersebelahan, Citra menyembunyikan tangganya di bawah meja karena dia begitu gugup.
Saat Ijab Qabul di mulai,
Pak Wijaya pun bersiap mengucapkan Ijab nya
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Fajar Rahardian bin Rahardian dengan anak saya yang bernama Citra Aurora Putri dengan mas kawin satu set perhiasan emas dan uang sebesar sepuluh juta dibayar tunai
Fajar pun mengucapkan Qabulnya
"Saya terima nikah dan kawinnya Citra....tunggu"
Fajar pun menghentikan ucapan Qabulnya, semua saksi yang ada di situ pun pada bertanya-tanya kenapa,
Fajar pun bertanya pada Citra,
"Nama lengkap kamu siapa Citra?" tanya Fajar yang membuat semua orang ingin menghajar Fajar secara masal.
Citra pun menghela nafas, "Gimana sih mas, kok sampai nggak tau" kata Citra kesal
"Kukira hanya Citra saja" sahut Fajar
"Citra Aurora Putri mas" timpal Citra.
__ADS_1
"Bisa diulang lagi kan pak?" tanya Fajar
Pak Wijaya pun mengulang Ijabnya sekali lagi, setelah itu Fajar pun mengucap Qabulnya
"Saya terima nikah dan kawinnya Citra Aurora Putri Binti Wijaya dengan mas kawin berupa satu set perhiasan emas dan uang sebesar sepuluh juta dibayar tunai"
"Bagaimana para saksi, sah" kata penghulu
Para saksi pun berteriak sah sah sah. Fajar pun mengecup kening Citra dan memakaikan cincin pada jari Citra.
"Akhirnya kamu menjadi milikku Citra" ucap Fajar
"Iya mas, gak kan ada yang bisa misahin kita" sahut Citra.
Mereka semua pun mengucapkan selamat pada Fajar,
"Siap Bunga, kakakmu sudah siap bertempur malam ini" sahut Fajar
Citra hanya menunduk malu,
"Tak ku sangka kamu menikah secepat ini bro, ini ada hadiah kecil dariku" Rangga pun memberikan kadonya pada Fajar.
Kini gantian kami, mas Raka pun memberikan kadonya pada Fajar dan juga Citra.
"Kita lihat Jar tok cer an mana kamu atau aku" kata Raka yang membuat Fajar tertawa
__ADS_1
"Jelas aku lah mas, dilihat dari Fisik berototan aku" timpal Fajar percaya diri
Raka hanya geleng-geleng kepala akan kepedean Fajar yang tiada duanya.
"Jangan mengada-ada Jar, jelas-jelas berototan aku" Raka tidak mau mengalah
"Sudah dong mas, mengalah saja pada pengantin. Nanti kalau pengantinnya merajuk ntar dia mogok malam pertama" ejek ku
"Awas kamu Mel" Fajar pun kesal pada temannya
Sedangkan Citra hanya diam saja mungkin dia masih beradaptasi dengan kami semua sama seperti aku dulu.
Saat kami sedang bercengkerama Pak Wijaya dan Bu Ratna memanggil Fajar
"Mana janji kamu Jar?" tanya pak Wijaya
"Astagfirullah orang ini, baru saja Ijab Qabul udah tanya soal uang" batin Fajar geram dengan papa mertuanya.
"Nanti ya om, kita bicara soal ini di rumah. Nggak enak kalau bicara di sini" kata Fajar
"Ya sudah kami pamit dulu, kami tunggu kamu di rumah" pamit ibu Ratna bersama kedua anak mereka.
Citra yang tau keluarganya pulang pun bergegas menghampiri Fajar.
"Cepat sekali mereka pulang, bahkan mereka tidak berkata apa-apa mas" Citra pun sedih dan kecewa akan sikap orang tuanya padanya.
__ADS_1
"Sabar sayang, aku janji akan membalaskan semua sakit hatimu pada mereka" batin Fajar dengan menatap mobil yang sudah berlalu