
"Iya aku ngambek ma mas Raka,soalnya gak ngijinin aku keluar.
Aku boring mas dirumah,kalau aku stres aku bakal susah mendapatkan momongan"kataku berbohong.
Raka pun memelukku.
"Kasian sekali Bunga Melatiku"Raka mencoba menghiburku.
"Iya, mangkanya buatkan teman dong mas"kataku dengan terkekeh.
Raka pun menimpali
"Buatkan atau carikan."
Aku yang tidak paham dengan perkataan mas Raka bun bertanya
"Maksudnya"
Raka pun terkekeh
"Kalau kamu memaksaku untuk mencarikan teman,mau gak mau aku akan menikah lagi"jawabnya.
Aku yang geram pun mencubit perutnya.
"Dasar laki laki buaya,baru nikah tiga bulan mau cari istri lagi"kataku ketus.
"Maaf Mel,kan hanya bercanda,mana mungkin aku bisa melakukannya,kan aku padamu Mel"ujar mas Raka dengan tertawa.
__ADS_1
"Cih....gombalnya"kataku lalu tertawa.
Aku pun berlari,mas Raka pun mengejarku.
Kami berdua seperti anak kecil yang berkejaran karena merebutkan permen.
Aku yang capek pun merebahkan diri di kasur yang disusul mas Raka.
Dengan nafas yang ngos ngosan aku pun berkata
"Udah mas,aku nyerah....Aku capek"
"Aku juga Mel,kelihatane kita buruh olahraga Mel,joging yuk Mel"katanya dengan tersenyum licik.
"Hayok mas,tapi nantu sore saja gak panas,eh kamu gak balik ke kantor??"tanyaku dengan menatapnya.
"Kan aku udah pulang,lagipula udah gak ada yang dikerjakan"jawabnya dengan menatapku balik.
Aku yang baru paham maksudnya pun mengalungkan tanganku di lehernya.
"Jadi maksudnya joging tu,kamu mau ngasih vaksin aku mas,dengan memasukan virusmu kepadaku sehingga perutku harus membengkak selama sembilan bulan."kataku dengan terkekeh.
"Bisa di bilang begitu,vaksin terenak Mel,kalau vaksin lainnya setelah ditusuk jarum kamu akan menjerit kesakitan kalau aku yang vaksin kamu akan menjerit penuh kenikmatan"timpal mas Raka dengan tertawa.
"Ya udah buruan gih,vaksin aku"godaku lalu mengecup bibir mas Raka.
Akhirnya proses vaksin pun terjadi,jeritan jeritan penuh kenikmatan keluar dari mulutku setelah mas Raka menusukan jarum tumpulnya kepadaku.
__ADS_1
Lama bergulat cairan putih pun keluar akibat vaksin dari mas Raka.
Seusai pelepasan kami pun saling pandang,
"Smeoga besok virusnya langsung membengkakan perutku ya mas,biar segera jadi baby kecil yang mungil."kataku dengan memeluk mas Raka.
"Semoga ya Mel"saut Raka dengan tersenyum kecut.
Merasa risi dengan cairan cairan yang menempel kami pun membersihkan diri sekalian mandi.
Seusai mandi kami yang lapar pun mencari makanan di kulkas.
Karena ku kira mas Raka gak pulang jadi aku tidak masak.
Dalam kulkas kami menemukan buah dan juga makanan ringan.
"Kita makan diluar saja ya Mel,aku lagi pengen makan di pinggir jalan sekalian bagi bagi ma anak anak jalanan,bagaimana??"Katanya dengan tersenyum.
"Setuju mas,ayok"kataku dengan antusias.
"Naik motor ya"imbuhku.
"Gak ah panas"timpal Raka.
"Cowok macam apa takut panas"sautku lagi.
"Udah udah jangan membantah suami,kita naik mobil titik."kata mas Raka tak mau dibantah.
__ADS_1
Aku pun pasrah dan mengikuti mas Raka,walaupun di hati aku menggerutu.
"Beli makan di pinggir jalan pakai luxury car,pasti para gadis gadis pada melihatinya,lagian sih punya tiga mobil kok semua luxury car,kok gak beli mobil yang biasa biasa saja"