
Makin hari nafsu makanku sungguh tak terkontrol,sehari aku bisa makan lima sampai enam kali dengan porsi yang jumbo,belum lagi camilannya.
Aku sendiri bingung apa yang terjadi padaku.
Berat badaku tentu naik dengan drastis.
Aku lebih cepat lelah dan sangat malas melakukan apapun.
Sudah dua minggu aku mengalami hal aneh ini.
Semenjak aku mulai malas melakukan apapun, kami pun membayar jasa art.
jadi setiap pagi ada yang memasak.
Pagi ini aku sudah duduk di meja makan,berhadapan dengan nasi,lauk,sayur yang memenuhi piring.
Makanan segitu banyaknya habis dalam sekejap.
Raka yang melihatku berceloteh
"Mel,perut kami bisa bisa melar kalau kamu makan begitu banyak"
"Iya mas,tapi ntah kenapa aku selalu lapar,"
**********
Di kantor,Raka sangat sibuk dengan pekerjaanya.
Ada masalah di kantor cabang yang berada diluar pulau.
Mau gak mau Raka harus terjun langsung untuk mengurusnya.
__ADS_1
Di rumah,aku mencari info mengenai perubahanku saat ini,apalagi badanku sudah membengkak seperti gajah.
Mataku terbelangak saat membaca kata kata
"Hamil anak kembar"
Wajahku seketika menjadi sumringah,
"Apa aku hamil ya??,apa mungkin aku hamil anak kembar??,padahal menurut riwayatku maupun mas Raka tidak ada yang hamil kembar bahkan kami sama sama anak tunggal."aku bermonolog dengan diriku sendiri.
Aku pun mengirim pesan kepada mas Raka untuk ijin keluar sebentar.
Walaupun mas Raka pasti tidak mengijinkan namun aku tetap saja berangkat.
Aku menuju rumah sakit terdekat untuk memastikan aku hamil atau tidak.
Setelah di rumah sakit aku mengambil nomor antrian dan mengantri dengan para ibu ibu lainnya.
"Iya bu,suami saya sedang bekerja"jawabku dengan tersenyum.
Kami pun mengobrol ngalor ngidul,kesana dan kemari,hingga ibu tersebut dipanggil namanya.
Dan kini gantian namaku di yang dipanggil perawat.
Perawat menuntunku untuk berbaring,dia juga menaikan kaosku dan mengolesku dengan gel yang dingin.
Ini pertama kalinya bagiku,sehingga aku agak tidak nyaman.
Setelah itu dokter meratakan gel yang dingin tadi dengan sebuah alat lalu memperlihatkan gambar di monitor.
"Itu adalah janin anda nyonya,selamat anda hamil bayi kembar tiga"kata dokter yang membuat kau kaget.
__ADS_1
"Apa dok??bayi kembar tiga?bagaimana mungkin,saya maupun suami saya tidak memiliki riwayat kehamilan kembar kenapa saya malah hamil kembar tiga??"tanyaku dengan heran.
"Semua sudah kehendak yang di atas nyonya,kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya."jawab dokter dengan tersenyum.
Seusai pemeriksaan,aku berjalan keluar untuk menebus obat.
Setelah menebus obat aku pun pulang.
Aku sungguh bahagia,aku tak sabar untuk memberitahukan berita ini pada mas Raka.akhirnya Tuhan menjawab doa doaku.
Gak tanggung tanggung,aku diberi dua bonus.
Saat perjalananku pulang,tak lupa aku membeli makanan,setiap kali berhubungan dengan makanan aku menjadi lapar mata.
Aku tak segan untuk memborong banyak makanan.
Bi Ijah,asisten rumah tanggaku yang baru dua minggu bekerja,selalu mempunyai tugas tambahan yaitu membawa pulang makanan yang kubeli.
"Bi,ini aku beli banyak makanan,temenin aku makan dong"kataku lalu menyodorkan makanan yang kubeli ke bi ijah.
Bi Ijah menyiapkan makanan buatku dan buat dirinya.
"Kalau begini terus,saya bisa gemuk nyonya"katanya lalu tertawa.
"Malah bagus dong itu tandanya bi Ijah berjasil hidup dalam ketentraman"kekehku lalu memasukan makanan ke dalam mulutku.
"Ah,nyonya bisa saja,nyonya dan tuan Raka yang hidup dalam ketentraman."ucap Bi Ijah.
"Syukur alhamdulillah bi, Allah melimpahkan rejeki yang luar biasa kepada saya dan mas Raka.Intinya kita harus pandai bersyukur dan jangan mengeluh"
kataku yang mendapatkan jempol dari Bi Ijah.
__ADS_1