
"Bagaimana Jar,apa kita jadi bertemu nona Melly sekarang??"tanya Raka sambil beres beres meja.
"Kelihatannya hari ini tak bisa pak,mungkin besok atau lusa."Jawab Fajar yang duduk berseberangan dengan Raka.
"Kamu atur saja waktunya Jar"ujar Raka lalu duduk.
Karena tidak ada yang dibicarakan Fajar pamit keluar untuk kembali ke ruangannya.
Raka mulai berkutat dengan pekerjaannya.
Mata dan tangannya fokus dengan benda pipih di depannya.
Sore harinya Raka pulang dengan wajah yang nampak lelah.Terlihat banyak beban kerjaan disana.
"Aku pijat ya mas?"aku pun menawarkan diri untuk memijatnya.
"Boleh Mel"Raka pun setuju.
Dengan lembut dan pelan aku memijat mas Raka.Mas Raka nampak menikmati pijatanku sehingga dia pun tertidur.
"Eh....Eh,malah tidur"gerutuku lalu menghentikan pijatanku.
Kuperhatikan sejenak wajahnya,sangat telihat kalau tengah lelah.
Aku pun tersenyum
"Terima kasih sudah rela lelah demi istrimu ini"gumamku lalu mengecup keningnya.
Lalu kuambil tasnya,tiba tiba aku ingat kembali akan kalung kemarin.
__ADS_1
Saat kubuka tas nya namun aku tak menemukan kalungnya.
Pikiran negatif hinggap seketika,
Dengan wajah merah,aku menatapnya yang terlelap.
"Untuk siapa kalung itu???Apa kamu memiliki wanita lain mas dan kalung kemarin kamu berikan padanya??ya Allah....Apa lagi ini."kataku sambil mengusap rambutku dengan kasar.
Menikah dengan mas Raka membuat hatiku naik turun seperti roolcoaster,seketika dibawa ke awan,seketika pula dihempaskan.
Otakku tak bisa berfikir positif,lagi lagi aku lebih memilih diam.
Karena masih sakit hati ma mas Raka, aku pun membiarkannya tidur di sofa,hingga dia terbangun pukul sembilan malam.
"Jam berapa ini"gumamnya lalu melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Istri macam apa dia,suami dibiarkan tidur diluar,sedangkan dia malah tidur dikasur.Mana belum makan lagi"gerutu Raka lalu menuju kamar mandi.
Setelah segar Raka menuju dapur lalu mencari makanan,dia sengaja tidak membangunkanku karena tidak tega.
Dalam tudung saji ada makanan yang Raka pesan tadi pagi.
Tanpa basa basi Raka pun melahap makanannya.
Setelahnya Raka berkutat dengan laptop dan kertas kertas di meja.
**********
"Kamu semalam tega sekali Mel,membiarkanku tidur sendiri di sofa"ucap Raka dengan manja sambil memelukku dari belakang.
__ADS_1
"Salah mas Raka sendiri,aku di tinggal tidur"gerutuku lalu melepaskan pelukannya.
"Hehehe,capek sekali Mel,otakku rasanya mendidih memikirkan pekerjaan"katanya yang membuatku mengiba,acara ngambeknya jadi bubar karena melihat wajah melas mas Raka.
"Iya mas,maafin aku ya??"lirihku sambil menundukan kepala.
"Iya Mel,tapi gak percuma"goda Raka dengan mencubit pipiku.
"Iiihhhh ma istri sendiri gitu"sautku lalu meninggalkan mas Raka yang masih berdiri di depan lemari dengan handuk kimononya.
Aku menuju dapur untuk menyiapkan sarapannya.
*********
Raka pun menyodorkan surat perjanjian pada Melly"kalau anda setuju kita segera mulai kerja sama kita."ucap Raka dengan menatap Melly.
Melly pun membacanya lalu mendatangani surat perjanjian tersebut.
Mereka pun saling menjabat.
Lalu Raka menyodorkan kalung dari Fajar untuk Melly.
"Ini nona Melly,sebagai ungkapan rasa terima kasih kami"ucap Raka
Melly pun membuak kotak yang di sodorkan Raka dan betapa senangnya dia mendapat kalung dari Raka.
Bahkan dia langsung memakainya.
"Terima kasih pak Raka" katanya senang lalu memeluk Raka.
__ADS_1