
Pukul empat lebih tiga puluh menit aku terbangun,kulihat mas Raka yang tidur dengan memeluk gulingnya.
"Kenapa kemarin gak menikah saja sama guling, heran aku,yang istrinya tu siapa guling atau aku,tau gini ogah nikah sama kamu"kataku lalu menutup mulutku.
Astagfirullah,ngomong apa sih aku,maafin Melati ya Allah."imbuhku lalu beranjak ke kamar mandi.
Aku pun kembali ke kasur,membuang egoku dan harga diriku lagi,aku lebih takut murka Allah daripada menyimpan kesalku.
"Mas mas,kamu gak bangun!ayo sholat,kamu kok cinta sekali sih sama gulingmu,aku cemburu ni mas"kataku dengan menggoyang goyang mas Raka.
Mas Raka pun mengerjapkan matanya lalu duduk.
Tak kusangka dia menarikku dan menjadikan aku gulingnya.
"Maaaaassss Rakaaaaa"teriakku yang membuat mas Raka membungkam mulutku dengan tangannya.
"Kamu tu berisik sekali sih Mel"gerutunya lalu duduk sambil menguap.
"Kamu yang nyebelin,ayo sholat"ketusku menarik mas Raka.
"Iya iya,tapi aku lupa bacaan sholat Mel,hehehehe"katanya yang membuat aku menepuk dahiku sendiri.
"Selama ini kamu nggak pernah sholat mas??"tanyaku lalu duduk kembali di kasur.
"Ya sholat Mel,setaun dua kali itupun kalau gak malas"jawab Raka dengan terkekeh.
"Sholat kok dua kali setaun mange sholat apa mas??"tanyaku lagi heran dengan mas Raka.
"Sholat id lah,dulu waktu kecil sering sholat dengan David Reno sekarang udah besar sholatnya selalu nitip"jawabnya dengan tertawa.
Aku pun geleng geleng kepala,gak habis pikir dengan suamiku ini.
"Ya sudah yuk ambil wudhu"katalu lalu menarik tangan mas Raka.
Setelah wudhu kami pun sholat.
Setelah sholat aku pun masak sedangkan mas Raka sibuk dengan berkas berkas yang di tangannya.
Aku hanya memasak nasi goreng dengan telor ceplok,ku hias dengan dengan sayur mentah seperti timun,tomat dan selada.
Setelah masak,aku menyiapkan pakaian kerjanya,kulirik mas Raka namun kelihatannya dia sibuk dengan berkasnya.
Daripada mengganggu aku pun memilih menyendiri di balkon sambil melihat matahari terbit.
Aku pun melamun,melihat sikap mas Raka terhadapku tiba tiba terlintas masa laluku bersama mantan kekasihku,dia sungguh perhatian tidak seperti mas Raka,tak terasa air mataku meleleh.
Tanganku pun tergerak untuk mengusap airmataku,
__ADS_1
"Aku harus lebih keras lagi,kayaknya harus aku yang berjuang mas,apakah ada wanita lain di hatimu sehingga membuatmu agak sulit mencintaiku"batinku.
Saat asik melamun terdengar mas Raka memanggilku,aku pun bergegas menghampiri mas Raka.
"Darimana Mel,kok tak cari ga ada"tanya mas Raka sambil menarik kursi.
"Dari balkon mas,menikmati sinar matahari"jawabku yang ikut menarik kursi seperti mas Raka.
Kami pun sarapan berdua dan mas Raka sangat suka dengan nasi goreng buatanku.
"Nanti buatin lagi ya"pintanya dengan tersenyum.
"Ok mas"balasku dengan tersenyum.
"Oh ya Mel,mungkin akhir akhir ini aku akan sibuk dan pulang telat,tolong dipahami ya??untuk tiga hari ini aku juga dilapangan nggak di kantor,untuk mengawasi proyek di sana."ujar Raka dengan memandangku.
"Iya mas gak papa,semoga lancar ya proyeknya"doaku untuk mas Raka.
"Amin"dia pun mengaminkan doaku.
Seusai sarapan dia pun berangkat,aku pun mulai beres beres rumah dan lihat drakor kesukaanku.
Televisi di apartement mas Raka adalah TV berlanggan jadi aku bisa lihat drakor kesukaanku.
**********
Pagi ini seperti biasa aku dan mas Raka mengobrol.
"Mas Raka pulang malam lagi??aku kangen mas,kita ni seperti bukan pengantin baru"gerutuku pada mas Raka.
"Maaf Mel,sabar ya!sampai perusahaan dari Jepang ke sini"jawab Raka dengan melirikku,
"Memangnya seperti apa???" imbuhnya dengan terkekeh.
Aku pun melemas,
"Seperti pengantin kawakan mas"aku juga terkekeh.
"Ada ada saja kamu tu"ujar mas Raka lalu makan sarapannya lagi.
"Trus tiket ke Balinya gimana mas?kan sayang kalau kita gak kesana."tanyaku dengan menatapnya.
"Nanti ya Mel,kalau urusan kelar baru aku cuti untuk ke Bali,ini aku juga udah gak di lapangan."jawabnya tanpa memandangku.
Mas Raka pun menyelesaikan sarapannya dan berangkat.
Seperti biasa aku berguling guling di kasur dengan melihat drakor.
__ADS_1
Lama melihat drakor aku pun boring,saat boring melanda aku pun punya ide untuk mengantar makan siang ke kantor mas Raka.
Aku pun memasak nasi goreng,karena kapan hari mas Raka minta aku untuk membuatkannya lagi.
Ntah mengapa aku sangat senang sekali,ingin segera ke kantor dan bertemu mas Raka.
Setelah semua siap aku pun mengendarai motorku ke Pramana Bryan Group.
Setelah bertanya aku pun melenggangkan kaki keruangan mas Raka.
**********
Di ruangan CEO,ada tiga orang penting yaitu orang kewarganegaraan Indonesia,orang kewarganegaraan Jepang dan juga Raka.
Mereka sibuk dengan berkas masing masing.
Namun tiba tiba salah satu diantara berdua ijin ke toilet.
Setelah kepergian salah satu diantara mereka,aku pun masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Mas Raka"panggilku.
Empat mata memandangiku,dua mata Raka dan dua mata orang Jepang.
Raka memandangiku dengan tatapan yang tak biasa.
Dia pun menghampiriku yang masih di ambang pintu.
"Kamu kok kesini Mel???ada urusan apa?tanyanya dengan tatapan yang tak biasa.
"Aku mau ngantar makan siang mas,maaf kalau mengganggu"jawabku dengan menunduk.
"Ya sudah makasih,kamu boleh pulang Mel"katanya yang membuat hatiku meradang dan dadaku sesak.
"Jarak apartemen dan kantor ini tidak dekat,aku mengendarai motor panas panas kesini demi untuk mengantar makanan ini untukmu.
Tapi setelah kesini kamu langsung nyuruh aku pulang,dimana hatimu Raka???"kataku agak pelan namun masih bisa di dengar oleh Raka.
Air mataku pun terjun bebas,aku masih membawa bekal makan siang yang ku bawa.
Ingin sekali aku memberikan makanan ini pada pengemis daripada ku berikan pada Raka.
Saat aku membalikan badan ku lihat sesosok lelaki yang menatapku.
Dengan marah yang sudah di ubun ubun aku berucap
"Aku benci kalian"
__ADS_1
Aku pun berlari untuk segera pergi dari kantor Raka.