
Puas jalan jalan dan makan,aku pun kembali ke apartemen.
Saat masuk apartemen betapa kagetnya aku melihat Vera membawa teman temannya ke apartemenku.
Aku yang geram pun menatapnya kesal.Bi ijah yang baru keluar dari dapur pun kaget.
"Eh nyonya,maafkan Vera nyonya membawa teman temannya kesini!"Bi Ijah pun meminta maaf.
Untung saja aku melihat bi Ijah,coba kalau tidak sudah ku tendang semua,karena bagaimanapun juga ini adalah apartemen mas Raka.
Tentu aku tak boleh seenaknya apalagi status Vera yang anak dari art ku.
"Ya sudah lanjutakan,namun setelah itu bersihkan,kekacauan yang kalian buat"kataku lalu masuk kamar.
Bi Ijah yang tidak enak pun menarik Vera, beliau menasehati Vera untuk bisa membawa diri,karena ini adalah apartemen orang.
Vera yang memang dasarnya tidak begitu respect pada ibunya pun memasukan nasehat ibunya dari telinga sebelah kanan lalu keluar di sebelah kiri.
"Ver,lebih baik kami pulang,kami kira ini apartemenmu sendiri ternyata milik majikan ibu kami"kata dari salah satu teman Vera.
Vera pun menghampiri teman temannya,
"Maaf ya,acara kita terganggu"kata Vera merasa tidak enak dengan teman temannya.
Setelah kepergian temannya Vera mengamuk pada ibunya,aku yang kebetulan tau pun ikut gemes dengan Vera,ingin sekali aku menjambak rambutnya dan meninju wajahnya.
Bagaaimana mungkin seorang anak bersikap tak sopan kepada ibunya.
"Aku akan pergi,tak akan kembali"dia pun mengancam ibunya.
pinta ibu.
"Jangan Vera,ibu hanya memiliki kamu,nak!!"
Aku yang geram pun menghampiri bi Ijah dan merangkulnya.
__ADS_1
"Sana pergi,jangan kembali lagi.Kamu itu seharusnya bersyukur masih memiliki seorang ibu yang masih mencintaimu.
Kamu mau seperti malin kundang yang durhaka pada ibunya"kataku mengomeli Vera.
"Ini urusanku dengan ibuku jadi kamu gak usah ikut campur"Vera pun lalu mendapat tamparan dari ibunya.
Karena merasa sakit hati Vera pun pergi begitu saja.
"Sabar ya bik,sekali kali memang harus keeas pada Vera,supaya dia tidak ngelunjak dan berani pada bibi"kataku mencoba menenangkan bi Ijah.
***********
Hari semakin larut, Raka yang sudah menyelesaikan pekerjaannya kembali ke hotel.
Segera dia mengambil ponselnya dan menghubungi aku.
Sudah daritadi dia menahan rindunya padaku.
Panggilan pun berdering,aku yang tau kalau Raka memanggil segera menggeser tombol hijau.
Raka:"hallo Mel,lagi ngapain."
Aku:"Ni rebahan di tempat tidur,kalau kamu"
Raka:"Sama,capek banget,andaikan ada kamu disini pasti aku suruh mijetin aku,hahaha"
Aku:"Ya udah sini aku pijat online,hahaha"
Raka:"Dah kangen ni,pengen segera pulang,oh ya bagaimana calon bayiku,apa rewel??"
Aku:"Ndak kok mas,aku pindah call Video ya?"
Raka:"Ok Mel"
Aku pun mengganti panggilanku dari voice ke Video.
__ADS_1
Terlihat mas Raka bertelanjang dadi membuat libidoku naik sekektika dan aku pun berhasrat.
Aku:"Mas lihat kamu bertelanjang dada membuat aku pengen"
Raka:"ya udah kita bercinta online aja,hehehe"
Aku:"memangnya ada ya bercinta lewat online"
Raka:"Entah Mel,aku juga tidak tau.Aku cuma asal hehe.
Aku:"Dasar kamu mas"
Raka:"Mel buka dong bajunya aku ingin lihat perut kamu.
Aku:"untuk apa mas"
Raka:"pengen lihat dedek bayinya"
Lalu aku pun melepas pakaianku,hingga kini aku bertelanjang dada.
Melihat kedua benda kenyal milikku membuatnya berdiri seketika.
Raka:Mel,yang dibawah bangun ni"
Aku:"Syukurin,la tadi minta bukakan"
Raka:la kamu mancing mancing nunjukin dada kamu,salah gak ada lawannya lagi"
Aku:"Solo karir mas"
Raka:"Ogah nunggu pulang saja Mel,lebih enak bersama mu.Ni yang di bawah ntar pasti kecil sendiri"
Kami pun mengobrol kesana kesini,bahkan saat aku mandi,mas Raka memintaku untuk membawanya.
Jadi kami mandi online bersama.
__ADS_1