
Cintaku semakin hari semakin bertambah,perhatian dan perlakuan mas Raka menjadi pupuk untuk pohon cintaku sehingga bergelantungan buah buah cinta yang semakin membuatku tergila gila pada pasangan halalku.
"I love you mas Raka"kataku sambil melihati foto mas Raka di ponselku.
Malas masih menyelimuti diriku sehingga selepas mas Raka pergi ke kantor aku hanya bermalas malasan di atas tempat tidur sambil memainkan ponselku.
Saat asik memandangi ponselku,ada panggilan masuk yang tak lain adalah mas Raka.
Mas Raka:"Hallo Mel,lagi ngapain?"
Aku:"Lagi tiduran mas,hehehe"
Mas Raka:Enak ya,Suami banting tulang kerja keras,kamu enak enakan tiduran,hehehe"
Aku:Bingung mas,mau ngapain"
Mas Raka:Kebetulan,datanglah ke kantor,bawakan berkas yang berada di meja kerjaku,tadi lupa aku tidak membawanya"
Aku:"Siap boz,perintah segera dilaksanakan."
Raka:Naik taxi online saja,aku pesankan dari sini"
Aku:"Pakai motor saja mas"
Mas Raka"Jangan,terlalu bahaya,gunakan jasa taxi online saja,aku pesankan sekarang,kamu siap siap"
Aku:"Ya sudah kalau begitu,bye mas Raka see you later,i love you.
Mas Raka:"See you,love you too"
Panggilan berakhir.
Aku pun bergegas mengganti pakaianku lalu mengambil berkas di meja kerjanya.
Semenjak menikah dengan mas Raka aku tak pernah membersihkan meja kerjanya.
Selalu mas Raka sendiri yang membersihkannya.
__ADS_1
Tak sengaja kulihat laci mejanya terbuka,di dalamnya ada ponsel.
Saat aku hendak melihatnya,ada panggilan masuk dari Raka kalau taxi onlinenya sudah menunggu.
Aku menutup lacinya dan berlalu.
Ada keinginan untuk melihat isi dari laci tersebut.
Dengan tergesa gesa aku turun ke bawah.
Beberapa menit kemudian sampailah di kantor mas Raka.
******
"Mas...."panggilku lalu mendekat ke arah Raka.
Aku memberikan berkasnya pada Raka.
"Makasih Mel"ucap mas Raka singkat.
Mendengar sindiranku membuat Raka tersenyum sinis lalu menghentikan pekerjaanya.
Dengan tersenyum sinis Raka memundurkan kursi kebesarannya lalu menatapku yang posisiku berdiri disampingnya dengan badan yang menempel di meja kerjanya.
"Jadi berapa yang harus aku bayar atas jasamu ini nyonya Raka?"tanya Raka yang masih menatapku.
Aku pun mendekat kearahnya,lalu duduk dipangkuan suamiku.
"Aku tak butuh uangmu tuan Raka Sanjaya,aku masih memiliki stok uang yang banyak."jawabku dengan tangan yang mengusuri wajah mas Raka.
"Jadi aku harus membayarnya dengan apa??"tanya Raka yang juga ikut memainkan wajahku.
"Pikirlah sendiri,kira kira upah yang cocok buat aku"jawabku dengan menarik dasinya sehingga membuat wajah kami semakin dekat.
Cup
Ciuman panas tak dapat terelakan,Raka memegang tengkuku sehingga ciuman kami semakin dalam.
__ADS_1
Saat bersamaan Fajar datang.
"Shit,mereka membuat jiwa jombloku meronta,apa sudah kehabisan stok tempat sehingga mesum di kantor"gumam Fajar dengan menyandarkan tubuhnya di pintu.
Lama tak selesai selesai,Fajar pun berdehem
Ehem ehem
Seketika aku dan mas Raka menghentikan kegiatan panas kami.
Aku pun turun dari pangkuan mas Raka.
"Eh mas Fajar,masuk mas"kataku basa basi untuk mengurangi rasa maluku.
Fajar pun mendekat lalu duduk di seberang Raka.
"Mas Raka kelihatannya ketularan mas David"ujar Fajar lalu mendapat kekehan dari Raka.
"Lebih parah kakak iparmu Jar."timpal Raka.
"Mesum jangan di kantor dong mas,apa gak kasian padaku,melihat kalian berciuman jiwa jombloku meronta ronta."Imbuh Fajar dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Aku dan mas Raka hanya tertawa.
"Mangkanya cari pacar mas"sautku dengan tertawa.
"Apa perlu aku kasih cuti untuk mencari pacar??"tanya Raka dengan terkekeh menatap Fajar.
"Hahaha,tak perlu sampai seperti itu mas,dengan ketampanan serta styleku yang mendukung tentu sangat mudah untuk mencari wanita tanpa harus cuti kerja."jawab Fajar dengan percaya diri tingkat akut.
Aku dan mas Raka hanya tertawa lalu menimpali
"Buktikan dong mas"dengan menahan tawa.
Fajar tak bisa menjawab pun undur pamit dengan membawa berkas yang tadi bawa.
"Silahkan lanjutkan mesumnya,saya pamit dulu"kekehnya lalu beranjak dan keluar dari ruangan mas Raka.
__ADS_1