
Melihat mereka bercanda dan mengobrol membuatku ikut senang,tak kusangka mas Raka memiliki teman,saudara dan juga rekan kerja yang sangat menyayanginya.
Mereka memiliki karakternya masing masing.
Diantara mereka yang paling aku sukai adalah David Reno karena dia memiliki tingkat kedewasaan yang lebih dari lainnya.
Tadi mas Raka memperkenalkan aku dengan mereka satu persatu.
Mereka sungguh luar biasa.
Puas mengobrol akhirnya mereka pun undur diri,
"Reno,aku ikut Bryan ya???"ucap Victor yang mendapat anggukan David Reno.
David Bryan,Puput,Chris,Zahra dan Juga Victor undur diri.David Reno dan Elizabeth masih ingin menemani Raka.
Namun sebelumnya Puput menghampiri Raka
"Mas aku balik ya,besok aku akan kesini lagi."katanya dengan meneluk bahu Raka.
Setelah kepergia David Bryan dan lainnya,David Reno memintaku untuk membawa Elizabeth membeli makanan.
Setelah kepergianku dan Elizabeth,David Reno pun berbicara serius dengan Raka.
David Reno duduk ditepi ranjang dengan kaki yang menumpu tubunya supaya tak jatuh dari ranjang.
"Raka! boleh aku bertanya padamu??"tanya David Reno.
"Kamu ingin tanya apa David??"Raka pun membalikan pertanyaan David Reno dengan sebuah pertanyaan juga.
__ADS_1
"Apakah kamu mencintainya??"tanya Reno penuh selidik.
"Siapa???"tanya Raka balik.
"Siapa lagi kalau bukan Melati Raka???jawab David Reno penuh penekanan.
"Ntah lah David,perasaanku juga tak menentu,aku masih menyimpan rasa cinta untuk Puput"jawab Raka yang membuat David Reno mengerutkan alisnya.
"Sungguh besar cintamu Raka,namun kamu juga jangan bodoh,buanglah jauh jauh rasa cintamu itu,karena akan menjadi belenggu bagimu."kata David Reno lagi.
Raka pun terdiam,
"Sebelum kamu menyesal Raka,buanglah pelan pelan rasa cintamu pada Puput dan belajarlah mencintai Melati dengan tulus tanpa ada embel embel pembelian tanah."Imbuh David Reno.
Lagi lagi Raka terdiam,dia juga membenarkan apa yang di katakan David Reno sahabatnya itu.
Aku pun menyuapi mas Raka makan buah yang tadi aku beli dengan telaten sehingga mas Raka menatapku.
"Mungkin benar yang kamu katakan David,untuk mencintainya pelan pelan"
batin Raka.
David Reno dan Elizabeth pun pamit untuk pulang,
"Besok aku akan kesini lagi"ujar David Reno.
"Aku pamit ya Mel!"Elizabeth pun berpamitan padaku.
"Setelah kepergian Reno dan juga Elizabeth,mas Raka kelihatan memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Aku pun membaranikan diri untuk bertanya.
"Apa yang kamu pikirkan mas??"
Namun mas Raka hanya diam lalu menimpali kerjaanku.
"Mel,diantara nyaman,suka atau cinta,mana yang kamu rasakan padaku Mel???
Aku diam sesaat,bingung apa yang aku katakan,sedang perasaan mas Raka sendiri aku pun tak tau.
aku menghela nafas dalam.
"Mungkin iya mas,aku selalu nyaman bila di dekatmu,tak bertemu denganmu membuatku gelisah.
Tapi ntahlah mas,sejauh itulah yang kurasakan,lalu bagaimana dengamu???"jawab Melati dengan pertanyaan di akhir.
"Ntah juga Mel,"jawab Raka dengan terkekeh.
Kami sendiri tidak tau apa yang kami rasakan,untuk saat ini kami menyebutnya rasa nyaman.
Karena bingung akupun memutuskan sholat untuk menenangkan pikiranku.
Pikiran yang tak menentu,rasa yang tak tentu karena Raka.
Setelah wudhu aku pun memakai mukenahku,saat hendak takbir mas Raka memanggilku.
"Mel???"panggilnya yang membuat aku menoleh.
"Aku nitip ya???"kata mas Raka dengan tertawa.
__ADS_1