Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Kepulangan Raka


__ADS_3

Raka masih tidak menghubungiku,bahkan dia tidak memberitahu kalau malam ini pulang.


Aku yang baru terlelap pun harus bangun kembali karena ada tangan yang memelukku dari belakang.


Tentu aku kaget setengah mati.


"Aku merindukanmu Mel"lirihnya lalu menyiumi belakang leherku.


Baru di gitukan hasrat bercinta ku keluar,


"Mas Raka,aaaahhhhhh"panggilku sambil menggigit bibir bawahku.


Kami pun melepas rindu kami,kami saling berpaut hingga mengeluarkan suara khas pautan dari bibir kami.


Raka melepas bajunya lalu bajuku.Dia membuangnya sembarang karena sudah ingin segera melakukan penyatuan.


Aku memejamkan mataku,merasakan betapa nikmatnya saat benda tumpul mas Raka memasuki sarangnya.Apalagi gesekan maju mundurnya membuat aku melayang.


Ku nikmati kenikmatan surga dunia yang mas Raka berikan.


"Mas,aku sampai mas"teriakku sambil mencengkeram bahu mas Raka.


Raka semakin memompa dengan cepat dan dia pun juga ikut sampai,terasa hangat di dalam pangkal pahaku.


"Mas Raka,aku masih marah lo sama kamu mas"kataku ketus.


"Masih marah kok mau diajak bercinta"saut Raka yang membuat aku ingin tertawa.

__ADS_1


"Kalau aku gak mau diajak bercinta ,aku takut dilaknat Malaikat." timpal ku dengan menatapnya.


"Ada ada saja,ya udah aku minta maaf.Kemarin saat makan malam aku meninggalkan ponselku karena baterai habis so aku cash,karena kan malamnya kita udah sepakat untuk bobok bareng Mel"Raka mencoba menjelaskan ulang.


"Iya ,saking asiknya ngobrol dengan cewek hingg gak nyadar kalau istri di rumah nungguin panggilan videonya."omel ku ketus.


Raka pun kaget pasalnya kenapa aku tau kalau dia mengobrol dengan Lisa.


"Dia Lisa Mel, mantan David Reno.Kami memang berteman." Kata Raka


"Ooo gitu, namun bagaimanapun juga mas Raka tetap salah."saut ku lalu beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan diri.


Raka juga ikut membersihkan dirinya.


"Gimana Mel kabar three Raka Junior"tanyanya dengan memelukku dari belakang.


"Baik"jawabku singkat lalu meninggalkan mas Raka.


Mas Raka hanya tersenyum melihat kelakuanku.


"Dasar"gumamnya lalu menyusul ku yang lebih dulu kembali.


*********


Keesokan harinya saat aku terbangun,aku merasakan perutku seperti diaduk aduk.


Aku sedikit berlari untuk memuntahkan isi perutku.

__ADS_1


Raka yang mendengar aku muntah muntah pun menghampiri dan memijat tengkuk ku.


"Tumben Mel,biasanya nggak pernah muntah" kata Raka heran.


"Entah mas,kelihatannya mereka sudah mulai berulah."jawabku lalu bersandar di tubuh mas Raka.


Setelah udah enakan,aku kembali ke tempat tidur.


Mas Raka pun membuatkan aku teh dan juga mengambil makanan,kebetulan bi Ijah sudah memasak.


"Ayo Mel,makan dulu"Raka menaruh nampan yang berisi makanan di atas nakas.


"Aku nggak ingin makan mas,takut muntah lagi"aku pun menolak untuk makan.


Raka menghela nafas panjang.


"Kalau kamu nggak makan,bagaimana dengan mahkluk hidup yang ada dalam perut kamu Mel?"Raka mencoba membujukku.


Aku menimbang kata kata mas Raka, memang apa yang dikatannya memang benar.


dengan malas aku pun mengangguk dan menyuruh mas Raka menyuapi ku.


Baru makan satu suap,perutku sudah bergejolak.


Lagi lagi aku mengeluarkan isi dalam perutku.


"Udah mas,aku gak mau makan lagi"kataku mengiba pada Raka yang memijat tengkukku.

__ADS_1


"Ya udah Mel,nanti kita ke rumah sakit,aku nggak mau kamu terus terusan seperti ini"ucap Raka lalu menggandeng aku kembali ke tempat tidur.


__ADS_2