Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Bertemu Rangga dan Bunga


__ADS_3

Aku yang sangat bosan memutuskan pergi jalan jalan sebentar.


Namun kali ini aku tanpa pamit mas Raka,takutnya malah akan jadi pikiran dia disana.


Aku menyusuri setiap lorong mall,saat berapda di depan foodcourt aku melihat mas Rangga dengan Bunga.


Lalu aku pun menghampirinya.


"Halo mas Rangga,halo Bunga"sapaku dengam tersenyum.


"Hai Mel"Rangga menyapaku balik.


"Hai kak Melati"Bunga pun juga menyapaku balik.


Aku pun langsung saja menarik kursi dan ikut bergabung dengan mereka.


Rangga pun tersenyum menatapku,walaupun ada Bunga namun rasa cintanya kepadaku masih ada.


"Kamu mau pesan apa Mel??"tanya Rangga hendak memesankan aku makan.


"Salad sayur sama kentang goreng saja mas,terus minumnya jus alpukat"kataku yang membuat Bunga menoleh ke arahku.


"Tumben Mel,makanmu banyak.Biasanya hanya sedikit."tanya Rangga heran.


"Untuk makan empat orang mas"jawabku dengan tersenyum.


Rangga pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal pasalnya dia tidak mengerti maksudku.


Aku hanya tersenyum melihatnya bingung.

__ADS_1


"Udah jangan bingung,sana pesankan aku makanan"kataku dengan tersenyum.


Rangga bergegas memesankan makanan untukku.


"Masih persis seperti dulu"batinku.


Melihat Bunga yang terdiam aku pun mengajaknya mengobrol.


"Bagaimana kabar ibu dan ayah Bunga???"tanyaku dengan menatapnya.


"Kabarnya baik kak Melati,bagaimana kabar mas Raka"tanyanya balik.


"Mas Raka baik Bunga"jawabku dengan tersenyum.


"Alhamdulillah ya kak"saut Bunga.


"Tak ku sangka,kamu dan mas Rangga bisa dekat."kataku yang membuat Bunga malu lalu menunduk.


"Tapi kalian cocok lo Bunga"timpalku.


"Eh,ngomong ngomong bukankah magang kamu sudah selesai?kok nggak sekolah?"imbuhku dengan menatap Bunga,pasalnya aku bingung kenapa Bunga ada di kota ini.


"Mas Rangga kak yang menjemputku,jadi ya udah sekalian liburan di rumah mas Fajar eh mas David sih mas Fajar kan hanya menempati"kekehnya.


"Wah....Mas Rangga niat banget ya sama kamu"sautku lagi.


"Iya kak,bahkan dia mau nunggu aku lulus sekolah."kata Bunga dengan tersenyum.


"Bocil bocil,mas Rangga kok pedofilia gini"batinku dengan tersenyum.

__ADS_1


Tak selang lama,Rangga datang dengan membawa senampan makanan.


Rangga pun memesan makanan lagi yaitu ayam saus madu,tentu aku yang melihatnya pun ngiler.


"Mas kok gak pesankan aku ayam madu sekalian??"tanyaku dengan menatap ayam madu mas Rangga.


"Kalau kamu mau,ya udah buat kamu saja"kata Rangga dengan heran.


Tanpa basa basi aku pun melahap makanan yang ada di depanku.


"Kak Melati makannya banyak juga ya"batin Bunga.


Seolah tau yang mereka pikirkan aku pun berkata


"Aku hamil mas,kembar tiga itulah sebabnya aku sangat mudah lapar."


Rangga dan Bunga pun kaget,tak menyangka aku mengandung bayi kembar tiga.


"Selamat ya kak Melati,dapat bonus dua tu.Duh....Gak kebayang kalau udah lahiran"kata Bunga dengan membayangkan tiga bayi kecil yang menangis.


"Makasih Bunga"balasku dengan mulut yang penuh makanan.


"Tak kusangka Raka tok cer juga,kecebongnya mampu menghasilkan tiga bayi sekaligus,aku harus belajar padanya"saut Rangga yang membuat aku tertawa sehingga aku pun tersedak.


Rangga pun mengambilkan minum padaku,


"Mangkanya kalau makan jangan tertawa,akhirnya ya gini"omel Rangga.


"Mangkanya kalau ada orang makan jangan berkata kata yang bikin orang tertawa."timpalku yang membuat Bunga tertawa.

__ADS_1


Rangga pun hanya diam pasrah,memang dari dulu aku selalu menang jika debat dengan Rangga.


__ADS_2