Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Close masa lalu


__ADS_3

"Maaasss"teriakku.


Raka menuju dapur untuk mengambil minum dan mencari makanan ringan karena perutnya lapar.


Aku pun bertanya lagi


"Lalu apa mas alasan kamu suntik hormon?"


Raka yang sudah malas menjelaskan pun menjawab pertanyaanku.


"Mangkanya kalau suami ngomong jangan dipotong,karena kalau udah dipotong udah malas mau bahas lagi"jawab Raka lalu duduk


dengan membawa makanan ringan dan air.


Mereka pun duduk di meja makan.


"Iya iya mas,maaf kalau gitu"kataku dengan memelas.


"Lo lo kok jadi aku yang minta maaf sih"batinku dengan menatapnya.


"Baiklah namun kamu harus janji padaku dulu,kalau apapun yang aku katakan,kamu gak akan marah"Raka memintaku untuk berjanji supaya tidak marah.


Aku yang penasaran karena ingin tau alasannya pun mengiyakan apa yang diminta mas Raka.


"Baiklah aku tidak akan marah,jadi katakan sekarang"pintaku lalu menatapnya.


Raka menyudahi makannya kini dia pun menatapku.


"Kita close soal masa lalu kita,apapun yang terjadi dalam rumah tangga kita jangan pernah mengaitkannya dengan masa lalu.

__ADS_1


Masa lalu biarlah masa lalu jangan di ungkit,jangan diingatkan,jangan dibuka apalagi dijadikan kambing hitam dalam setiap masalah."kata Raka lalu meminum air.


"Iya mas,aku janji"jawabku singkat.


"Begini Mel,alasan aku suntik hormon karena memang aku ingin menunda kehamilanmu dulu karena kemarin kamu mengalami keguguran."ucap Raka dengan menggenggam tanganku.


Seketika aku pun kaget pasalnya aku tidak merasakan apa apa dan setelahnya juga tidak terjadi apa apa.


Aku hanya diam dengan mentap mas Raka,lalu mas Raka melanjutkan perkatannya.


"Kenapa kamu keguguran mungkin karena faktor makanan yang kamu makan,kelihatannya makanan yang kita makan di restoran Jepang tempo hari.


Aku tidak memberitahumu karena aku tidak ingin kamu shock dan sedih."mas Raka menggenggam kuat tanganku seolah memberi kekuatan padaku lewat genggaman tangannya.


Aku menyesal karena sempat berfikiran yang tidak tidak pada mas Raka.


"Maafkan aku mas"lirihku yang membuat mas Raka berdiri dan jongkok di depanku.


Aku pun ikut duduk di bawah lalu memeluknya


"Kamu tidak salah mas,mungkin kalau aku di posisimu aku juga akan melakukan hal yang sama"semakin memeluk mas Raka.


"Mengingat kandunganmu yang masih lemah,aku takut kalau kamu hamil akan gugur lagi untuk itu aku memutuskan suntik hormon dan menunda kehamilanmu."lirih Raka dengan mengeratkan pelukannya.


"Terima kasih mas"lirihku.


Kami pun menyudahi pelukan kami.


"Makan yuk Mel,aku lapar"ujar Raka dengan terkekeh.

__ADS_1


"Iya mas,aku panasi dulu makanannya"aku pun mengambil makanan yang aku simpan di lemari.


"Kamu masak apa Mel"tanya Raka dengan melihat makanan yang aku keluarkan.


"Kare ayam mas"jawabku lalu memindahkan makanan ke panci.


Setelah siap mas Raka langsung makan dengan lahapnya,bahkan dia tak menungguku.


Melihat makan dengan lahap membuat aku tersenyum


"Pelan pelan mas,masakannya enak ya?"tanykau.


Raka hanya mengkode dengan menaikan jempol tangannya.


Seusai makan kami pun keluar untuk belanja kepeluan dapur dan sebagainya.


********


Saat di mobil terjadilah obrolan ringan antara kami.


"Mel aku akan menghentikan suntik hormonku, semoga kita segera diberi momongan ya Mel"kata Raka memulai perbincangan.


"Yang bener mas??"aku mencoba meyakinkan pernyataan mas Raka.


"Iya Mel"jawabnya singkat.


Aku pun sangat senang dan menyindongkan kepalaku dibahu mas Raka.


"Semakin sayang mas, aku sama kamu"

__ADS_1


lirihku yang membuat Raka tersenyum.


__ADS_2