Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Rencana Fajar


__ADS_3

Mataku dan mata mas Raka saling bertemu, walaupun rumah tangga kami sudah berjalan cukup lama namun aku masih gugup saat mas Raka menatapku dengan lekat.


"Jantung kamu Mel" kata Raka dengan tersenyum


"Aku gugup mas" sahutku


"Kina sudah cukup lama bersama kenapa masih gugup?" tanya Raka


" Entahlah mas, mungkin rasa cintaku padamu terus tumbuh dan selalu bertambah sehingga aku merasa gugup jika kamu menatapku" jawabku dengan tangan yang melingkar di lehernya.


"Bisa aku eksekusi sekarang kan?" tanya Raka


"Bisa mas" jawabku


Pergulatan panas pun terjadi, Raka ahli sekali dalam permainannya kali ini, belum apa-apa aku sudah mendapatkan pelepasan ku.


"Basah sekali" lirihnya


"Pandai sekali mas permainanmu kali ini, hingga aku tidak kuat" sahutku


Kini Raka bersiap melakukan penyatuan, aku memelototkan mata dan menarik rambut mas Raka saat dia memasukan benda tumpulnya di pangkal pahaku.


******* lolos begitu saja, ******* dan erangan ku bersautan dengan ocehan Ray dan Rey.


Raka pun mempercepat ritmenya, lalu dia mencabut bendanya dan berkata


"Kamu di atas Mel"

__ADS_1


Aku mengikuti permintaan mas Raka, walaupun aku di atas namun tetap mas Raka yang bekerja dari bawah.


Karena ritme yang cepat membuat dadaku bergerak pula sehingga air ASI-nya keluar dan membasahi wajah mas Raka.


Bukannya berhenti mas Raka malah meremasnya sehingga ASI-nya keluar dengan deras.


Raka terus saja memompa ku dari bawah dan akhirnya sampailah dia pada pelepasannya.


Kami segera membersihkan diri lalu kembali bergabung dengan bayi kami Ray dan Rey.


*******


Fajar pun mengantar Citra pulang, setelah dia mengajak Citra makan malam di luar.


Saat sampai di halaman rumahnya papa dan mama tiri Citra sudah menunggu anaknya.


"Kamu siapa? berani sekali setiap hari mengajak Citra keluar?" tanya Papa Citra


"Saya Fajar pak, maaf kalau saya bersikap tidak sopan karena hanya mengantar dan menjemput Citra di luar dan tidak pernah masuk rumah" jawab Fajar


Apa pekerjaan kamu?" tanya mama tiri Citra


Citra pun protes karena tidak seharusnya mamanya menanyakan pekerjaan pada Fajar.


"Saya hanya sopir pribadi Bu" jawab Fajar.


Citra pun kaget dengan jawaban Fajar kenapa dia berbohong pada orang tuanya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu siapa kami? sehingga seorang supir sepertimu menyukai anak kami hah!" bentak mama Citra


Citra pun mencoba membela Fajar namun Mama dan papanya membentaknya juga dan menyuruhnya masuk ke dalam rumah.


Kedua kakak tiri Citra yang mendengar pun tertawa,


"Ternyata, ku kira dia beneran kata ternyata hanya sopir." ejek kakaknya


"Ganteng-ganteng kok supir mas-mas, gak level deh dengan kita" sahut kakak satunya.


Fajar pun tersenyum


"Ternyata kalian adalah seorang yang sombong, ya sudah permainan lanjut sekarang" batin Fajar lalu pamit untuk pulang.


Keesokan harinya Fajar pun menyuruh orang untuk mencari informasi tentang perusahaan papa Citra, setelah data-datanya di kirim Fajar pun tersenyum puas.


"Jadi kalian memerlukan suntikan untuk promosi besar-besaran produk baru kalian" gumam Fajar lalu menutup laptopnya.


Fajar pun berfikir bagaimana membalas kesombongan orang tua Citra, supaya mereka tidak memandang seseorang dari pekerjaannya.


Raka yang tiba-tiba masuk pun mengagetkan Fajar yang sedang berfikir.


"Jar" panggil Raka


Karena pikirannya tidak kesini, Fajar pun tak menyahut panggilan Raka.


"Jar are u ok?" tanya Raka dengan melambaikan tangannya di depan wajah Fajar.

__ADS_1


Lalu Fajar pun tersentak kaget, Raka yang melihatnya tersentak kaget pun tersenyum.


__ADS_2