Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Cukup untuk selamanya


__ADS_3

Setelah dari pantai gunung payung kami makan di sebuah restoran,tak lupa kami juga mengajak pak sopir untuk ikut bergabung.


Seusai mengisi perut,kami melanjutkan perjalanan kami lagi,kali ini kami memutuskan untuk pergi ke Kintamani.


Hawa dingin dari Kintamani membuatku sedikit kedinginan walaupun aku memakai jaket.


Dengan menggandeng tanganku, Raka mengajakku menikmati pemandangan Gunung serta danau batur.


"Pemandangannya bagus ya mas"kataku dengan tersenyum senang,sangat tampak kalau aku sedang bahagia.


"Iya Mel"jawab mas Raka singkat dengan tersenyum juga.


Raka pun memelukku dari belakang,dia menjatuhkan kepalanya di pundakku,tentu apa yang dilakukannya membuat iri pengunjung lainnya namun ada juga yang tidak suka.


"Mas gak enak dilihat orang"lirihku dengan menoleh ke arahnya.


Raka yang menikmati pelukan kami enggan melepaskannya.


"Abaikan saja Mel,anggap mereka nggak ada.


Aku sudah nyaman memeluk kamu gini"timpal Raka.


Aku pun tersenyum


"Romantis juga"batinku.


Karena capek berdiri akhirnya kami memutuskan untuk duduk tanpa melepas pautan tangan kami.

__ADS_1


"Mel....Di bawah sana ada sebuah desa horor yang bernama Trunyan,apakah kamu pernah kesana?"tanya mas Raka sambil menunjuk ke arah danau.


"Nggak pernah mas,lagipula apa keindahan yang dimiliki desa tersebut ?tanyaku penasaran.


"Jadi di desa itu ada sebuah pohon besar yang usianya ratusan tahun.


dan uniknya mereka menjadikan bawah pohon tersebut sebagai makam,jadi disana banyak mayat mayat dibiarkan begitu saja tanpa dan anehnya kita tak akan mencium bau busuk dari mayat yang membusuk.


Menurut ceritanya pohon tersebut menghirup bau busuknya."Raka menjelaskan seperti dia adalah tour guideku.


"Apa kamu ingin mengunjungi desa Trunyan itu mas???"tanyaku dengan menatapnya.


"Bagiamana dengan kamu??"tanya mas Raka balik dan belum menjawab pertanyaanku.


"Kita kesini untuk wisata namun bukan wisata horor mas,aku gak berani kesana" jawabku dengan terkekeh.


Selanjutnya kami mengambil foto foto selfi serta foto pemandangan sekitar,kami juga minta bantuan orang untuk mengambilkan foto kami.


Walaupun bulan madu kami tidak keluar negeri seperti orang orang namun aku sudah sangat bersyukur.


"Aku sangat bahagia mas"kataku yang membuat mas Raka mengalihkan pandangan dari ponselnya ke wajahku.


"Aku juga Mel"katanya lalu mengecup keningku.


"Sini mas aku pinjam ponselnya"pintaku.


Mas Raka pun memberikan ponselnya kepadaku.

__ADS_1


Aku menggunakan foto romantis kami untuk wallpaper ponselku dan juga ponsel mas Raka.


"Janji mas ya, akan selalu seperti ini"kataku sambil melihat foto mas Raka mencium keningku.


"Aku janji Mel dan sekali aku berjanji cukup untuk selamanya,jadi jangan ragu kepadaku.


Semoga cinta kekal sampai nanti,sampai ajal memisahkan"katanya dengan tersenyum.


Mendengar kata katanya aku sungguh terharu,


Tanpa pikir panjang aku pun memeluk mas Raka dan menenggelamkan wajahku di dadanya.


Kuraba dada sebalah kirinya dan bertanya


"Apa sekarang namaku sudah menjadi ratu disini???aku mendongakkan wajahku menunggu jawaban dari mas Raka.


"Sudah Mel,nggak hanya disitu tapi di sini juga"jawab Raka sambil terkekeh dengan menunjuk dahiku.


Aku yang tidak paham kembali bertanya dan spontan membuat mas Raka menghela nafas.


"Otak Mel!!!,kamu juga selalu di pikiranku,sehingga melumpuhkan logikaku dengan mendatangkan jiwa posesif padaku."timpal Raka lalu tersenyum.


Lagi lagi dia membuat aku melayang dengan kata kata ajaibnya.


Kami pun saling pandang,


"Terima kasih mas"batinku

__ADS_1


"Terima kasih Mel"batin mas Raka


__ADS_2