
Puput dan David Bryan langsung saja menuju rumah sakit setelah satu jam mendarat di bandara.
"Aku sangat mencemaskan mas Raka sayang" katanya dengan raut wajah yang sedih.
"Aku juga" sahut David Bryan.
"Aku masih nggak habis pikir, seorang Raka yang santai dalam menyikapi masalah bisa frustasi juga" imbuhnya sambil terkekeh.
"Iya ya sayang, namanya juga manusia sewaktu-waktu bisa berubah. Dulu kamu pun sama" kata Puput dengan tersenyum.
David Bryan menanggapi ocehan istrinya dengan terkekeh.
Kini mobil mewahnya sudah terparkir rapi di parkiran rumah sakit.
"Pak Herman antar baby sitter dan Daffa ke rumah dulu ya nanti jemput kami kembali. Nanti saya kabari" kata ku dengan tersenyum.
"Baik Nyonya" sahut pak Herman.
Puput dan David Bryan masuk ke dalam rumah sakit, dia bertanya pada resepsionis kamar berapa Raka dirawat. Setelah mengantongi informasi mereka berdua berjalan menuju ruangan Raka.
Puput yang baru masuk pun menghampiri Raka yang duduk di bed.
"Halo mas Raka, bagaimana keadaan kamu?" tanyanya dengan khawatir.
Melihat Puput raut wajah Raka berubah, walaupun rasa cintanya telah terkikis namun Raka tetap menyayangi Puput seperti adiknya.
"Aku baik Put" jawabnya dengan tersenyum.
__ADS_1
Puput pun langsung memeluk Raka, sebenarnya aku agak cemburu namun peluk memeluk diantara mereka sudah biasa.
"Sudahlah sayang jangan lama-lama memeluk Raka" gerutu David Bryan.
Puput pun melepas pelukannya seraya berkata
"Kamu ini selalu saja cemburu dengan mas Raka sayang" cicit Puput lalu gantian memeluk diriku.
"Halo Mel, maaf kelupaan" kekeh nya lalu melepas pelukannya.
Fajar yang tidak digubris pun cemberut.
"Mba Puput gitu, adik sendiri dilupakan." gerutunya
Puput yang baru sadar kalau ada Fajar pun segera memeluk adiknya
"OMG Fajar maafkan mba ya, mba nggak tau kalau ada kamu di sini" kata Puput
Aku yang di peluk David Bryan pun agak kikuk pasalnya David Bryan memiliki tubuh yang besar.
"Kamu kenapa Mel?" tanyanya
"Itu anu, itu pak David saya gugup karena anda besar sekali" kataku yang membuat semua terkekeh.
"Dulu kan kita pernah berpelukan Mel?" sahut David.
"Nggak kebayang kan Mel jadi aku yang harus dipeluknya tiap hari" timpal Puput
__ADS_1
"Nggak hanya dipeluk Put, digagahi juga" imbuh mas Raka.
Semua pun tertawa,
"Kalau tertawa begini aku teringat dengan Chris" kata Raka dengan nanar.
"Chris menggantikan aku sementara Raka, karena aku akan ambil cuti sebulan, kasian ibu dan ayah mereka rindu dengan putri serta cucunya" ujar David
"OOO begitu" Raka pun tersenyum.
Kami pun mengobrol banyak hal, mereka pun saling m*e*m*b*u*l*l*y dan kini Fajar yang selalu dapat Bullyan paling banyak.
"Kelihatannya predikat jomblo abadi mu menular ke Fajar, Raka" David pun memulai mengatai Fajar
"Iya Boz, aku sudah menyuruhnya untuk mencari pasangan namun dia selalu bilang belum saatnya." kata Raka dengan menatap Fajar.
"Lihatlah mba Puput mereka mulai mengerjai aku" Fajar pun mengadukan bullyan Raka dan Suaminya kepada kakaknya.
"Mereka memang seperti itu Jar, jadi sabarlah. Orang sabar disayang Tuhan." Puput pun membela adiknya.
Semua pun tertawa melihat raut wajah Fajar.
"Lihat saja secepatnya akan aku bawa kekasih aku, aku tampan dan sedikit memiliki uang tentu nggak sulit mendapat kan wanita" ucap Fajar geram dengan Raka dan David Bryan.
"Apalagi wakil CEO perusahaan besar pasti wanita langsung klepek-klepek mas" imbuh ku dengan tertawa.
"Kamu ini di pihak siapa sih Mel, gak ingat kemarin-kemarin aku yang nemenin kamu menjaga mas Raka sekarang saja nggak membelaku" gerutunya.
__ADS_1
"Iya-iya mas aku di pihak mu" aku pun tertawa melihat ekspresinya.
Kami pun bercanda bersama hingga tak terasa waktu sudah sore. Puput, David dan juga Fajar pun pamit.