Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Alasan Rangga


__ADS_3

Setelah magangnya selesai Bunga pun kembali ke kotanya.


Rangga yang tidak bertemu Bunga lagi pun merasakan rindu yang luar biasa.


Beberapa hari ini Rangga tak nafsu makan,bahkan di Rangga sering melamun saat bekerja.


Asisten Rangga yang juga orang Indonesia pun bertanya.


"Apakah bapak ada masalah?"tanya Rio dengan menatap Rangga.


"Aku sedang bingung,semenjak Bunga tidak magang lagi di Pramana Bryan group,aku merasa ada yang hilang"jawab Rangga tanpa melihat Rio.


Rangga terus saja mengaduk ngaduk makanannya.


Rio baru bekerja dengan Rangga beberapa bulan yang lalu,semenjak Rangga mengurusi kerja samanya dengan Raka Sanjaya.


"Kenapa tidak ke kotanya langsung untuk menemui Bunga"Rio memberikan ide yang cemerlang yang tidak terpikirkan oleh Rangga.


Rangga menatap Rio dengan tatapan tak biasa,lama lama tatapan yang tak biasa itu berubah menjadi tatapan yang berbinar.


"Riooo kenapa tak terpikir olehku"kata Rangga lalu meletakkan sendok yang sedari tadi dia gunakan untuk mengaduk makanannya.


Dalam hati Rio menyauti


"Karena anda tidak memaksimalkan otak anda pak Rangga."


Karena Rangga punya waktu senggang dia pun berniat ke kota Bunga selama beberapa hari,namun sebelumnya Rangga menyuruh Rio untuk mencari tau tentang Bunga.


Setelah mengantongi informasi tentang Bunga,tanpa buang waktu,Rangga pun menyusul Bunga ke kotanya.

__ADS_1


Empat jam sudah berlalu,tepat pukul sebelas dia sampai di kota Bunga.


Karena hari sudah larut malam,Rangga memutuskan untuk menginap di sebauh hotel.


"Apa yang harus aku lakukan ya,kalau tiba tiba aku datang ke sekolahnya Bunga pasti kaget,jadi bagaimana!alasan apa"Rangga pun bermonolog dengan dirinya sendiri.


Mencoba mencari ide untuk bisa bertemu Bunga dengan kesan ketidaksengajaan,karena Rangga gengsi.


Dengan membolak balikan ponselnya akhirnya Rangga menemukan ide.


*********


Keesokan harinya Rangga pun mendatangi sekolah Bunga.


Dia pun berbicara kepada kepala sekolah.


"Begini pak,maksud tujuan saya kemari untuk menyumbang sekolah yang bapak pimpin."kata Raka yang langsung mendapat sambutan hangat dari kepala sekolah.


Rangga memberikan cek yang cukup fantastis nominalnya.


Setelah berbincang pada kepala sekolah Rangga pun pamit dan kebetulan jam sekolah pun selesai.


Rangga pun melihat Bunga yang keluar bersama kedua temannya.


mata Bunga tertuju pada mobil mewah yang terparkir rapi di depan sekolah.


"Kelihatannya aku mengenal mobil ini"batin Bunga.


"Bunga"

__ADS_1


Sebuah panggilan membuyarkan lamunan Bunga.


Bunga pun shock tenyata yang memanggilnya adalah mas Rangga.


Bunga pun mendekati mas Rangga,


"Lo mas kamu kok ada disini?"tanya Bunga yang penuh keheranan.


Teman Bunga yang bernama Lily dan Mawar pun pamit pulang terlebih dahulu,mengira Bunga dijemput kakaknya.


"Kamu sekolah disini??"Rangga menjawab perkataan Bunga dengan pertanyaannya.


"Iya mas,aku sekolah disini"jawab Bunga dengan menatap Rangga.


"Pertanyaanku gak gak dijawab"imbuhku dengan terkekeh.


"Kebetulan sekolah ini menjadi daftar nama sekolah yang menerima sumbangan dari perusahaanku."katanya berbohong.


"Ooo gitu ya mas"ujar Bunga dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Karena sudah disini bagaimana kalau aku antar pulang,sekalian bersilaturahmi dengan keluarga kamu"ujar Rangga


Pucuk dicinta ulam pun tiba.


"Kebetulan mas,aku gak ada yang jemput"timpal Bunga dengan tersenyum.


Rangga pun berbinar,pikirnya sekalian berkenalan dengan camer.


Rangga memutar untuk membukakan pintu untuk Bunga.

__ADS_1


Setelahnya baru dia yang masuk mobil.


Rangga pun melajukan mobilnya ke rumah Bunga.


__ADS_2