
Rangga menyeringai dengan memandang Raka
"Jika kamu terus mengganggunya aku tak segan segan untuk membunuhmu"kata Raka geram dengan Rangga.
"Kamu yang telah mengambilnya dariku Raka,dia adalah masa laluku"saut Rangga.
"Apa hubungannya denganku,aku tidak merebutnya dari siapapun,statusnya saat menikah denganku adalah lajang"Raka pun tak terima.
"Tapi dia adalah kekasihku"timpal Rangga.
"Kamu yang meninggalkannya Rangga,apa kamu amnesia sehingga tidak ingat kalau kamu lah yang meninggalkannya"imbuh Raka yang membuat Rangga mengepalkan tanggannya.
Rangga pun bangkit lalu menerjang Raka
Bugghhh
Rangga berhasil membogem Raka balik,perkelahian pun tidak dapat terelakan,debat mulut dan tangan menjadi daya tarik pengunjung toko khas oleh oleh tersebut.
Sedangkan aku hanya bisa menjerit dan mencoba melerai mereka
"Sudaaaaaahhhhhh stooooppppp"teriakku.
Bukannya berhenti mereka malah memandangku barengan sambil bilang
"Diam".
Mereka melanjutkan aksi mereka lagi.
Karena melakukan keributan di tempat umum tentu pihak keamanan dipanggil untuk melerai mereka.
Bahkan saat dilerai mereka masih saja ingun berkelahi.
__ADS_1
"Kalau kalian ingin berkalahi,sana ikutlah ajang tinju,jangan di sini,mengganggu orang belanja saja."omel salah satu petugas yang melerai.
"Dia dulu pak yang mengganggu istri saya"saut Raka.
"Dia yang merebut calon istri saya"Rangga tak mau kalah.
Aku hanya bisa geleng geleng kepala,akhirnya mereka dibawa ke post untuk dimintai keterangan.
"Siapa namamu??"tanya petugas tersebut.
"Raka Sanjaya"jawab Raka
"Rangga Rahardian"jawab Rangga
Mereka pun meyebutkan nama mereka barengan,sehingga membuat petugasnya tertawa.
"Kompak sekali"gumamnya sambil menulis nama mereka di kertas.
"Pekerjaan?"tanyanya lagi.
"CEO"
Petugas keamanan tersebut pun melongo dengan berucap.
"CEO???"katanya.
"Iya kenapa???"tanya Rangga dan Raka barengan.
"CEO kok berantem di tempat umum,apa kalian CEO gadungan"ucap petugas keamanan tersebut sinis seakan tak percaya.
Petugas lainnya pun berbisik.
__ADS_1
"Dia memang Raka Sanjaya, CEO muda yang namanya sedang melegit,kalau Rangga Rahardian namanya mulai familiar di telinga semenjak bergabung dengan Pramana Bryan Group."bisik salah seorang teman petugas tersebut.
"Kamu sok tau"komentarnya.
"Kamu yang goblok,mangkanya lihat berita jangan sinetron dan drakor melulu"timpalnya.
Setelah mendapat informasi dari temannya sikap orang tersebut berubah.
"Jadi kalian adalah CEO besar,kenapa berkelahi di tempat umum??"tanyanya namun lebih sopan.
"Dia yang mulai"Raka dan Rangga saling menunjuk.
Aku hanya menggeleng gelengkan kepala,akan sikap dua orang di depanku.
"Sudahlah mas,kenapa kalian tidak bertemab saja dan sama sama terima takdir kalian"katanku yang mendapatkan jempol dari petugas keamanan tersebut.
"Ogah"kata mereka barengan.
Aku yang geram menimpali kata kata mereka dengan berucap
"Terserah,up to you kalau bahasa jawanya karepmu"kataku kesal.
"Betul tu kata mbaknya lagipula kalian ini CEO kenapa merendahkan harkat dan martabat kalian dengan berkelahi di tempat umum,apa kalian tidak malu dilihat orang,lantas bagaimana imbasnya dengan perusahaaan kalian"petugas tersebut pun berbicara panjang kali lebar.
"Jadi sudah selesai apa belum introgasinya,kalau sudah saya pamit dulu"ucap Raka lalu berdiri.
"Iya sudah,awas kalau kalian berkelahi lagi"imbuh petugas tersebut.
Rangga pun beranjak lalu pergi terlebih dahulu tentu dengan wajah yang amburadul penuh lebam lebam.
Begitu pula dengan Raka.
__ADS_1
Raka pun menarik tanganku lalu membawaku kelaur post.
"Jelaskan padaku semuanya biar tidak terjadi salah paham."kata Raka dengan datar.