Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Segera halalkan


__ADS_3

"Jar mengapa data-data ini tidak ada yang benar?" tanya Raka


"Sebentar mas, aku hubungi dulu manager keuangannya" jawab Fajar


Tak selang berapa lama, manager keuangan pun datang, dia nampak pucat sekali.


"Tolong jelaskan ini" kata Raka lalu melempar berkas di hadapan managernya.


"Maafkan saya pak, saya akui saya telah menyelewengkan dana ratusan juta untuk keperluan pribadi saya" ucap manager dengan gugup.


Brak


"Untuk apa?" teriak Raka


"Untuk operasi ibu saya pak" jawab manager tersebut


Raka pun melemah, untuk membenarkan kata-kata managernya, Raka menyuruh Fajar untuk menyelidiki kebenarannya.


"Ada-ada saja" gumam Raka dengan memijat pelipisnya.


*****


Keesokannya Fajar memberikan informasi kalau memang sang manager berkata benar, uang yang dia gelapkan memang benar-benar ia gunakan untuk mengoperasi ibunya.


"Uang yang dia selewengkan buat jadi hutang dan tiap bulan potong gajinya" perintah Raka

__ADS_1


"Siap pak" sahut Fajar.


Sebulan sudah berlalu Fajar sungguh frustasi karena tidak bisa bertemu dengan Citra sedangkan pak Wijaya menggadaikan asetnya untuk mendapatkan uang yang jumlahnya fantastis guna mengeluarkan produk barunya.


Kini Citra sudah normal kembali, dia sudah bisa berjalan. Sepulangnya dari kampus dia sengaja menemui Fajar di kantornya.


Dia pun meminta ijin resepsionis untuk bertemu dengan Fajar namun karena belum ada janji akhirnya Citra tidak bisa menemui Fajar.


Saat hendak pergi tak sengaja dia menabrak Fajar yang baru saja kembali dari makan siang bersama Raka


Karena rasa rindunya Fajar pun memeluk Citra di depan umum.


"Aku kangen Citra" katanya


Lalu Fajar pun mengajak Citra untuk keruangannya, dia ingin memberitahu Fajar kalau dia sudah sembuh, namun hal buruk terjadi pada keluarganya.


Produk yang di keluarkan perusahaan papanya tidak populer sehingga banyak yang dikirim kembali ke gudang sehingga perusahaan ayahnya nyaris bangkrut.


"Papamu terlalu ambisius Citra, dia terlalu berani berspekulasi" kata Fajar.


"Iya mas" sahut Citra.


"Untuk itu aku akan bekerja di luar kota mas, untuk membantu perekonomian keluargaku." kata Citra yang membuat Fajar shock


"Kenapa tidak bekerja di sini saja?" tanya Raka

__ADS_1


"Rumah kami di sita bank mas, untuk itu kami harus pindah, sebenarnya tujuanku kesini untuk pamit pada mas Fajar , waktu kami menempati rumah itu hanya sampai Minggu depan" jawab Citra


Karena takut kehilangan Citra , Fajar pun menarik. Dia berniat untuk ke rumah Citra dan bicara pada orang tuanya.


"Kita mau kemana mas?" tanya Citra lalu melepas tangan Fajar


"Ke rumah kamu" jawab Fajar


"Mau apa ke rumah aku mas?" tanya Citra lagi


"Untuk melamar mu , aku tidak sanggup Citra untuk berpisah lagi, satu bulan kemarin sangat berat bagiku. Aku mencintaimu Citra" jawab Fajar


Fajar pun mengunci tubuh Citra di dinding, mata mereka saling bertemu, bahkan kini bibir mereka sudah bersatu dan terjadilah pautan.


Raka yang masuk ruangan Fajar harus menyaksikan adegan syur di depannya


"Brengsek kamu Jar, aku jadi pengen" batin Raka


Dia pun berjalan melewati Fajar dan Citra yang masih berpaut, dia meletakkan berkas yang harus Fajar cek.


Fajar yang sadar akan kehadiran Raka pun melepas pautannya


"Eh mas Raka, maaf mas udah gak bisa nahan" kekeh nya dengan menggaruk rambutnya yang tidak gatal


"Lanjut Jar, maaf mengganggu. Oh ya segera halalkan. Untuk bulan depan gaji kamu aku potong Karena melakukan hal yang tidak baik di kantor tanpa seijin ku" kata Raka sambil tertawa

__ADS_1


__ADS_2