
Aku dan mas Raka pamit pulang terlebih dahulu karena Ray dan Rey rewel.
"Jar aku pulang dulu ya, Rey dan Ray rewel lagipula jika lama-lama di sini kamu nanti nggak unboxing lagi" kata Raka sambil tertawa
"Memang barang di unboxing" gerutu Citra
"Maafkan suamiku Citra, mang dia kalo ngomong suka seenaknya" sahutku
"Ya udah mas, sana-sana pulanglah hus hus" Fajar pun mengibaskan tangannya
"Brengsek kamu pikir kami ayam" gerutu Raka
Tak lupa Raka juga pamitan pada ayah dan ibu, namun sebelum pulang ibu pun minta selfi. Setelah selfi dengan semuanya ibu minta selfi hanya dengan para anak lelaki, ayah pun geleng-geleng kepala pada keganjenan istrinya.
"Dah tua jiwa namun jiwa mudanya masih membara, masih suka pria ganteng" gumam ayah.
Seusai Selfi, Raka pun berceloteh
"Ayo pulang Rangga, nanti kamu memperlambat proses unboxing Fajar, kasian tu dia udah nggak sabar untuk segera mengeksekusi Citra"
"Aku nggak pulang, aku mau di sini. Aku juga mau mengunboxing Bunga." sahut Rangga dengan terkekeh
Tanpa di sadari, tangan ibu pun berpindah di telinga Rangga.
"Mau apa? Halal juga belum udah mau unboxing." omel ibu
__ADS_1
Sambil memegangi telinganya Rangga mengiba
"Ampun bu, mas Raka yang mancing"
Semua pun tertawa, kejadian bagai Dejavu bagi Raka, beberapa tahun saat semua masih di sini.
Mengingat semua itu membuat Raka menyunggingkan senyuman.
Setalah Raka pulang, Rangga dan Bunga mengobrol di teras sedangkan ibu dan ayah istirahat di kamarnya dan Tirta entah kemana.
Fajar dan Citra tentu masuk kamarnya, kamar Fajar sudah di hias dengan indah.
"Citra nggak usah menunggu malam pertama, kita langsung saja hari pertama" bisik Fajar dengan tangan yang melingkar sempurna di perut Citra
Saat di kamar mandi Citra melihat ada bercak darah di ****** ********.
"Selamat eksekusi bisa mundur" kata Citra lega
Citra pun keluar kamar mandi dan Fajar langsung saja menidurkan Citra di ranjang.
"Mas unboxing nya di tunda dulu, karena aku lagi datang bulan" kata Citra.
Seketika tubuh Fajar pun melemas, padahal keperluan untuk unboxing sudah disiapkan dan sudah siap bekerja.
"Lalu bagaimana ini Citra, yang di bawah sudah mengeras" katanya
__ADS_1
"Sabar ya mas" sahut Citra
Akhirnya Fajar pun bangun lalu memakai baju santainya.
"Sial, kenapa datang di saat yang tidak tepat. Kan bisa mundur dua jam, biar aku menikmati hari pertama dulu" umpat Fajar
Citra yang mendengarnya pun tertawa, ternyata mas Fajar mesum juga. Karena tidak bisa menikmati hari pertama, kini Fajar minta Citra untuk bersiap karena dia akan menemui mertuanya.
"Ayo kita ke rumah kamu Citra, kita beri hadiah untuk papa dan mama kamu. Aku nggak sabar melihat wajah mereka" Fajar pun tertawa, ntah apa yang akan dilakukan Fajar.
Citra pun menurut lalu mengganti pakaiannya, dia juga penasaran apa yang akan Fajar lakukan pada keluarganya.
Saat hendak mengambil mobil Rangga yang berada di teras pun bertanya
"Cepat sekali eksekusinya, kalian pakai gaya apa?"
"Tiba-tiba tamu datang, sehingga proses eksekusi id tunda sampai waktu yang ditentukan" jawab Fajar
Rangga dan Bunga pun tertawa,
"Ceritanya gagal eksekusi dan unboxing nih" celetuknya yang membuat Fajar kesal.
"Brengsek kamu Rangga, nggak ada sopan-sopan nya sama calon kakak ipar" sahut Fajar.
Fajar pun meninggalkan Rangga dan Bunga yang masih menertawainya. Kini mereka menuju kediaman keluarga Citra untuk memberikan hadiah pada mereka.
__ADS_1