
Aku merutuki Raka dalam hati,ingin rasanya ku lemparkan tubuhnya keluar.
Tak terasa airmataku pun meleleh,ku pandangi wajahnya dengan tatapan yang tak biasa.
Raka yang juga memandangku pun bertanya
"Kamu kenapa Mel??apa sesakit itukah sehingga membuatmu menangis???tanyanya lalu merengkuh tubuhku dan dibawanya dalam dekapannya.
Ntah kenapa aku semakin terisak
"Kamu brengsek mas,setelah puas menggagahiku sekarang kamu bilang menyesal"kataku dengan menepuk nepuk dadanya bahkan mencubit bagian dadanya yang berwarna coklat.
Raka pun memekik kesakitan pasalnya pucuk dadanya aku cubit.
"Mel....Maksudnya menyesal kenapa tidak menikah dari dulu,tau rasanya enak seperti ini"ucapnya dengan kesakitan.
Aku pun terbelangak kaget,aku yang malu pun menenggelamkan wajahku ke dadanya.
lalu berucap
"Maaf mas,kiraen kamu menyesal menikah denganku".
"Baru saja tadi ngucap Ijab Qabul masa udah nyesel"timpal Raka.
Karena sangat risi aku pun melepaskan pelukanku dan beranjak.
Namun bagian sensitifku sungguh perih dan sakit.
Raka yang mengetahui aku kesakitan berinisiatif menggendongku.
__ADS_1
Setelah bersih kami pun kembali lagi ke ranjang dengan handuk kimono kami masing masing.
Raka membawaku ke pelukannya
"makasih ya Mel,kamu udah menjaganya untukku"kata Raka lalu mengecup keningku.
"Kehormatan seorang wanita memang harus untuk suaminya bukan untuk kekasihnya."timpalku yang semakin membenamkan wajahku di dadanya.
Karena sudah sangat larut kami pun terlelap dalam posisi saling berpelukan.
********
Mentari pun datang dengan membawa sinarnya,saat ku buka mataku,tanganku memeluk mas Raka dari belakang.
"Kok beda ya dengan novel novel yang ku baca,biasanya si suami memeluk istrinya ini kok mas Raka yang ku peluk dari belakang."gumamku lalu beranjak ke kamar mandi.
Setelah selesai ku bangunkan mas Raka.
Mas Raka menggeliat,lalu memeluk gulingnya lagi,masih dengan mata tertutup dia berkata
"Sholat subuhnya besok saja Mel,aku malas mandi besar,aku nitip dulu ya?"
"Apa apan sih mas Raka,ya sudah kalau gak mau bangun yang penting aku udah mengingatkan,kalau nanti kamu di tanya malaikat jangan libatkan aku lo ya,nanti kamu bilang kalau istriku selalu mengingatkan tapi aku yang tidak mau,awas kalau nanti kalau sampai menyebut namaku dihadapan malaikat,tak smack down"kataku geram lalu aku pun sholat sendiri.
Raka yang setengah sadar pun tersenyum
"Wanita aneh,nanti kalau sudah di alam sana ya sudah berbeda"gumamnya lalu tidur lagi.
Seusai menjalankan kewajibanku aku ke dapur untuk masak,
__ADS_1
"Masak apa ya?,di kulkas hanya ada makanan instant,apa aku pergi ke pasar aja ya,beli nasi pecel sekalian belanja."gumamku dengan berfikir.
Setelah berfikir aku pun memutuskan pergi ke pasar,
"Mas aku ke pasar dulu ya cari sarapan"pamitku yang tentu tak di jawab Raka karena dia masih tidur.
Lima belas menit kemudian sampailah aku di pasar tradisional.
Aku membeli dua bungkus nasi pecel dengan lauk lengkap,setelah itu membeli ikan,sayur, daging dan lain lain.
Setelah mendapat apa yang aku mau,aku pun pulang.
Ku lihat kamar,mas Raka masih bertahan dengan gulingnya seakan tak bisa dipisahkan.
Aku pun punya ide mengerjainya.
"Mas udah jam 9 lo kamu gak bangun???"kataku dengan menggoyang tubuh mas Raka.
Raka yang mendengar kata jam sembilan pun melotot dan bangun.
"Kenapa tidak membangunkan aku lebih awal sih Mel??ini pasti David Bryan marah"katanya lalu bergegas ke kamar mandi tanpa melihat jam tangan.
Raka pun mandi kilat,
"Mel baju Mel,kok gak disiapkan sih....Aku udah telat ni Mel,biasanya jam delapan aku sudah di kantor"kata mas Raka dengan raut wajah yang panik.
Aku pun tertawa terbahak bahak,
"lihatlah jam tanganmu,ini masih jam setengah tujuh."kataku dengan memegang perutku yang sakit.
__ADS_1
Raka pun tersenyum tau kalau dia ku kerjai.
"Lihatlah pembalasanku Mel"gumam Raka dengan tersenyum licik.