
Keadaan Raka sudah mulai membaik, kini dia pun sudah boleh pulang.
Saat berada di rumah yang dia lakukan adalah melihat buah hatinya yang kini sudah mulai beranjak besar.
Ketika Raka pulang pun mereka menangis dan mengoceh kalau mereka sangat merindukan ayah mereka.
"Iya-iya Ray, ayah juga kangen" kataku yang mengambil Ray dari gendongan Raka.
Kini Raka berganti menggendong Rey, Rey pun melakukan hal sama seperti Ray. Dia juga mengoceh, melihat bayi kembarnya Raka teringat akan Roy, matanya pun berkaca.
"Maafkan ayah Roy" batinnya.
Puas dengan bayi kembarnya Raka pun pergi ke kamarnya.
Aku mengembalikan bayiku pada baby sitter nya masing-masing dan menemani mas Raka.
"Istirahatlah mas, setelah itu makan dan minum obat" kataku
"Aku lelah istirahat Mel, berbulan-bulan aku istirahat" katanya sambil terkekeh.
" Lalu mau apa sekarang?" tanyaku
"Olahraga Mel" jawabnya
Aku pun geram, baru saja pulang udah mau olahraga saja, tentu dokter belum menganjurkan untuk berolahraga.
"Nggak usah aneh-aneh mas, kamu baru saja pulang kenapa mau olahraga?" tanyaku kesal
__ADS_1
"Kan hampir setengah tahun aku tidak bergelud panas denganmu, jadi aku merindukannya" jawabnya
"Astaga mas, jadi maksud kamu olahraga di ranjang?" tanyaku
"Iya, memangnya olahraga apa? joging, renang?" jawabnya
Aku pun tertawa, memang sih aku juga merindukan mas Raka, namun aku harus bisa melihat kondisinya. Aku pun menjanjikan olahraga ranjang setelah keadaannya benar-benar pulih.
"Satu Minggu lagi mas, aku nggak mau bercinta kalau kamu masih loyo, ntar aku nggak puas lagi" kataku sedikit mengejek
"Nggak loyo Mel" sahut Raka
"Pokoknya nggak, tunggu seminggu lagi" ucapku
"Baiklah" jawab Raka pasrah
Aku meminta supir untuk mengantarku ke supermarket terdekat.
Aku membeli susu untuk my twins dan juga untuk Raka.
Setelah puas belanja aku pun pulang, saat di pintu masuk ada seorang pria menabrak ku, sehingga barang belanjaan ku jatuh semua.
"Maaf maaf , saya tidak sengaja" katanya meminta maaf lalu mengambili barang belanjaan ku yang jatuh.
"Mangkanya kalau jalan pakai mata, orang segede gini ditabrak" omel ku
" Dimana-mana kalau jalan pakai kaki bukan pakai mata" sahutnya.
__ADS_1
"Dasar!" seruku
Lelaki tersebut pun memberikan belanjaan ku yang tadi dipunguti nya.
"Ini nona" katanya lalu menyodorkan belanjaan ku
"Lain kali hati-hati jangan nabrak-nabrak lagi" kataku lalu pergi dari hadapan lelaki tersebut.
"Semoga, aku nggak ketemu-ketemu dengan wanita model seperti itu" gumamnya sambil menatap punggungku yang semakin menjauh.
Lelaki tersebut pun berbelanja buah, roti dan susu karena dia akan menjenguk temannya yang sedang sakit.
Setelah sampai di rumah aku menaruh belanjaan ku di dapur, lalu aku membuatkan mas Raka susu serta menyiapkan makan siangnya
"Mas, ini minum dulu susunya setelah itu makan ya lalu minum obat" kataku sambil menaruh susu dan makan siang Raka di nakas.
"Iya Mel, makasih" sahut nya
"Oh ya Mel, setelah ini akan ada temanku yang akan kesini" kata Raka
"Siapa mas?" tanyaku lagi
"Dia dari Jawa, baru saja sampai hari ini" jawab Raka
"Dia tahu kalau kamu sakit mas?" tanyaku lagi
"Tahu Mel, ntah darimana dia tahu" jawab Raka
__ADS_1
Aku pun menyuapi mas Raka lalu meminumkan obatnya.