Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Bunga dan Rangga


__ADS_3

Walaupun Bunga adalah adik dari Fajar atau adik ipar dari pemilik perusahaan namun tidak membuat Bunga sombong.


Bunga tetaplah Bunga yang dulu sedikit cerewet dan sedikit cuek.


Pagi itu Bunga mendapat tugas di lapangan,tidak hanya Bunga namun dua rekan magang lainnya pun mendapat tugas yang sama.


Saat di tempat yang di tentukan,Bunga pun tak sengaja menabrak seorang laki laki yang tak lain adalah Rangga.


"Kamu!!!"tunjuk Bunga dengan wajah geram.


"Kamu!!!"tunjuk Rangga dengan wajah geram juga.


Rangga pun membersihkan jasnya yang tidak kotor, lebih tepatnya karena bekas dari Bunga.


"Cih....Sombong sekali,memangnya aku najis sehingga sedemikiannya membersihkan bekasku."gerutu Bunga dengan memandang tak suka terhadap Rangga.


"Mamang iya,kamu mengandung najis"saut Raka lalu pergi dengan sengaja menabrak bahu Bunga.


"Hey....Orang gak punya otak,awas ya kamu,memangnya kamu siapa"teriak Bunga merutuki Rangga.


Rangga terus saja berjalan tanpa menoleh kebelakang.


Dia menganggap teriakan Bunga angin lalu.


Bunga pun mengelus dadanya lalu bilang

__ADS_1


"Sabar Bunga,ini cobaanmu di tempat kerja,ingat kamu magang tak akan lama"gumam Bunga menyemangati dirinya sendiri.


Sore pun datang dan Bunga bersiap siap untuk pulang,lebih dari tiga puluh menit Bunga menunggu Fajar.


Dia sudah mulai bosan pasalnya teman temannya sudah pulang.


"Mana sih mas Fajar,lama sekali"gumam Bunga sambil membolak balikan ponselnya yang sedari tadi menghubungi Fajar namun tak di jawab.


Saat sedang menunggu Fajar mobil Rangga pun menghampiri Bunga.


Rangga membuka kaca mobilnya lalu menyapa Bunga.


"Halo nona,nunggu jemputan???bagaimana kalau pulang denganku,bagasi mobilku masih kosong,muatlah untuk menampung badanmu yang kecil itu"katanya dengan terkekeh.


"Cih....Sombong sekali,memangnya siapa juga yang mau naik mobil kamu,gak akan sudi aku naik mobilnya orang yang tidak punya otak seperti kamu."kata Bunga yang spontan membuat Rangga naik pitam.


"Dasar"gerutu Bunga.


Tak selang berapa lama Fajar pun datang,saat melihat Bunga Fajar pun terkekeh.


Sedang Bunga memasang wajah masam.


"Maafin mas Fajar Bunga,tadi sibuk sekali"ucap Fajar mencoba menjelaskan.


"Ada syaratnya kalau mau dimaafin"kata Bunga.

__ADS_1


"Apa??"tanya Fajar penasaran.


"Beliin es krim dan coklat namun jangan di batasi belinya,gimana setuju gak???"jawab Bunga dengan menatap Fajar.


"Hanya itu saja,ok!!"timpal Fajar.


Mereka pun menuju mini market terdekat.


Fajar dan Bunga tinggal di rumah David Bryan yang dulu ditempatinya bersama Puput.


Setelah di mini market,Bunga pun turun dengan membawa kartu milik Fajar.


Fajar menunggu di mobil sedangkan Bunga masuk mini market sendiri.


Fajar pun kaget setelah kembali,Bunga membeli begitu banyak es krim dan juga coklat.


"Ini mas kartunya,terima kasih udah nraktir Bunga banyak es krim dan juga coklat"katanya dengan manaruh satu kresek besar es krim dan juga coklat.


"Sama sama tapi bulan depan potong gaji ya??"goda Fajar yang membuat Bunga meliriknya.


"Gak ikhlas amat nraktir adik sendiri,pantesan gak punya pacar la pelit gini"ejek Bunga.


Fajar hanya terkekeh dengan ejekan Bunga,bukannya gak mau cari pacar namun memang Fajar belum memikirkan pacar.


Dia mau fokus dulu dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Dia masih ingin mematangkan pikirannya supaya setelah menikah dia lebih dewasa dalam menghadapi problem setelah menikah.


__ADS_2