
"Iya setelah keluar akan merasukimu mas,"kataku dengan kesal.
"Kalau kamu yang merasuki hatiku, aku akan sangat senang Mel"saut Raka.
Aku menghela nafas,lalu mengelus elus dadaku.
"Aku mau pulang mas,sebelum kesabaranku hilang dan akhirnya aku khilaf"kataku bersungut.
"Itu yang aku tunggu tunggu Mel,khilaf berdua di kamar"Raka pun tertawa.
"Maksudnya khilaf bunuh kamu maaaaassss????"aku berteriak dengan keras.
Aku pun menyerah, tak dapat ku tahan rasa kesalku.
Kuambil bantal dan ku pukul pukulkan berulang di tubuh mas Raka tak perduli dia sakit atau tidak.
Setelah puas ku buang bantalnya.
Raka hanya tertawa.
"Kalau mau minum ambil di kulkas Mel,kamu pasti haus habis ngebukin aku."ucapnya dengan tertawa.
Kulemparkan tatapan mautku padanya,aku pun mengambil tasku lalu ku sampirkan di pundakku.
"Mas aku pulang ya,nanti aku kesini lagi"tuturku lalu melangkahkan kaki menuju pintu.
Tiba tiba mas Raka pun berteriak.
"Mal,ada yang tertinggal ni"
__ADS_1
Aku pun membalikan badan dan kembali lagi,"apa mas yang tertinggal."tanyaku dengan clingukan mencari cari apa yang tertinggal.
Raka pun menunjuk pipinya dengan jari telunjuknya.
Sontak aku meliriknya tajam.
"Sungguh kamu membuat kesabaranku benar benar habis mas"kataku sambil mengepalkan tangan yang kuarahkan padanya.
Lalu aku pun keluar dan hilang dibalik pintu.
Ku pakai sepatuku lalu melenggang pulang.
Setelah kepergianku Raka pun menelpon Fajar guna bertanya keadaan perusahaan dan perkembangan proyek mereka.
"Semua aman mas,mas Raka jangan memikirkan perusahaan,fokuslah dengan kesembuhan mas Raka."Pesan Fajar dari dalam panggilannya dengan Raka.
Malam hari pun tiba,aku datang dengan membawa nasi goreng dua bungkus dan juga buah buahan.
Lalu aku manarik kursi dan meletakkan bokongku disana.
"Kalihatannya enak ni Mel,"kata Raka dengan mencium aroma nasi goreng yang aku bawa.
Saat aku menyiapkan nasi gorengnya Raka sudah menunggu.
"Mang enak mas,ini nasgor langganan aku"kataku lalu memasukan nasi goreng ke dalam mulutku.
Terjadilah obrolan kecil disela makan kami.
"Mungkin begini ya Mel kalau punya pasangan, makan ada yang nemenin"Raka pun memecah keheningan di antara kami.
__ADS_1
"Memangnya mas Raka gak pernah makan ma pasangan mas Raka sebelumnya?"tanyaku dengan melahap nasi gorengku.
"Aku gak pernah pacaran Mel"jawab Raka dengan nanar.
Uhuk...uhuk....aku pun tersedak,segera mas Raka mengambilkan minum.
"Hati hati dong Mel,siapa sih yang mau ngambil nasi goreng kamu,buru buru sekali makannya"gerutu Raka.
"Aku hanya shock mendengar kalau kamu tak pernah pacaran sebelumnya"kataku dengan menunduk.
"Kenyataannya memang begitu Mel,sekali pun aku tak pernah merasakan yang namanya pacaran."Raka pun kembali memakan nasi gorengnya.
Aku pun tertawa,karena seorang CEO terkenal tidak pernah pacaran.
Sukses dalam karir namun tak sukses dalam percintaan.
"Jadi menikahlah denganku minggu depan Mel"imbuh Raka dengan menatapku.
Lagi lagi akupun tersedak,setelah minum, aku pun protes.
"Kamu ni apa apaan sih mas,kita kan baru kenal,biarkan dulu kita saling kenal mas"aku tak setuju dengan apa yang barusan di sampaikan mas Raka.
"Kita bisa melakukan semua itu setelah menikah Mel,jadi bila kita khilaf kita sudah halal."bujuk Raka.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaaaku mas???"tanyaku lagi dengan menatap mas Raka.
"Berhentilah,tentu aku tidak akan membiarkanmu bekerja,karena wanita adalah tulang rusuk pria bukan tulang punggung,lagipula gajiku sebulan cukup kalau hanya buat makan."jawab Raka dengan tersenyum.
Mendengar kata kata mas Raka membuatku terharu.
__ADS_1
Akupun meminta waktu padanya untuk berfikir karena jujur aku masih bimbang untuk menikah dengan mas Raka.