Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Mewahnya apartemenmu mas


__ADS_3

Walaupun aku menyetujui untuk menikah dengan mas Raka namun hatiku masih bimbang.


Pikiran negatif bermunculan,takut kalau ke standaran ekonomiku nanti di buat ukuran,takut kalau nanti mas Raka main perempuan dan menyakiti aku seperti film film yang pernah aku lihat.


ntahlah.


Tiba tiba lamunanku pecah setelah Kak Elizabeth dan juga kak Puput memelukku.


"Halo Mel,pagi pagi udah ngelamun saja,hari ini mas Raka diijinkan pulang kan???"tanya Puput lalu duduk disampingku.


"Iya kak,hari ini boleh pulang.


Mas Raka juga sudah bisa jalan sendiri,walaupun perutnya agak sakit."Jawabku dengan tersenyum.


Duo David menghampiri Raka yang duduk di ranjangnya.


Raka pun clingukan mencari sesuatu.


David Bryan yang tau pun mengeluarkan suaranya


"Chris dan Zahra tak kesini,dia menginap di apartemennya,panggilanku juga tak dijawab.


Kalau Victor dia istirahat,katanya dia kurang enak badan akibat adaptasi dengan iklim di Indo."


Raka pun tersenyum mendengar penututuran David Bryan.


"Gimana bro,sudah enakan???"tanya David Reno.


"Iya David,bekas lukanya juga sudah berkurang sakitnya,semua berkat bunga Melati"jawabnya sambil terkekeh.


"Kamu mencintainya Raka???"tanya David Bryan dengan menatap Raka.


David Bryan belum menemukan cinta di mata Raka,malah David menemukan mata yang berbinar saat Raka melihat istrinya.


"Cinta bisa dikondisikan Boz,yang penting action dulu"Raka pun terkekeh.

__ADS_1


"Aku tak menyangka Raka seperti ini Bryan,salut bro dengan kejantananmu"David Reno pun merangkul sahabatnya.


Setelah puas bercanda,kami pun membawa mas Raka pulang.


Saat aku diajak masuk dalam apartemen mas Raka,sungguh aku sangat kagum dengan kemewahan apartemennya.


Dengan dengan mata yang traveling kemana mana mulutku pun meloloskan suara


"Mewahnya apartemenmu mas"


Mereka semua tersenyum mendengar ucapanku.


"Ayo Mel,duduk"ajak Puput.


Aku pun melepas sepatu snakers yang kupakai.


Saat aku melepas sepatuku mereka semua tertawa,tentu tawa mereka membuat aku bingung.


"Gak usah dilepas sepatunya Mel!"kata mas Raka dengan tertawa.


Aku mendekati mereka semua dengan bertelanjang kaki.


Aku bingung duduk dimana semua duduk dengan pasangannya masing masing,ada sofa kosing itupun dipakai untuk menaruh barang barang mas Raka.


Mas Raka yang tau aku bingung duduk pun menepuk pahanya.


Aku pun memelototkan mataku padaku sehingga dia pun terkekeh.


"Apa apaan dia,seenaknya menyuruh aku duduk pangkuannya,memangnya aku wanita apaan,untung ada banyak sahabatnya coba kalau sendiri sudah aku gebuki tu orang"aku pun merutuki mas Raka hati.


Seolah tau apa yang aku pikirkan,mas Raka pun memanggilku,aku pun mendekat ke arah sofanya.


"Duduklah"suruhnya.


"Duduklah di pangkuan Raka Mel"saut Elizabeth yang tentu membuatku malu"

__ADS_1


karena ocehan dari Elizabeth semua pun tertawa.


Kami pun berbagi sofa,walaupun sesak tapi tak apalah daripada berdiri.


Kami pun mengobrol kesana kesani sehingga waktu pun cepat berlalu.


David Bryan,Reno,Puput dan Elizabeth pun pamit untuk pulang.


Setelah kepergian mereka aku pun pamit juga namun Raka melarangku.


"Jangan pulang dulu Mel,kamu kan tau aku masih belum pulih betul."Kata Raka dengan tersenyum.


"Benar juga ya mas,lalu gimana dong mas,kan gak enak laki laki dan perempuan berduaan,kalau nanti ada grebegan pak RT gimana???"ucapku yang langsung mendapat kekehan dari Raka.


"Enak dong kalau digrebek jadi bisa nikah cepet"goda mas Raka.


"Sinting,CEO tak waras,edan,gila"gerutuku dengan memandang mas Raka sinis.


Mas Raka tertawa sambil memegangi perutnya,


Lalu dia pun memintaku untuk mengantarnya ke kamar.


Mas Raka pun menidurkan dirinya dengan pelan di kasur.


"Kamar kamu bagus ya mas,rapi dan juga wangi"kataku dengan mataku yang menyusuri setiap sudut kamar mas Raka.


"Bentar lagi juga jadi kamarmu Mel"saut mas Raka yang membuat aku tersenyum kecut.


"Ya sudah mas,kamu istirahat dulu.


Aku mau pulang,grogi aku berdua di kamar denganmu mas,takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan"ucapku dengan menatap mas Raka.


"Malah justru terjadi hal hal yang diinginkan Mel,lagian apa kamu tega meninggalkan aku sih Mel,kalau aku pengen makan gimana,kalau aku mau mandi gimana"sautnya dengan terkekeh.


"Massss Raaakaa"teriakku lalu mencubit lengannya.

__ADS_1


"Iya iya Mel,ampun!!!duh....Setannya kelaur"oceh mas Raka yang masih menutup telinganya.


__ADS_2