
Dalam mobil aku memandang mas cakep kesal,
Sesekali aku menggerutu.
"Tadi kenapa akting mas cakep berlebihan sekali?pake cium lagi"gerutuku dengan memandang Raka.
Raka hanya tersenyum tanpa menjawab gerutuanku.
"Kalau di perhatikan kamu sangat tampan mas,setiap wanita yang melihatmu pasti tersihir"batinku dengan melamun dengan memandangi Raka.
Raka yang tidak nyaman dipandangi olehku pun angkat bicara.
"Mel....Kamu baik baik saja kan???"tanya Raka sambil melambaikan tangan di depan wajahku.
Aku yang sudah sadar pun terkekeh dan malu.
"Jangan lama lama kalau lihat nanti jatuh cinta lagi"goda Raka yang membuatku terkekeh
"Jatuh cinta gak papa dong mas,memangnya ada larangan gitu buat jatuh cinta"sautku yang membuat Raka terkekeh.
"Wanita yang langka,sama seperti Puput"batin Raka.
"Trus ni bagaimana mas cakep,dilihat dari apa yang kamu pakai semua kelihatannya barang branded lalu yang kamu bawa ini luxury car,kira kira semua habis berapa mas!maafkan aku gara gara mengikuti sandiwaraku kamu ikut ikutan susah,tapi kamu juga sih mas kenapa sewa barang barang mahal"aku pun memegangi kepalaku bingung selanjutnya bagaimana.
Raka hanya tersenyum melihatku kesusahan hati,aku pun menoleh ke arahnya,tampak di raut wajahnya tampak tenang sekali seakan tak ada beban.
"Tenang Put,serahkan semua padaku.
Mentok aku akan menjual ginjalku lalu kamu harus menikah denganku"katanya ngawur dengan tertawa.
Aku pun memercingkan mataku.
__ADS_1
"Sialan kamu mas,kamu pikir aku akan membiarkanmu menjual ginjalmu???"ketusku.
Mobil mas cakep pun sudah sampai di depan rumahku.
Sebelum turun aku berkata
"Makasih mas,besok kita ketemu lagi ya,untuk bahas masalah sewa mobil dan lain lain."
"Ok....Mel!!!"kata Raka singkat.
Setelah aku keluar,Raka pun melajukan mobilnya.
Di dalam mobil Raka senyum senyum sendiri,
"Kasian dia harus memikirkan sewa mobil dan lain lain,aku akan berterus terang Mel,kalau aku Raka."gumam Raka lalu fokus kembali ke jalan.
Saat baru saja sampai di apartemennya,David pun memanggil.Dia menyuruh Raka untuk segera datang ke Amerika.
Aku merebahkan diri ke kasur.
Pikiranku kacau tak karu karuan,rasa bingung yang tak bertepi.
Inginku menenggelamkan diri di samudra terdalam,aku terjebak sendiri dalam sandiwaraku bahkan kini harus membawa orang menanggung bebanku.
Tiba tiba aku teringat akan Pramana Bryan grub,perusahaan yang membujukku untuk menjual tanah mendiang orang tuaku.
"Maafkan Melati ibu dan bapak karena tidak bisa memegang amanat bapak."batin ku sambil melelehkan air mata.
Aku pun mengambil wudhu lalu sholat,walaupun aku bukan ahli ibadah namun aku masih cukup iman untuk menjalankan kewajiban seorang muslim.
********
__ADS_1
Keesokan harinya,aku ijin pak Sony karena aku telat datang ke restoran.
Karena pak Sony mengira aku calon istri Raka Sanjaya mangkanya beliau agak longgar terhadapku.
Aku mengendarai motorku ke Pramana Bryan Grub,aku pun takjub akan kemegahan perusahaan ini,
"Wow....Maafkan aku Raka Sanjaya karena menyebar gosip murahan.
Aku kesini sekalian meminta maaf padamu,maaf atas sandiwaraku"batinku lalu berjalan hendak masuk.
Ada mobil mewah masuk pelataran kantor,
Fajar keluar dengan kharismanya,aku sangat terpesona melihat ketampanan Fajar.
Seketika lamunanku buyar saat Fajar menepuk bahuku.
"Maaf nona apa anda baik baik saja?tanya Fajar.
"Eh....Iya pak cakep saya baik baik saja.
Fajar pun mengingat ingat,karena wajahku tidak asing baginya.
Dengan sangat keras Fajar mengingat ingat,akhirnya dia pun ingat juga.
"Bukankah anda pemilik tanah tersebut???"
tanya Fajar dengan tersenyum.
"Iya pak,saya kesini ingin menjualnya dan juga minta maaf pada pak Raka Sanjaya."jawabku lalu menunduk.
Fajar pun tersenyum lalu menelpon Raka.
__ADS_1