Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Jadi kamu suntik hormon??


__ADS_3

Raka memutuskan untuk menyudahi suntik hormonnya karena aku yang sangat ingin sekali memiliki momongan.


"Semoga bulan depan kamu bisa hamil Mel dan kita akan segera memiliki momongan."kata Raka sambil tersenyum.


**********


Sore ini sebelum mas Raka pulang kerja, seperti biasa aku bersih bersih rumah.


Tak selang beberapa lama,mas Raka pun pulang.


"Assalamualikum Mel"salam mas Raka setelah masuk rumah


"Waalaikum salam mas"jawabku lalu menghampiri mas Raka dan mencium tangannya.


Aku membantu mas Raka untuk melepas jas serta dasinya,kalau sepatu selalu mas Raka sendiri yang melepasnya.


"Mel,aku mau tidur sebentar nanti setelah satu jam bangunkan aku ya?"katanya lalu beranjak menuju kamar.


"Kamu kurang enak badan ta mas??"tanyaku dengan menaruh tangnku di dahi mas Raka guna mengecek deman atau tidak.


"Aku hanya capek Mel,mau istirahat sebentar"jawabnya lalu ke kamar.


Karena mas Raka tidur aku pun melanjutkan bersih bersihku.


Kali ini aku yang membersihkan meja kerjanya,saat menumpuk buku bukunya ada secarik kertas.


Saat ku baca betapa kagetnya aku,yang isinya dimana surat pernyataan dimana mas Raka melakukan kontrasepsi dengan cara suntik hormon.

__ADS_1


Aku yang sedikit shock pun duduk.


"Apalagi ini mas,kenapa kamu menunda kehamilanku?apa kamu tidak menginginkan anak dariku?"gumamku dengan raut wajah yang bercampur campur.


Aku pun menuju balkon,memikirkan semuanya.


Apa tujuan Raka menikahiku??kalau dia sengaja menunda kehamilanku bearti fix aku hanya pelarian,dia tidak benar benar mencintaiku.Aku hanya boneka untuk memuaskan hasrat dan juga sebagai pembantu di apartemennya.


Aku pun menangis karena asumsi asumsi negatifku.


"Ya allah apa yang harus aku lakukan,aku sangat mencintaimu mas"gumamku sambil menangis.


Waktu terus berlalu sehingga tak terasa hari sudah malam.


Raka pun tersentak lalu bergegas bangun.


Dia melihat jam tangan,tak terasa dia tidur selama tiga jam.


Setelah mencari keseluruh penjuru apartemen,akhirnya dia menemukanku di balkon.


"Mel,apa yang kamu lakukan disini?udara malam gak baik lo untuk keseharan"tanya Raka lalu memelukku.


"Kenapa aku tidak dibangunkan sih"imbunya dengan lirih.


Dengan sedikit kasar aku melepas pelukan mas Raka.


Sehingga membuat Raka heran.

__ADS_1


"Ada apa Mel??"tanya Raka penuh keheranan.


"Kenapa kamu menunda kehamilanku mas??"tanyaku dengan pandangan yang masih lurus ke depan.


Raka pun sedikit kaget pasalnya aku tahu kalau dia suntik hormon.


"Jadi kamu sudah tau Mel??"tanya Raka pelan.


Raka pun berdiri di sampingku dengan tangan memegang pagar kaca di balkon kami.


"Iya mas dan aku merasa sakit hati padamu,apa kamu tidak menginginkan anak dariku?sehingga kamu melakukan suntik hormon??apa kamu masih ingin mencintai kak Puput??"jawabku lalu memberondongnnya dengan banyak pertanyaan.


Raka pun kaget pasalnya aku sudah tau semuanya.Dengan santai Raka menjawab pertanyaanku.


"Aku akan jelaskan semua Mel,aku suntik hormon tidak ada kaitannya dengan Puput,Puput adalah masa laluku.Dulu aku memang sangat mencintainya namun setelah kehadiranmu aku berangsur mulai melupakannya.Dia sudah bahagia dengan David Bryan.


Sekarang aku cukup mengenangnya...."


Belum sempat melanjutkan ucapannya aku memotong.


"Lalu kenapa kamu suntik hormon?"tanyaku lalu mendapat tatapan tajam mas Raka.


"Lanjut apa tidak ni?tanya mas Raka kesal.


"Iya"jawabku singkat.


"Ah....Karena kamu potong akhirnya gak seru."gerutu Raka lalu masuk ke dalam.

__ADS_1


Aku pun menyusulnya masuk dengan berteriak memanggil namanya


"Maaaassss"


__ADS_2