Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Rangga minta maaf


__ADS_3

Barang belanjaanku sudah diambili pak sopir.


Setelah di resort aku menyuruh pelayan untuk membantu membawakan belanjaanku tadi.


Aku membersihka luka mas Raka,tadi kami berhenti sejenak di apotek membeli obat obatan.


"Sekarang jelaskan semua"cicit Raka dengan menatapku tajam.


Bukannya menyaut cicitan mas Raka,aku semakin menekankan tanganku di luka lebamnya.


"Auuuwwww,sakit Mel!!"pekiknya kesakitan


"Sukurin,rasain tu mas.


Geram aku,wajah masih penyok penyok masih saja bertanya yang aneh aneh.


Penjelasan apa lagi?toh aku juga udah cerita semua."kataku sambil merapikan obat,plester,kapas yang berserakan di sofa.


"Kamu bilang dia meninggalkanmu namun kenapa dia sangat bersikeras mendapatkanmu kembali walaupun statusmu kini sudah menjadi istriku!!"saut Raka dengan penasaran.


Seusai menaruh obat dan kawan kawannya,aku kembali ke sofa.


Kupandangi suamiku lalu bercerita.


Namun sebelumnya aku menghela nafas.


"Mas Rangga mengalami kecelakaan dan amnesia mas,saat dia di Jepang,orang yang menabraknya bertanggung jawab penuh,bahkan dia mengangkat mas Rangga menjadi anaknya.


Dia juga menyekolahkan mas Rangga hingga dia bisa seperti sekarang,cerita itu versi dari mas Rangga."kataku menjelaskan panjang kali lebar.


Mendengar ceritaku Raka tersenyum kecut


"Lihatlah Put,bahkan kisahmu sama seperti kisahku,dimana rivalku juga megalami amnesia sama seperti David Reno"batin Raka.


Setelah mendengar ceritaku ada rasa iba di hati mas Raka untuk mas Rangga.

__ADS_1


"Apa yang kamu rasakan kini sama seperti yang dirasakan sahabatku,Rangga!!maafkan aku yang menilai buruk tentangmu.


Aku dapat merasakan betapa frustasinya diirmu saat kembali ternyata Melati sudah bersamaku"batinnya lagi.


Raka pun memejamkan matanya,ntah tidur ntah tidak aku sendiri tak tau.


Di sisi lain,Rangga mengobati lukanya sendirian.


"Bodohnya dirimu Rangga,mengharapkan istri orang,jelas jelas Melati sudah tak mencintaimu.


Stop think about her,kamu pantas bahagia juga."Rangga bermonolog dengan dirinya sendiri.


Rangga berniat untuk menemuiku di Villa,dia juga ingin meminta maaf pada Raka.


Tentu tidak baik menyimpan dendam,Raka pun tentu tidak tau apa apa tentang masa lalunya.


Malam ini Rangga datang ke villaku dan mas Raka,Rangga pun menginap di resort yang sama dengan kami.


Kali ini Raka yang membuka pintu.


"Aku ingin bicara pada kalian"jawabnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Duduklah"suruh Raka.


Aku pun menghampiri mas Raka dengan bertanya


"Siapa mas yang datang?"tanyaku


Saat tau kalau mas Rangga yang datang aku pun terdiam.


Sedangkan Raka duduk di samping Rangga.


Suasana hening sesaat hanya suara deburan ombak yang tertangkap telinga.


Aku yang awalnya berdiir ikut duduk diantara mereka,keringat dingin pun mulai keluar.

__ADS_1


"Kok aku seperti narapidana yang hendak di eksekusi mati ya??"batinku dengan memegang tengkukku.


Baik Raka ataupun Rangga memandang lurus ke arah laut yang tak berujung,ntah apa yang mereka pikirkan.


"Aku mau minta maaf kepada kalian"Rangga mulai memecah keheningan.


"Seharusnya memang begitu"sahut Raka dengan pandangan yang masih ke menerawang ke arah laut.


Rangga pun menunduk kembali,dia bingung harus berkata apa,perasaannya pun ikut kalut melihat rival sekaligus partner bisnisnya berbicara dengan memandangi laut luas.


Bagaimanapun juga Raka dan dirinya selisih usia kurang lebih lima tahun.


Usia Rangga saat ini adalah 25 tahun.


"Aku tau aku terlalu egois,seharusnya melihat Melati bahagia aku pun turut bahagia,bukan malah mengoyak kebahagiannya demi egoku untuk memilikinya kembali.


Melati saat itu pasti sangat frustasi,ketika aku menghilang tanpa kabar,seandainya waktu bisa di putar saat itu pasti aku tak akan meninggalkannya.


Aku sangat mencintainya mas Raka,bahkan sangat mencintainya."kata Rangga nanar yang membuatku menitikan airmata.


Raka menatapku dengan tatapan yang tak biasa.


"Apa kamu masih mencintai Rangga Mel??"tanyanya dengan sorot mata tajam.


"Dulu aku memang sangat mencintai mas Rangga,namun dua tahun tanpa kabar membuatku gila dan frustasi.


Mas Rangga kembali di saat hatiku sudah menjadi milikmu mas,maafkan aku mas Rangga.


Inilah takdir cinta kita,mau gak mau kita harus merelakannya."kataku dengan ujung mata yang basah.


Raka hanya terdiam tidak bisa berkata,dia bingung mau bilang apa.


pikirannya kembali ke dua tahun yang lalu dimana Puput,David Bryan dan David Reno serta dirinya berkumpul.


Dimana Puput harus menentukan pilihannya.

__ADS_1


Dan sekarang Raka berada di posisi David Bryan.


__ADS_2