
Pagi ini setelah menyiapkan sarapan tiba tiba aku sedikit pusing dan mual.
"Gak biasanya mual,kenapa ya??"batinku lalu melanjutkan kembali aktivitasku.
Raka yang baru bangun langsung menyusulku di dapur,mas Raka mengambil air minum lalu menarik kursi dan duduk.
"Sudah bangun mas"tanyaku lalu ikut duduk di samping mas Raka.
"Enggak masih tidur"jawabnya yang membuatku kesal.
"Aneh"sautku ketus.
"Kamu yang aneh,tau kalau sudah bangun kenapa masih bertanya"sautnya yang membuat aku semakin kesal.
"Pagi pagi gak usah ngajak gencatan senjata"timpalku.
Masih dengan kekesalanku aku pun mengambilkan makanan untuk mas Raka dan juga untuk diriku.
Saat memasukan makanan dalam mulutnya mas Raka pun memuntahkannya kembali.
"Makanan apa sih ini,rasanya gak enak sama sekali"mas Raka mengatai masakanku.
Aku pun menghela nafas,ingin sekali ku tonjok mukanya itu lalu menuangkan makanan yang di muntahkan ke kepalanya.
"Kalau kamu gak mau makan,kita beli saja"aku pun memberi ide.
Seketika wajah mas Raka berbinar, dia pun menyeret tanganku masuk ke kamar.
__ADS_1
Mas Raka mengajakku mandi bersama,aku yang sudah mandi tentu menolak ajakan mandinya.
"ya udah sana kalau gak mau mandi bareng"Raka pun mengusirku keluar kamar mandi.
Tingkahnya sungguh sungguh aneh dan super duper menjengkelkan.
Seusai mandi dia memakai baju santainya.
Saat hendak berangkat mas Raka melihat penampilanku lalu protes.
"Kamu kok pakai baju ini,nggak nggak ganti baju,pakai baju yang senada denganku.
Pakai juga sepatu snekers jangan flat shoes"katanya yang membuat aku mengepalkan tangan.
Kesabaranku benar benar di ujinya,ingin rasanya kumenghajarnya.
Jam tangan kita pun sama,sungguh seperti anak panti.
Raka mengajakku makan bubur ayam di pinggir jalan.Kepalaku sengguh canat cenut memikirkan perubahan mas Raka yang drastis.
Setelah makan bubur ayam dia mengajakku ke super market untuk belanja.
Dia menyuruhku membeli sayur dan buah yang banyak.Dia membeli buah buah yang mengandung asam seperti jeruk,mangga,apel Amerika dan lain lain.
Mas Raka juga sangat antusias berbelanja,biasanya dia yang mendorong troli aku yang mengambil belanjaan namun kali ini terbalik dia yang mengambil belanjaan sedangkan aku yang mendorong troli.
Seusai belanja,mas Raka mengajakku untuk menonton.
__ADS_1
"Kamu suka film romantis kan Mel???"tanyanya lalu membantuku membuka savebelt.
"Aku suka mas,tapi kali ini aku ingin menonton film action"jawabku.
"Gak,aku mau lihat film yang romantis"sautnya dengan agak kesal.
Aku lagi lagi menghela nafas.
"Ya sudah terserah kamu mas,aku menurut saja"timpalku lalu turun dari mobil.
Mas Raka pergi membeli tiket dan juga popcorn.Setelah mendapatkan tiketnya betapa kagetnya aku,mas Raka mau melihat film yang melow,apalagi film ini banyak adegan menangisnya.
"Aku sudah pernah melihat film ini mas,ini film melo banget lo mas,banyak adegan menangisnya"kataku dengan menatapnya.
"Kalau sudah dilihat ya lihat lagi Mel"ucapnya lalu mengajak aku masuk.
Aku pun meliriknya
"Sungguh otaknya terbalik,kebentur apa dia kemarin,apa kebanyakan melakukan hubungan suami istri, jadi gak waras seperti ini"batinku.
Kami berdua fokus melihat filmnya,aku pun sampai menangis.Terbawa alur film tersebut walaupun aku sudah melihatnya.
Melihatku menangis membuat Raka membawa kepalaku di bahunya.
"Sudah jangan menangis,ini hanya film jangan terlalu mendramatisir." katanya menenangkanku.
Aku hanya mengangguk dan memakan popcorn kami.
__ADS_1
Satu setengah jam kemudian kami keluar gedung bioskop.