
Sebenarnya misteri kalung masih mengganjal di pikiranku,apa benar kalung yang aku lihat di tas mas Raka saat itu adalah kalung yang sama yang di pakai wanita itu.
Karena tidak ada aktivitas,aku pun ke kantor mas Raka lagi.
Namun kali ini aku tak membawa bekal makanan,karena niatku aku ingin makan siang di luar.
Saat memasuki hendak keruangan mas Raka,aku bertemu dengan mas Fajar yang hendak keluar.
"Eh....Mel,kamu pasti mencari mas Raka ya"tanya Fajar yang langsung mendapat anggukan dariku.
"Mas Raka sedang keluar Mel"imbuh mas Fajar.
"Kemana mas"tanyaku dengan menatap mas Fajar.
"Mungkin makan siang dengan klien Mel,coba kamu hubungi saja ponselnya.
Ya sudah aku keluar dulu ya"mas Fajar pun berlalu.
Dengan sedikit kecawa aku melangkahkan kaki untuk keluar.
Karena sudah lapar aku pun berniat makan di resto dekat kantor.
Saat hendak mencari tempat duduk kulihat mas Raka dengan wanita kemarin.
Bahkan mereka sangat dekat sekali.
Dengan senyum ketir kulihat meraka dari jauh bahkan mas Raka memegang tangan si wanita.
Hatiku pun bergetar,serasa petir menyambar jantungku.
__ADS_1
Sakit sekali rasanya.
Ingin rasanya aku menghampiri mereka namun aku mengurungkan niatku,aku tidak ingin membuat mas Raka malu.
Dengan menahan tangis aku pun pergi dari resto tersebut.
Aku pun memesan taxi online lalu pulang.
Setelah di rumah ku hempaskan tubuhku di kasur.Airmataku pun terus mengucur,
Dan saat ini,aku pun bingung apa yang harus aku lakukan.
Aku hanya bisa menangis,
"Tega sekali mas kamu sama aku,apa salahku?"gumamku sambil menangis.
Aku terus saja menangis sampai sore hari,hingga mataku bengkak.
"Assalamualaikum Mel"sapanya lalu menghampiriku.
"Waalaikum salam"jawabku singkat lalu ke kamar mandi.
Raka pun heran dengan sikapku,namun dia tidak begitu memperdulikannya.
Raka melepas jasnya lalu rebahan karena capek.
Aku pun malas untuk keluar kamar mandi,entah kenapa aku sangat malas untuk bertemu mas Raka.
Karena lama di kamar mandi,Raka menjadi cemas, dia pun menuju kamar mandi untuk mengecekku.
__ADS_1
"Mel,kamu ngapain Mel kok belum keluar?"tanyanya dengan mengetuk pintu.
Karena malas menyauti mas Raka,aku keluar begitu saja dan melewati mas Raka.
Tentu hal ini membuat Raka bertanya tanya
"Kamu kenapa Mel??"tanyanya lalu menghampiriku.
"Gak kenapa kenapa mas,oh ya aku mau keluar sebentar"aku pun meminta ijin pada Raka.
"Mau kemana Mel,kamu kenapa sih"tanya Raka yang mulai tak nyaman dengan sikapku.
"Cari udara,suntuk dirumah"jawabku lalu mengambil kunci motor.
Dengan cepat mengambil kunci motorku,
"Kamu tu istriku Mel,jangan samakan dengan kamu yang dulu,kamu gak bisa keluar sesukamu tanpa ijinku"kata Raka dengan nada tinggi.
Mendengar kata katanya membuat aku tertawa dan berucap
"Lalu bagaimana denganmu,sesuka hati dekat dengan wanita lain,apa kamu juga tidak sadar kalau kamu juga suamiku?"aku pun merespon kata kata Raka dengan nada tinggi juga.
"Cukup Mel,apa maksud kamu???"Tanya Raka dengan sedikit shock.
"Tanyakan pada dirimu sendiri mas"jawabku dengan melempar pandangan ke sembarang.
Raka pun mencoba membalikan badanku.
"Aku sungguh tak mengerti maksud kamu Mel,apa yang terjadi sebenarnya??"tanyanya lagi yang semakin membuat aku menangis.
__ADS_1
"Aku membencimu mas,kamu tega menghianati aku"lirihku dalam tangis.
"Ya Allah Mel,siapa yang menghianati kamu??aku benar benar tak tau maksud kamu tu apa??"tanya Raka dengan memelukku.