Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Malam pertama


__ADS_3

Citra sangat gugup sekali,


"Bentar mas, aku minum dulu" kata Citra lalu beranjak mengambil minum


Fajar yang sudah tidak tahan pun menyuruh istrinya segera kembali


"Cepat song sayang" suruh Fajar


"Iya mas" sahut Citra


Fajar kini pun sudah siap di atas Citra saat dia akan menjatuhkan bibirnya lagi-lagi Citra beralasan.


"Mas aku kebelet pipis" katanya


Fajar pun mengusap rambutnya kasar, setelah pipis apalagi?" kata Fajar kesal


Citra ke kamar mandi dengan rasa takut, setelah buang air kecil dia kembali ke tempat tidur


"Mau apa lagi, selesaikan sekarang" kata Fajar


Citra pun menggeleng-geleng kan kepalanya, dia sudah tidak berani beralasan dan menunda waktu lagi.


Fajar pun membuka baju atasnya, dia langsung saja mencumbu Citra. Tentu Citra menggeliat seperti cacing yang dijemur.


Hal yang ditunggu-tunggu Fajar, bendanya sudah siap menjebol gawang Citra.


Citra pun menutup matanya, dengan pelan Fajar memasukan bendanya ke dalam pangkal paha Citra.


"Aaaahh sakit mas" rintih Citra


"Aku akan pelan-pelan sayang, lama-lama nggak akan sakit" kata Fajar lembut lalu mengecup kening Citra.

__ADS_1


Fajar pun menggerakkan bendanya maju dan mundur memunculkan rasa nikmat dan sakit menjadi satu. ******* Citra lolos begitu saja tangannya terus saja mencengkeram punggung Fajar. Karena sangat sempit benda Fajar terasa di gigit sehingga dengan cepat dia mendapatkan pelepasannya.


Dengan nafas yang tersengal Fajar tumbang di samping Citra.


"Ternyata rasanya nikmat banget ya sayang, mangkanya banyak orang yang rela melakukannya sebelum menikah" kata Fajar


"Iya mas, namanya saja surga dunia" sahut Citra.


Mereka pun saling berpelukan dengan polos, Fajar yang kekuatannya pulih kembali pun meminta Citra untuk mengulangi adegan panas mereka lagi.


Fajar lebih perkasa daripada yang pertama, bahkan hampir dua puluh menit dia belum sampai pada pelepasannya sedangkan Citra entah berapa kali menegang mengeluarkan cairan hangatnya.


"Bentar lagi sayang" kata Fajar lalu semakin cepat memacu gerakannya.


Fajar pun menegang dan Citra merasakan cairan hangat di dalam pangkal pahanya.


"Terima kasih sayang, telah menjaganya untukku" ucap Fajar sambil mengecup keningnya.


Karena sama-sama lelah, mereka pun terlelap sambil berpelukan.


*******


Keesokan harinya saat bangun dari tidurnya Citra merasakan perih di pangkal pahanya, dengan pelan dia pergi ke kamar mandi.


Aaarrggg


Citra pun berteriak, "perihnya" rintih Citra saat membasuh pangkal pahanya dengan air.


"Bagaimana aku datang ke kampus kalau sakit begini, hari ini aku ujian lagi" umpat Citra


Setelah membersihkan diri Citra bersiap dengan bajunya untuk pergi ke kampus namun sebelumnya dia membangunkan Fajar terlebih dahulu.

__ADS_1


"Mas, mas bangun gih, udah siang ni mas" kata Citra sambil menggoyang tubuh Fajar.


Perlahan Fajar membuka matanya, dia pun tersenyum saat melihat Citra. Lalu Fajar pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Mas Fajar nggak ke kantor?" tanya Citra


"Nggak, aku cuti beberapa hari ke depan" jawab Fajar


"Kamu ujian kan hari ini?" tanya Fajar balik


"Iya mas," jawab Citra


"Selesai kapan?" tanyanya lagi


"Mungkin dua hari lagi mas, ujian kemarin aku nyusul hari ini" jawab Citra


Saat hendak turun Fajar melihat cara berjalan Citra yang nampak susah


"Pasti sakit ya?" tanya Fajar


"Iya mas, perih banget" jawab Citra


Karena tak tega melihat istrinya Fajar pun menggendong Citra menuju ruang makan untuk sarapan.


Kedua kakak Citra yang tadi membersihkan rumah dan bersih-bersih pun merutuki Citra


"Dasar, awas kamu Citra"


"Kalau Fajar tidak di rumah mari kita kerjai dia" sahut kakak satunya.


Fajar yang tidak sengaja mendengar umpatan kedua kakaknya pun tersenyum.

__ADS_1


"Tak akan aku biarkan kalian menyakiti istriku, seujung kuku saja kalian akan mendapat balasan yang berkali lipat


__ADS_2