Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Menikahlah denganku


__ADS_3

Aku sangat kesal dengan mas Raka,bisa bisanya bercandain orang yang mau ibadah.


Takut karena tak kusyuk aku pun duduk sejenak.


Dirasa cukup aku pun sholat lagi,namun sebelumnya aku mengepal pada mas Raka


"Awas kalau bercandain aku lagi,dosa tau ganggu orang yang mau ibadah."gerutuku


Raka hanya tertawa lalu mengalihkan pandangannya.


Seusai sholat aku menghampiri mas Raka yang memejamkan matanya.


Memandanginya lalu tersenyum.


"Kesambet ya,senyum senyum sendiri"kata mas Raka.


Sontak aku pun kaget dan malu,


"Kamu tu mas,suka sekali buat malu"gerutuku lalu memalingkan muka.


"Kok aku yang disalahin,kan kamu tadi memang senyum senyum sendiri"gerutu Raka balik.


Aku pun memalingkan wajahku lalu duduk di tepi ranjang dimana mas Raka berbaring.


"Aku tu gemes ma kamu mas,untung lagi sakit coba kalau sehat,udah aku gebukin"sautku dengan bersungut.


"Aku tau nih maksud kamu,supaya kamu bisa ngrawat aku kan??biar bisa dekat terus sama aku"ujar Raka yang membuatku naik darah.

__ADS_1


"Maaaassss Raaaakaaaaa"teriakku menggelegar.


Disaat bersamaan dokter dan perawat datang untuk mengecek keadaan mas Raka,mendengar aku berteriak mereka pun menutup telinga mereka masing masing,setelah itu mereka menggeleng gelengkan kepala.


Sungguh aku sangat sangat malu,ingin rasanya aku menenggelamkan diriku di segitiga bermuda.


Ku tatap mas Raka tajam,lalu turun dari tempatku duduk.


"Maaf dok"kataku sambil tersenyum kecut.


Dokter dan perawatnya pun tersenyum lalu mereka memeriksa mas Raka.


"Keadaan pak Raka sudah membaik mungkin besok sudah bisa pulang.


Nanti akan saya tambah obatnya supaya bapak cepat pulih."kata dokter lalu pamit keluar.


"Sungguh....Ingin kugantung dirimu di pohon tomat mas,kamu tu menyebalkan sekali"gerutuku dengan menatap tajam mas Raka.


"Cie....Cie yang ingin gantung aku dipohon tomat,terus kalau aku mati,kamu mau cari gebetan lain kan!!??"goda Raka dengan tertawa.


Aku semakin kesal mendengar kata katanya


"Masss Raakaa....mana ada orang bisa mati gantung diri di pohon tomat maaaaassss,lagian siapa juga yang mau cari gebetan lain"aku pun mengelus elus dadaku sendiri.


"Tau kalau gantung di pohon tomat ga bisa bikin aku mati lalu kenapa mau gantung aku di pohon tomat,aku pengennya mati dalam cintamu Mel!!!"Raka pun tertawa.


"Cie....Cie yang ingin mati dalam cintaku???,dasar sinting"gerutuku lagi.

__ADS_1


Raka pun tertawa melihatku menahan kesal.


Berbeda sekali dengan berita yang selalu aku baca,ternyata CEO Pramana Bryan Grup model begini.


"Menikahlah denganku Mel??"ucap Raka lalu memegang tanganku.


Aku pun terkejut akan ucapan mas Raka,mana mungkin dia mengajak aku menikah.


"Mas,bukannya aku menolak namun kamu tau sendiri perbedaan kita,kamu seorang bulan sedangkan aku seorang pungguk.Kekuranganku sangat banyak sekali mas,aku tidak pantas bersanding denganmu"kataku dengan nanar.


"Aku tak peduli dengan semua kekuranganmu Mel karena satu kelebihanmu sudah cukup untuk aku"saut Raka dengan menatapku.


"Kita belum saling mengenal mas,lagipula belum ada cinta diantara kita"tolakku lagi.


"Rasa nyaman lama lama juga menjadi cinta Mel,kita bisa saling mengenal dan mencintai setelah menikah,tentu akan lebih menyenangkan bukan,menumbuhkan cinta disaat kita sudah halal"bujuk Raka.


Aku pun meninmbang nimbang perkataan mas Raka,memang benar apa yang dikatakannya.


Aku pun berfikir sejenak.


"Halo halo,tes tes Mel???"Raka pun menepuk bahuku.


Aku yang tersadar pun menyaut kata Mas Raka,"Iya mas,ya sudah aku mau menikah denganmu"kataku dengan menunduk.


Raka pun tersenyum.


"Mungkin dengan menikah denganmu,aku bisa terbebas dari rasa cintaku pada Puput"batin Raka.

__ADS_1


__ADS_2