Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Fitnah Melly


__ADS_3

Raka pun terdiam,dia bingung bagaimana harus menjelaskan padaku,takut kalau aku tak mempercayainya.


Aku yang tak mendengar suaranya lagi pun membalikan badanku lalu menatapnya.


"Ada apa sih mas,jangan buat aku penasaran deh"geruku dengan menatap mas Raka.


"Begini Mel,aku tadi bertemu Melly,dia berusaha menggodaku,jika nanti ada berita yang tak sedap tentang kami, tolong jangan percaya begitu saja"pinta Raka lalu mengeratkan pelukannya.


Aku pun mengumpat, merutuki Melly


"Brengsek wanita itu,dari tatapannya memang terlihat kalau dia tertarik padamu mas namun aku tak habis pikir wanita berpendidikan seperti Melly melakukan hal serendah itu"kataku dengan menatap Mas Raka.


Raka melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aku harus memperingatkan si Melly itu,aku tak mau dia terus saja menggoda mas Raka,sealim alimnya kucing,kalau terus saja di sodori ikan pasti akan tergoda"batinku geram.


*********


Keesokan paginya aku bersiap,begitu pula dengan mas Raka.


Melihatku sudah rapi mas Raka pun bertanya


"Kamu mau kemana Mel??"tanya Raka dengan menatapku.

__ADS_1


"Ikut kamu lah,aku akan melindungi suamiku dari para pelakor,tak kan kubiarkan Melly melakori"kataku dengan membawa perlengkapanku seperti sisir dan lain lain.


"Kenapa bawa sisir dan teman temannya??"tanya Raka heran.


"Berjaga jaga kalau aku bergulat dengan Melly,wanita kalau bergulat kan seperti itu jadi aku membawa peralatanku"kataku dengan memasukan semua ke tas.


Raka hanya geleng geleng kepala melihatku.


Setelah siap kami pun berangkat.


Saat di kantor Raka berkutat dengan pekerjaannya,aku yang boring pun ijin mas Raka untuk keluar dengan alasan belanja sebentar.


Karena rayuan mautku akhirnya Raka pun mengijinkanku.


"Siap mas boz"lalu aku pun mengecup Raka.


Aku berjalan jalan ke mall,membeli ini dan itu puas sekali belanja banyak hari ini.


Karena capek aku pun membeli minum disebuah resto.


Saat asik menikmati minumku tiba tiba Melly datang lalu duduk berseberangan denganku.


Kebetulan sekali jadi aku tidak usah bersusah payah mendatanginya.

__ADS_1


Aku pun meliriknya dengan tajam seraya berucap


"Ada keperluan apa???"tanyaku agak ketus.


"Aku ingin berteman denganmu,karena sebentar lagi kita akan jadi saudara"jawabnya yang sontak membuat marah.


"Tak sudi,dasar wanita tak tau malu,kamu ini adalah seorang CEO namun kelakuanmu lebih rendah dari seorang wanita malam,jangan jangan kamu ex dari pekerja sex komersial"kataku dengan tertawa mengejek.


"Jaga mulutmu Melati,aku tentu wanita baik baik,aku hanya mengejar cintaku.Taukah kamu kalau kemarin kami sudah berciuman bahkan kami melakukan hal lebih."Melly mencoba memancing amarahku.


Dengan santai aku menanggapi kata kata Melly


"Waooo....kelihatannya mimpimu terlalu tinggi!!! hallo apa kamu bermimpi mas Raka telah menciumu???"kataku penuh penekanan.


"Mungkin awalnya aku bermimpi namun kemarin mimpiku jadi nyata,sudahlah Melati ijinkan saja Raka menikah denganku,aku akan memberikan apa pun yang kamu mau,kita bisa berbagi suami,tentunya akan mengurangi pekerjaanmu saat malam."ucap Melly dengan tersenyum licik.


"Melly,Melly apa kamu sudah gila tak bisa membedakan antara mimpi dan tidak"kataku dengan tertawa.


Lalu Melly pun memperlihatkan Video yang kemarin di rekamnya tentu sudah diedit terlebih dahulu.


"Lihatlah tangan Raka masuk dalam bajuku,kamu pikir aku berbohong??"katanya yang membuatku sangat muak dengan Melly.


Lalu aku pun meninggalkan Melly begitu saja,dengan perasaan yang bercampur aduk aku kembali ke kantor untuk menanyakan kebenarannya.

__ADS_1


__ADS_2