
Pagi yang cerah sudah menyapa,warna jingga memenuhi cakrawala,sang mentari sudah siap keluar dari persembunyiannya.
"Hallo my love ,dh siang lo"Mas Raka pun menyapaku.
Aku baru saja membuka mataku,kulihat mas Raka sudah rapi dengan pakaian santainya.
"Kamu mau kemana mas??"tanyaku sambil menguap.
"Mau cari bule Mel"jawabnya sambil terkekeh.
Aku yang geram pun melempar bantal ke arahnya.
"Sudah puas denganku sekarang cari yang lain?ya sudah sana,carilah!! lumayan mengurangi pekerjaanku,kalau kamu berhasrat sudah ada bulemu"kataku ketus.
"Ok Mel,baiklah aku akan berangkat sekarang,pasti banyak tu yang berjalan jalan di pantai"timpalnya.
Mas Raka pun melangkahkan kaki hendak keluar,secepat kilat aku bangun dan memeluknya dari belakang.
"Kamu kok gitu sih mas??"lirihku
"Kan katanya boleh"saut Raka.
Karena geram aku menggigit punggungnya
"Auuuwww Meeeeellll...."kok digigit sih,kamu tu ya"katanya dengan kesakitan.
"Rasakan tu,mangkanya jangan goda aku"kataku dengan terkekeh lalu menuju kamar mandi.
********
Seusai sarapan aku dan mas Raka pergi keluar resort.
Mobil yang aku naiki sudah sampai di sebuah butik mewah di salah satu kota di Bali,
"Nagapain mas kita ke butik?"tanyaku sambil memandang mas Raka.
"Bercinta Mel"jawabnya singkat dengan tersenyum.
__ADS_1
"Kamu tu apa apaan sih mas,di tanya baik baik jawabnya kok gitu"gerutuku.
"Kamu yang apa apaan,sudah tau kalau ke butik ya beli baju kenapa masih bertanya"timpal Raka.
Aku pun menggaruk kepalaku yang tak gatal
"Baju siapa mas?"Raka pun geram denganku.
"Kamu tu,sudah tau kenapa selalu bertanya sih Mel??"jawabnya lalu keluar dari mobil dan meninggalkanku.
"Maaaass Rakaaa,tungguuuu!!!"teriakku lalu berlari kecil mengejarnya.
Saat membuka pintu,mataku pun disuguhi dengan baju yang indah indah.
Kulihat mas Raka sudah mengobrol dengan pelayan.
Saat aku datang pelayan tersebut masuk ke dalam.
"Mas bajunya bagus bagus ya mas,pasti mahal mahal deh harganya,kenapa kita gak cari di pasar sukowati saja,murah murah barangnya bisa ditawar lagi."kataku meyakinkan mas Raka.
Tak selang berapa lama pelayan tersebut membawa baju di tangannya.
"Ini nona baju terbaik kami"katanya dengan sopan.
Pelayan tersebut menunjukan baju baju yang ada di tangannya.
Modelnya bagus bagus,sangat terlihat kalau itu adalah baju mahal.
Namun jujur aku kurang suka karena baju baju seperti ini,aku bahkan hampir tak pernah memakainya.
Pelayan tersebut pun mengajakku untuk mencoba pakaiannya.
Raka pun mengikutiku dari belakang.
Aku mencoba baju pertama lalu keluar memperlihatkannya pada Raka.
"Bagaimana mas?"tanyaku dengan menunduk.
__ADS_1
Raka menimbang nimbang dengan menaruh tangannya di dagunya.
Lalu dia membalikan jempolnya tanda tak suka.
Aku mencoba baju selanjutnya,respon mas Raka pun sama,lagi lagi jempol terbalik yang dilihatkan kepadaku.
Hingga baju ke lima pun sama.
"Apa apaan sih Raka,aku mang gak pantas pake baju seperti ini,kenapa sih mengajaku membeli baju seperti ini,aku lebih suka celana jeans dan kaos"gerutuku.
Saat aku mencoba baju ke tujuh,
Raka tertegun,
"Wow,cantiknya kamu Mel?"katanya tanpa berkedip.
Mendengar kata katanya aku pun tersenyum.
"Baju ini desainnya simple pak,namun elegant."kata pelayan tersebut.
"Carikan sepuluh lagi yang desainnya simple"saut Raka.
Setelah puas kami pun membayar baju bajuku.
Saat kasir menyebutkan nominal yang harus dibayar aku pun kaget.
"Mas,tunggu tunggu....Kenapa harganya mahal sekali,di cancel saja mas,tak sanggup aku memakai baju yang harganya selangit"kataku yang membuat Raka tertawa begitu pula kasirnya.
Raka tak menggubris kata kataku,dia memberikan kartu pada kasir untuk membayar baju bajuku.
Setelah keluar dari butik,kami melanjutkan perjalanan kami.
"Pak kita ke pasar sukowati"ucap Raka ke sopir.
"Ngapain mas kita ke pasar sukowati??"tanyaku heran.
"Beli baju lah Mel,katanya kamu ingin beli baju di pasar Sukowati"jawab Raka dengan mengecupku.
__ADS_1