
Aku semakin terisak dalam pelukan mas Raka,tangaku kini pun memukul mukul dada mas Raka.
"Aku tadi melihatmu memegang tangan wanita di resto dekat kantor"kataku lirih dengan terisak.
Raka pun tersenyum
"Jadi itu yang membuatmu marah padaku??"tanya Raka dengan menangkupkan tangannya di wajahku.
"Iya"jawabku singkat.
"Tadi tu begini Mel,tanpa sengaja dia menumpahkan minuman sehingga mengenai jasku,lalu dia beriinisiatif untuk membersihkannya lalu aku melarangnya,namun dia bersikeras untuk membersihkan jasku sehingga aku pun berusaha melarangnya dengan memegang tangannya,begitu Mel"Raka pun menjelaskan panjang kali lebar.
Aku pun mencari kebohongan di matanya namun nihil,yang terlihat hanya kejujuran dari mas Raka,lalu aku pun memeluknya.Ada sedikit rasa sesal di hatiku karena telah menuduhnya telah menghianatiku.
"Sudah,aku mohon jangan berpikiran yang aneh aneh Mel,bagiamana mungkin aku menduakan istriku yang langka ini"goda Raka lalu melepas pelukannya sehingga dia bisa melihat wajahku.
"kamu yang langka dan wajib dilindungi supaya tak punah"sautku dengan ketus.
Raka hanya tertawa melihat tingkahku,
lalu kami pun mandi bersama selepas itu kami pergi makan di luar karena aku tidak memasak.
******
__ADS_1
Keesokan harinya, aku pun datang ke kantor mas Raka lagi.
Aku sengaja melakukannya untuk menyelidiki apa yang mas Raka lakukan di kantornya.
Sungguh dengan adanya partner wanita mas Raka itu membuatku tidak tenang.
Kulangkahkan kaki menuju ruangan mas Raka.
Betapa kagetnya aku saat membuka pintu kulihat wanita itu meletakkan tangannya di bahu mas Raka.
Kelihatannya memang wanita ini tidak beres.
"Kamu salah karena telah mengusikku,mau melakor??ooo jangan harap"batinku melangkahkan kaki menuju mas Raka dan wanita itu berada.
"Dari sini bisa di pahami kan nona??"tanya Raka dengan menatap Melly.
"Maaf nona kelihatannya tangan anda salah tempat"kataku lalu menurunkan tanga Melly dari pundak mas Raka.
Seketika wajah Melly merah padam ntah malu atau marah,i dont know and i dont care.
Raka pun kaget,dia sungguh tidak sadar kalau tangan Melly di bahunya.
"Lain kali kalau ada yang menyentuhmu,larang dong mas,jangan diam saja"gerutuku lalu bergelayut manja di lengan mas Raka.
__ADS_1
Melly yang sedaritadi menatapku pun mengambil berkas berkasnya lalu pamit.
"Maafkan saya tuan dan nyonya Raka"katanya lalu berlalu.
"Kamu kok kesini Mel"tanya Raka dengan menatapku.
"Gak boleh ya kalau aku kesini,supaya mas Raja bisa berduaan dengan tu si wanita itu"jawabku dengan bibir maju ke depan.
"Bukan begitu Mel,karena aku lihat kamu gak bawa bekal jadi aku bertanya"ujar Raka lalu membereskan berkas berkas di mejanya.
"Aku tidak masak mas,efek cemburu membuatku malas ngapa ngapain,untuk makan siangnya bagaimana kalau kita,makan di luar saja"kataku.
Tanpa basa basi Raka mengambil kontak mobilnya lalu menggandengku kelaur ruangannya.
Mobil kami kini memasuki pelataran sebuah restoran mewah.
Kami pun memesan makanan yang sama.
Tanpa kami sadari Melly juga ada disitu,dia duduk dengan temannya.
Karena sudah tak tahan menahan buang air kecil aku pun ijin mas Raka untuk pamit ke toilet.
Beberapa menit kemudian,aku pun keluar,Melly yang tau aku hendak kembali ke mejaku pun berucap dengan keras.
__ADS_1
"Kalung ini pemberian dari Raka sanjaya lo Sis?lihatlah bandulnya inisial M,sesuai dengan namaku"katanya yang membuat aku kesal.
Namun jika aku meladeninya tentu aku akan sepertinya.